PP Minta PDAM Lombok Tengah Suguhkan Air Coklat Yang Sudah Dimasak ke Karyawan

LOMBOK TENGAH | Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta untuk menyuguhkan air hasil produksi PDAM Lombok Tengah yang telah dimasak ke Karyawan sebelum didistribusikan ke Pelanggan.
Permintaan itu disampaikan oleh Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Lombok Tengah, M. Samsul Qomar, Rabu, (13/7/2022).
Permintaan pria yang akrab disapa MSQ itu atas dasar keluhan dari pelanggan PDAM Lombok Tengah terhadap kualitas air bersih yang didistribusikan PDAM Lombok Tengah ke pelanggan yang berwarna coklat pekat. “ Standar kualitas air bersih jelas tidak berasa, tidak berbau dan tidak berwarna, sementara ketika musim hujan warna air PDAM selalu coklat dan untuk kali ini malah coklat tua baru terjadi sekarang, tentu ini sudah tidak memenuhi standar apalagi Perusahaan ini (PDAM) menamakan dirinya perusahaan daerah air minum , mana layak diminum air warna coklat, coba air PDAM dimasak terus disuguhkan ke karyawan dan direksinya kira kira mau gak mereka minum..?,” ucapnya
Semestinya kata mantan Anggota DPRD Lombok Tengah dua periode itu, para Direksi PDAM Lombok Tengah fokus memikirkan terkait dengan peningkatan pelayanan dan kualitas air bersih baru memikirkan kenaikan tarif dasar rekening PDAM Lombok Tengah. “Bagaimana konsumen mau membayar kalau kualitas air tidak memenuhi standar malah bisa saja konsumen mengadukan ini ke YLKI atau menggugat PDAM Loteng soal standar air yang tidak layak ini,” kata MSQ
Sampai dengan saat ini lanjut MSQ, Jabatan Direktur Utama (Dirut) PDAM Lombok Tengah masih dijabat oleh Direktur Umum (Dirum) PDAM Lombok Tengah.
Akibatnya, kata pria yang juga menjabat Ketua KONI Lombok Tengah itu, Dirum memikul beban kerja berat dan bisa berdampak buruk bagi perusahaan berplat merah itu. “Bupati Lombok Tengah baiknya segera mengangkat Direktur Utama PDAM agar pertanggungjawabannya jelas, jangan bebankan pekerjaan kepada Direktur lain , ini juga menyalahi aturan dan etika perusahaan jangan sampai semakin buruk Perusda kita ke depan oleh sebab tidak jelasnya direksinya. Masa iya tidak ada orang di Lombok Tengah ini dari 1,6 juta penduduk yang bisa jadi Dirut PDAM keterlaluan kita lama-lama,” sebut MSQ
Selain menyoroti kualitas air bersih hasil produksi PDAM Lombok Tengah, MSQ juga menyoroti persoalan banyaknya pipa distribusi air bersih milik PDAM Lombok Tengah yang bocor dan lapuk karena dimakan usia. “Akhir akhir ini PDAM kita perhatikan sibuk dengan pipa yang bocor di sana sini, beredar meme pengumuman pemadaman aliran air secara bergiliran, kondisi ini tentu sangat memprihatinkan karena selama ini perusahaan tidak fokus pada perpipaan yang kalau melihat umur sudah usang dan perlu ada upaya revitalisasi pipa, apalagi setahu saya aliran pipa PDAM semrawut semenjak ditanam tahun 1980 an dulu, tidak pernah ada upaya Direksi dari masa kemasa untuk memperbaiki saluran ini. Harusnya Map soal pipa ini jelas sehingga terintegrasi dengan pembangunan lainnya. Banyak pipa bocor lalu digali diperbaiki terus dibiarkan saja tidak diperbaiki seperti semula , kemudian menjadi pekerjaan dinas lain atau bahkan menjadi kerusakan permanen yang di tinggalkan begitu saja,” ujarnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan