Petani Jagung Sejahtera, Peternak Layer Untung

LOMBOK TENGAH | Kepala Badan Pangan Nasional (BPN), Arief Prasetyo Adi menilai harga telur di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini masih stabil dan masih berpihak kepada Peternak Layer atau Ayam Petelur. “ Harganya sekarang itu adalah harga yang baik, Jadi kalau satu tray harganya Rp 45 ribu, kalau dibagi dua satu kilo berarti harganya sadi Rp 23 ribu. Kalau di Jakarta angkanya sudah Rp 28 ribu per kilo,” ucap Arief usai menghadiri acara Deklarasi Asosiasi Perhimpunan Peternak Unggas Rakyat Nusa Tenggara Barat (Petarung NTB) dengan Pinsar Petelur Nasional (PPN) di Raja Hotel Pantai Kute Mandalika, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Desa Kute, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Sabtu, (25/6/2022).
Arief mengatakan, Peternak Layer harus diberikan ruang, sehingga tidak afkir dini atau memotong ayam petelur sebelum waktunya. “Jadi kita harus memberikan ruang kepada peternak layer yang ada di Indonesia termasuk di NTB supaya nanti tidak lagi mereka mengafkir ayamnya, karena harga telur yang tidak seibang dengan biaya produksi,” katanya
Untuk menstabilkan harga telur dengan biaya produksi, lanjut Arief, pihaknya tengah berupaya meningkatkan harga jual Jagung. “ Kita mau meningkatkan kesejahteraan petani jagung, jadi jagung dibeli dengan harga yang baik kemudian menjadi bahan baku untuk pakan ayam, sehingga harga pakan ayam stabil, produksi telur juga akan naik. Kita harus berikan ruang keuntungan juga kepada peternak layer,” tuturnya
Saat ini, kata Arief, pihaknya juga tengah menghitung ulang Harga Pokok Produksi (HPP) Telur. “Kita sedang hitung ulang HPP. Setelah selesai kita hitungan kita akan sampaikan, kurang lebih kisaran HPPnya Rp 22 ribu sampai dengan Rp 24 ribu per kilo. HPP juga akan disesuaikan dengan harga Pakan Ayam,” ujarnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan