Perempuan 14 Tahun Diduga Jadi Pemicu Ketegangan Antar Warga Desa Ketare Ditemukan di Alun -Alun Tastura Praya

Perempuan 14 Tahun Diduga Jadi Pemicu Ketegangan Antar Warga Desa Ketare Ditemukan di Alun -Alun Tastura Praya
Puluhan warga Desa Ketare, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah turun kejalan dengan membawa Sajam, Rabu malam, (17/06/2020).

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Situasi antara warga Dusun Ketare Dese dengan warga Dusun Sempalan, Desa Ketare, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) sempat memanas, Rabu malam (17/06/2020).
Puluhan warga dari dua Dusun di Desa Ketare keluar rumah dan turun kejalan dengan membawa Senjata Tajam (Sajam) jenis Tombak, Parang dan Keris.
Kontak fisik antara warga dari dua Dusun tersebut berhasil dicegah setelah aparat Kepolisian dari Polsek Pujut, Polres Lombok Tengah dan dari TNI Kodim 1620/Lombok Tengah memberikan imbauan dan pemahamanan kepada warga.”Tadi malam (Rabu,17/06) memang sempat memanas,  dan sekarang situasi sudah aman dan terkendali,”kata Kapolsek Pujut, AKP Herman, Kamis (18/06/2020).
Menurut AKP Herman, memanasnya situasi antara warga dari Dua Dusun di Desa Ketare karena salah paham yang diduga dipicu oleh ulah salah seorang anak perempuan berinisial NS, 14 Tahun, warga Dusun Ketare Dese, Desa Ketare.”Salah paham saja, berawal dari Keluarga yang mengira anaknya (NS) dilarikan (Kawin Lari) oleh temannya MF, 15 Tahun warga Dusun Sempalan, Desa Ketare. Dan dari keterangan Laki – laki (MF) pada hari Rabu pagi, (17/06) hannya diminta bantuan untuk mengantar NS ke Salon yang ada di Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat dan sebelum diantar ke Salon, NS minta izin keorang tuanya mau pergi Daftar sekolah dan meminjam sepeda motor temannya di Desa Ketare, setelah itu NS meminta bantuan MF untuk diantar ke Salon. Sekitar 2 jam, NS dan MF pulang dari Salon, dan sesampainya di Bundaran sebelah barat Bandara Internasional Lombok (BIL) NS dilihat oleh Ibunya berboncengan dengan MF. Dari keterangan Ibu Kandung NS, langsung mengejar NS dan MF, namun sampai di wilayah antara Desa Tanak Awu dan Desa Pengembur Ibu Kandung NS kehilangan jejak dan tidak berhasil menemuman NS dan MF,”ucapnya
Lebih lanjut, AKP Herman menceritakan, dari keterangan MF, sesampainya di Desa Ketare, NS meminta MF untuk pulang, sedangkan NS mengatakan mau nginap di rumah Neneknya.”Setelah dicari, NS tidak ditemukan dirumah Neneknya. Dan itu semakin meyakinkan keluraga, NS dibawa kawin lari, situasi warga pun semakin memanas, terlebih lagi diduga ada yang memprovokasi kedua warga. Namun situasi warga berhasil kita kendalikan setelah kami memberikan imbauan dan pemahaman kepada warga,”tuturnya
Setelah dilakukan pencarian, akhirnya NS ditemukan oleh Polisi di Alun Akun Tastura Praya, Lombok Tengah pada hari Kamis (18/06/2020) sekitar Pukul 10.30 Wita.”NS telah ditemukan di Lapangan Muhajiri (Alun – alun Tastura) Praya sekitar Pukul 10.30 Wita dan saat ini NS diamankan di Unit PPA Satreskrim Polres Lombok Tengah untuk dimintai keterangan,”ujar AKP Herman. [slNews – rul].

No Responses

Tinggalkan Balasan