Sukses Kembangkan Bibit, Modal Terus Bertambah, Gapoktan Sidemen Diserbu Pemprov Jawa Barat

LOMBOK TENGAH | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang diwakili Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Ir. Dadan Hidayat, M.Si didampingi 26 Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se Jawa Barat termasuk Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana datang mengunjungi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sidemen di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu, (25/11/2021).
Kunjungan Kerja (Kunker) Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat bersama Bupati Karawang dan 26 Kadis Pertanian se Provinsi Jawa Barat ke Gapoktan Sidemen yang menaungi 8 Kelompok Tani dengan jumlah anggota kelompok 400 orang disambut langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Iskandar, Perwakilan Kadis Pertanian Provinsi NTB, Ketua Gapoktan Sidemen, H Nuripansyah jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Karang Sidemen dan masyarakat Desa Karang Sidemen.
Kadis Pertanian Lombok Tengah, Lalu Iskandar mengungkapkan maksud dan tujuan Pemprov Jawa Barat mendatangi Gapoktan Sidemen yakni untuk melihat kemajuan kelembagaan Gapoktan Sidemen dan kemajuan ekonomi petani (KEP) Gapoktan Sidemen. “ Memang ini luar biasa dan sangat istimewa, daerah yang maju (Jawa Barat) malah datang belajar tentang kelembagaan dan KEP Gapoktan yang ada di wilayah terpencil,” ungkapnya
Lalu Iskandar juga mengatakan, rombongan Kunker Pemprov Jawa Barat mendatangi Gapoktan Sidemen karena ingin melihat secara langsung kemajuan perkembangan Gapoktan Sidemen yang dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan, baik itu dari sisi permodalan maupun pembibitan. “ Ada beberapa hal yang membuat Pemprov Jawa Barat tertarik datang ke Gapoktan Sidemen, pertama, Gapoktan Sidemen sudah bisa mengembangkan usaha dan melakukan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan sarana produksi pupuk pestisida kepada masyarakat Karang Sidemen. Kedua, dari sisi penguatan modal Gapoktan Sidemen yang berawal dari bantuan pemerintah sebesar Rp 100 juta kini modalnya sudah bertambah sebesar Rp 500 juta, artinya Gapoktan Sidemen mampu meningkatkan modal yang awalnya hanya sebesar Rp. 100 juta, kini sudah memiliki modal Rp. 500 juta, dan itulah yang dipelajari langsung, karena agak jarang Gapoktan seperti Gapoktan Sidemen, malah ada Gapoktan, bukannya modal bertambah malah modalnya habis. Dan ketiga, Gapoktan Sidemen sudah melakukan kemitraan dengan semua pihak termasuk kegiatan Pollination pembuatan benih terong, mentimun cabai dan beberapa varietas yang sudah di ekspor ke thailand dan Rusia bekerjasama dengan PT Bisi Indonesia dan PT Tanindo Subur Prima,” katanya
Tidak hanya membuka lapangan pekerjaan baru, Gapoktan Sidemen lanjut Lalu Iskandar, juga dijadikan sebagai pusat pembelajaran di bidang pertanian bagi para mantan Buruh Migran Indonesia atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI), dan sebagai tempat Magang para Mahasiswa dari berbagai Universitas di Indonesia. “ Gapoktan Sidemen juga dijadikan sebagai tempat pelatihan para mantan TKI, misalnya warga Karang Sidemen yang baru pulang dari Timur Tengah dan Malaysia dilatih membuat benih dengan harapan, uang yang didapat dari hasil menjadi TKI bisa digunakan menjadi Modal usaha dibidang pertanian dan warga tidak lagi menjadi TKI, melainkan ikut membangun Desa melalui sektor pertanian. Selain itu Gapoktan Siemen juga dijadikan tempat magang Mahasiswa dari berbagai Universitas di Indonesia,” ucapnya
Menurut Lalu Iskandar, kesuksesan yang diraih Gapoktan Sidemen juga tidak terlepas dari peran serta dan keterlibatan para petugas Penyuluh Pertanian yang ada di Kabupaten Lombok Tengah. “ Kami bersama Dinas Pertanian Provinsi NTB memberikan pendampingan dan pengawalan secara terus menerus melalui Penyuluh yang ada di Lapangan. Dan Gapoktan Sidemen termasuk Gapoktan sehat, Rp. 1 miliar lebih penguatan modal yang disalurkan oleh Bank BRI dan perbankan lainnya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Gapoktan Sidemen. Dan Gapoktan Sidemen juga telah menciptakan lapangan pekerjaan baru, contohnya semua Istri dari parang anggota Kelompok Tani yang tergabung dalam Gapoktan Sidemen yang jumlah 400 orang bekerja membuat dan mengembangkan bibit,” tuturnya
Sementara itu terkait dengan harapan Ketua Gapoktan Sidemen, H Nuripansyah yang berharap ada bantuan sarana seperti Green house dari Pemkab Lombok Tengah, Lalu Iskandar menegaskan, Pemkab Lombok Tengah melalui Dinas Pertanian Lombok Tengah berjanji akan mengupayakan pemberian bantuan sarana kepada Gapoktan Sidemen. “ InsyaAllah akan kita penuhi apa yang menjadi harapan masyarakat,” janjinya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan