SHOPPING CART

close

Pemkab Lombok Tengah Dianggap Tak Berani dan Tak Mampu Mempertahankan Batas Wilayah

Desa Montong Ajan
Kepala Desa Montong Ajan, Endudiyadi

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Masyarakat Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak mampu dan tidak berani memperjuangkan dan mempertahankan batas wilayah antara Lombok Tengah dengan Lombok Barat.
Setelah berhasil menggambil kawasan Nambung yang dulunya masuk kedalam wilayah Lombok Tengah, kini Pemkab Lombok Barat kembali mengklaim dua wilayah Dusun di Desa Montong Ajan yakni Dusun Sangketan dan Dusun Pondok Dalam. ” Kami masyarakat Desa Montong Ajan, menilai Pemkab Lombok Tengah tidak memiliki kemampuan mempertahankan wilayah dan tidak berani menyelesaikan persoalan batas wilayah. Buktinya, dulu Nambung dilepas begitu saja, sekarang dua wiayah Dusun di Desa Montong Ajan yang kembali diklaim Pemkab Lombok Barat masuk kewilayah Lombok Barat, namun Pemkab Lombok Tengah diam seperti orang bisu dan seolah – oleh tidak mau melihat seperti orang buta,” sesal Kepala Desa ( Kades ) Montong Ajan, Endudiyadi, Sabtu, ( 3/4/2021).
Persoalan tapal batas wilayah antara Lombok Tengah dengan Lombok Barat memanas setelah Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid bersama rombongan dari Pemkab Lombok Barat yang datang ke lokasi Pembangunan Hotel Samara Hill di Dusun Sangketan dan Dusun Pondok Dalam, Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah yang diklaim masuk wilayah Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat tanggal, 22/10/2020 lalu, atau tepatnya pada saat tahapan Pilkada Lombok Tengah tahun 2020. ” Awalnya Pemkab Lombok Tengah terlihat bersemangat untuk menyelesaikan persoalan dua wilayah dusun yang diklaim Pemkab Lombok Barat, mungkin saat itu karena ada Pilkada. Tetetapi setelah Pilkada selesai dan setelah Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah terpilih dilantik, persoalan batas wilayah tidak pernah dibahas lagi. Jangankan mereka ( Pejabat Pemkab Lombok Tengah ) turun, bertanya kepada masyarakat terkait persoalan batas wilayah saja tidak pernah. Bahkan penyelesaian persoalan batas wilayah Lombok Tengah tidak masuk kedalam program 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri – HM. Nursiah,” ucap Endudiyadi
” Karena tidak memiliki keberanian, mungkin Pemkab Lombok Tengah ingin melepas dua wilayah Dusun itu seperti dulu melepas kawasan Nambung ke Lombok Barat. Dan kalau semua wilayah Desa Montong Ajan atau wilayah Desa Selong Belanak diklaim Lombok Barat, mungkin Pemkab Lombok Tengah juga akan melepasnya, karena memang Pemkab Lombok Tengah tidak memiliki keberanian dan kemampuan menyelesaikan persoalan batas wilayah,” sebut Endudiyadi
Pada akhir tahun 2020 lalu, masyarakat bersama Pemerintah Desa ( Pemdes ) se – Kecamatan Praya Barat Daya memasang pal batas wilayah antara Lombok Tengah dengan Lombok Barat di kawasan Nambung.
Pemasangan pal batas wilayah itu sebagai salah satu bentuk protes dan kekecewan masyarakat terhadap sikap Pemkab Lombok Barat yang mengklaim dua wilayah Dusun di Desa Montong Ajan. ” Masyarakat berani mempertahankan batas wilayah dengan berbagaicara, tetapi Pemkab Lombok Tengah, seolah – olah bersembunyi dan tidak mau tampil apalagi turun bersama masyarakat mempertahankan batas wilayah. Untuk itu kami minta kepada Pemkab Lombok Tengah, jangan takut, jangan bersembunyi dan mari bersama – sama masyarakat Lombok Tengah mempertahankan batas wilayah Lombok Tengah,” ujar Endudiyadi. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Pemkab Lombok Tengah Dianggap Tak Berani dan Tak Mampu Mempertahankan Batas Wilayah

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Hari Jadi Lombok Tengah 75
LOGO Hari Jadi Lombok Tengah 75

KATEGORI

STATISTIK