SHOPPING CART

close

dr. Langkir Resmi Laporkan Relawan Endri’s Foundation ke Polres Lombok Tengah

Relawan Endri's Foundation
Direktur RSUD Praya, dr. Muzakir Langkir

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Direktur Rumah Sakit Umum Daerah  ( RSUD ) Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat ( NTB ), Dr. Muzakir Langkir resmi melaporkan Relawan Endri’s Foundation, Irwan Tajri ke Polres Lombok Tengah. “Sudah kita laporkan satu minggu yang lalu ke Polres,” kata dr. Langkir usai menghadiri sidang paripirna di DPRD Lombok Tengah, Senin (28/12/2020).
RSUD Praya melaporkan Relawan Endri’s Foundation, Irwan Tajri karena diduga memberikan informasi bohong dan diduga mencemarkan nama baik RSUD Praya melalui postingan di akun Facebook ( FB ) pribadinya  yang menyebut RSUD Praya menahan seorang  Bayi dari pasangan Hardi dan Hamrina Rosada, warga Kelurahan Sesake, Kecamatan Praya Tenggah, Lombok Tengah karena tidak mampu membayar persalinan. ” Jadi yang kita laporkan oknum relawan Endri’s Foundation, bukan Endri’s Foundation. Saya sudah tanyakan langsung kepada orang tua bayi, dan dia ( orang tua bayi ) tidak pernah di konfirmasi, bahkan dia tidak tahu dirinya dan bayinya di Posting di media sosial, dia juga tidak pernah tahu apalagi meminta sumbangan dana dari oknum relawan Endri’s Foundation. Informasi dari orang tua bayi dia ( Irwan Tajri ) mendapat informasi sepihak dari Nenek Bayi itu,” ungkap dr. Langkir
Meskipun telah melapor ke Polres Lombok Tengah, namun dr. Langkir masih membuka pintu maaf kepada Relawan Endri’s Foundation, Irwan Tajri. ” Kalau dia ( Irwan Tajri ) minta maaf, ya pastilah kami maafkan, masalah apakah laporan dicabut atau tidak nanti kita lihat dulu, apakah dia punya niat baik untuk minta maaf atau tidak,” ucapnya
Dr. Langkir juga menegaskan, isi postingan dari Irwan Tajri di akun FB pribadinya itu sama sekali tidak benar. “Itu tidak benar dan bohong semua. Ibunya sudah boleh pulang sejak Rabu kemarin, akan tetapi dia masih posisi menunggu bayinya di ICU (sebagai pendamping bayi). Ibunya tertanggung PBI BPJS jadi tidak ada biaya alias gratis termasuk persalinannya,” ucapnya
Dr. Langkir menjelaskan, waktu itu, bayi belum diijinkan dibawa pulang oleh orang tuanya karena kondisinya belum membaik. “Bayinya belum bisa pulang karena kondisi belum baik. Catatan, masih kuning. Diagnosis tidak bisa dibuka karena rahasia kedokteran. Jadi tidak bisa pulang bukan karena ditahan karena alasan biaya akan tetapi karena memang belum diizinkan dokter pulang karena kondisi belum baik. Dan kata Dr. Gede yang  menangani Bayi itu, kalau kondisinya membaik akan diizinkan pulang hari Senin. Status bayipun sudah PBI jadi juga gratis tidak ada biaya apapun,” jelasnya
Sebelumnya, Relawan Endri’s Foundation ( EF ) Irwan Tajri membenarkan isi postingannya di akun Facebook ( FB ) pribadinya yang isinya  menuding pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya menahan seorang  Bayi dari pasangan Hardi dan Hamrina Rosada, warga Kelurahan Sesake, Kecamatan Praya Tenggah, Lombok Tengah karena  tidak mampu membayar persalinan di RSUD Praya, Lombok Tengah. “Jadi, mereka itu ( orangtua bayi ) dari keluarga kurang mampu. Kami bantu posting atas izin keluarga juga,” kata Irwan Tajri kepada suaralomboknews.com via WhatsApp ( WA ), Sabtu, 9 Desember 2020.
Dalam postingan di akun FBnya itu, Irwan Tajri juga membuka donasi dan mencantumkan nomor rekening Bank BRI atas nama dirinya untuk membantu biaya persalinan oranagtua bayi di RSUD Praya. “Sore tadi juga kami sudah sampaikan donasi yang terkumpul, 320.000,- semoga itu bisa membantu,” ucapnya
Menurut pihak RSUD Praya, kata Irwan Tajri, Bayi belum diijinkan dibawa pulang orang tuanya karena masih dalam penanganan Medis.” Tetapi penjelasan keluarga pasien ke kami berbeda, sehingga posting demikian,” sebutnya
Tajri mengaku, dirinya telah mendatangi pihak RSUD Praya, dan membenarkan Bayi tersebut masih dalam perawatan. “Tadi ( Sabtu,19/2020) kami ke RSUD dan memang benar adik itu ( bayi ) masih harus dirawat di RS. Soal-soal BPJS juga sudah dibereskan pihak RS. Dan hari Senin kami akan klarifikasi juga perihal ini kepada pihak RS supaya terang dan jelas persoalan ini,”  ungkapnya
Tajri berharap kepada Pemerintah  Daerah menyiapkan pelayanan terpadu di RSUD Praya, sehingga masyarakat miskin yang menggunakan Bantuan Sosial ( Bansos ) untuk berobat bisa terlayani dengan baik. “Saya harap pemerintah ke depan menyiapkan layanan terpadu di RSUD terkait soal masyarakat miskin yang hendak berobat dan menggunakan Bansos pemerintah. Karena masyarakat miskin mana tau dimana kantor Dinsos ( Dinas Sosial ) dan Dikes ( Dinas Kesehatan ). Dengan layanan terpadu itu tentu akan sangat memudahkan dan membantu,” harapnya
Berikut isi postingan akun FB, Irwan Tajri Chelsea.
Assalamualaikum warganet…!!
Bantu adek  ini pulang dari rumah sakit .
Lagi,,
Bayi tidak bisa dibawa pulang oleh orang tuanya karena alasan tidak ada biaya.
Putra dari pasangan Hardi dan Hamrina Rosada  ( Sesake ) ini terpaksa harus ditahan dulu di RSUD Praya karena tidak tidak mampu membayar persalinan disana.
Mereka ini adalah keluarga miskin.
Saya mengajak kepada kita semua untuk peduli dan membantu adik kita keluar dari rumah sakit.
Salurkan kepedulian anda ke Rekening
BRI : 4702 – 01 – 012669 – 53 – 9
IRWAN TAJRI
[ slNews –  rul ]

Tags:

0 thoughts on “dr. Langkir Resmi Laporkan Relawan Endri’s Foundation ke Polres Lombok Tengah

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Hari Jadi Lombok Tengah 75
LOGO Hari Jadi Lombok Tengah 75

KATEGORI

STATISTIK