SHOPPING CART

close

Selain ke Polisi, Wartawan Juga Akan Melaporkan KPU Lombok Tengah ke Jaksa

FWLT
Wartawan yang tergabung dalam Organisasi FWLT bersama Kuasa Hukum, Muhanan,SH dan Ikhsan Ramdany, SH melaporkan KPU Lombok Tengah ke Polres Lombok Tengah, NTB, Senin (16/11/2020)

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Polemik antara Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan Wartawan semakin meruncing.
Senin (16/11/2020) Wartawan yang tergabung kedalam Forum Wartawan Lombok Tengah (FWLT) melaporkan KPUD ke Polres Lombok Tengah. Kedatangan FWLT ke Polres Lombok Tengah didampingi kuasa hukum, Muhanan,SH dan Ikhsan Ramdhani,SH.
Muhanan mengatakan, laporan ini buntut larangan peliputan Debat Pilkada Lombok Tengah yang diselenggarakan oleh KPUD Lombok Tengah di D-Max Hotel beberapa waktu lalu. Terlebih dengan tidak adanya niat baik dari Komisioner KPUD Lombok Tengah untuk meminta maaf.
Selain itu, upaya hukum yang dilakukan saat ini dimaksudkan untuk memberikan epek jera bagi komisioner KPUD Lombok Tengah atas arogansi dan kesewenang – wenangannya terhadap insan Pers. Juga diharapkan jadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak melakukan hal yang sama. Karena bagaimanapun juga kebebasan Pers sudah diatur dalam undang-undang. Yang mana dijelaskan, barang siapa yang dengan sengaja menghalangi halangi tugas wartawan, dapat dijerat dengan pidana penjara dua tahun dan atau denda Rp 500 juta sesuai dengan UU Pers.
Untuk itu pihaknya berharap kepada Polres Lombok Tengah agar segera memproses kasus ini sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara itu Ketua Harian FWLT, Dala’ah, mengatakan bahwa persoalan ini bukan sekedar masalah organisasi apalagi perorangan tapi menyangkut profesi jurnalis.
Dikatakan Dalaah, tindakan KPUD Lombok Tengah dalam debat Pilkada beberapa waktu lalu jelas merupakan pelanggaran. Karena apapun alasannya, kebebasan Pers merupakan hal mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
Kalaupun wartawan tidak diizinkan meliput dengan alasan Pandemi Covid-19, pihak KPUD Lombok Tengah semestinya menyiapkan ruangan khusus bagi awak media agar bisa mengakses jalannya Debat tersebut.
Selain untuk meliput, juga untuk memastikan bahwa penyelenggaran debat dilaksanakan dengan maksimal ,mengingat anggarannya yang cukup fantastis. “Anggaran debat ini juga perlu diusut. Karena jumlahnya besar tapi pelaksanaanya menurut kami sangat acak-acakan,”tegas Dala’ah
Selain melapor ke Polres pihaknya juga akan membawa persoalan ini ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya. Namun bukan mengenai larangan peliputan melainkan untuk mempertanyakan pola kerjasama KPUD dengan perusahaan penyiaran Debat Pilkada Lombok Tengah. Juga akan melaporkan persoalan ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Ombudsman, Dewan Pers dan Mabes Polri.”Kami tidak akan main-main. Intinya anda menantang kami lawan,”ucap Dala’ah
Untuk itu pihaknya berharap kepada Polres Lombok Tengah bisa bertindak profesional dalam menangani persoalan ini.”Kita lihat saja sejauhmana keseriusan Polres Lombok Tengah menyikapi persoalan ini,”ujar Dala’ah
Laporan tersebut juga dihadiri sejumlah wartawan dari Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT) Lombok Tengah. [slNews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Selain ke Polisi, Wartawan Juga Akan Melaporkan KPU Lombok Tengah ke Jaksa

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Hari Jadi Lombok Tengah 75
LOGO Hari Jadi Lombok Tengah 75

KATEGORI

STATISTIK