Cadangan Pangan Lombok Tengah Capai 198,333 ton

Cadangan Pangan Lombok Tengah Capai 198,333 ton
Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.Ip bersama Dandim 1620/Lombok Tengah, Letkol Czi Prastiwanto, SE, M.I. Pol didampingi Kadis Pertanian dan Perkebunan Lombok Tengah, Lalu Iskandar dan Kadis Ketahanan Pangan Lombok Tengah, Lalu Wardihan Supriadi menyerahkan Bantuan peralatan pasca panen kepada perwakilan Petani penerima bantuan pada acara Rapat Koordinasi Pendampingan Tanaman Pangan Tahun 2019 di Aula Dinas Ketahanan Pangan Lombok Tengah, Selasa (19/11/2019)

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Wakil Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Pathul Bahri, S.Ip membuka Rapat Koordinasi Pendampingan Tanaman Pangan Tahun 2019, Selasa (19/11/2019).
Rapat Koordinasi yang digelar di Dinas Ketahanan Pangan Lombok Tengah itu dihadiri oleh Dandim 1620/Lombok Tengah, Letkol Czi Prastiwanto, SE, M.I. Pol, Kadis Pertanian dan Perkebunan Lombok Tengah, Lalu Iskandar dan Kadis Ketahanan Pangan Lombok Tengah, Lalu Wardihan Supriadi
Sedangkan peserta Rakor terdiri dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) se – Kodim 1620/Lombok Tengah dan para Penyuluh Pertanian.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri menyampaikan, Lombok Tengah memiliki peranan yang sangat strategis dalam rangka mendukung program Swasembada Pangan. Hal itu dikarenakan Lombok Tengah memiliki Potensi Sumber Daya Lahan dengan baku sawah seluas 54,517 Ha dan Lahan Kering seluas 51,740 Ha dengan hasil Produksi Padi sebesar 527.796 ton.”Rata-rata kebutuhan konsumsi penduduk Lombok Tengah perkapita per orang per tahun sebesar 135,234 kg. Angka ini cukup tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata tingkat konsumsi penduduk secara nasional. Dan jumlah penduduk Lombok Tengah 1.100.000 jiwa dengan konsumsi rata-rata perkapita per orang per tahun sebesar 135,234 kg. Dengan tingkat produksi beras sejumlah 333,567 ton per tahun, dan kita masih memiliki cadangan pangan/surplus sebesar 198,333 ton,”ungkapnya
Lombok Tengah dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, kata H. Lalu Pathul juga mempunyai peran penting. Hal tersebut dibuktikan Lombok Tengah mampu mensuplai kebutuhan beras Provinsi lain, diantaraya Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Provinsi Bali.”Untuk benih kedelai, Lombok Tengah di harapkan menjadi salah satu kabupaten sebagai penghasil benih kedelai nasional. Selain itu benih kedelai Lombok Tengah di kirim ke Lampung, NTT, Kalimantan Selatan dan ke sejumlah Daerah di Indonesia,”katanya
Menurut, H. Lalu Pathul, kerhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten. Dukungan Program dan Kegiatan baik dari APBN, APBD I maupun APBD II harus menjadi Pemacu produksi dan produkktifitas setiap komoditas Tanaman Pangan di Lombok Tengah.”Pengawalan dan Pendampingan kepada Petani sebagai Pelaku Utama dan Pelaku Usaha Pertanian harus dioptimalkan untuk menjamin terselenggaranya proses produksi pada setiap wilayah guna pencapaian target Produksi tersebut, sehingga pengawalan dan pendampingan oleh aparat seperti Penyuluh, POPT, TNI dan aparat Pertanian lainnya sangatlah penting,”ujarnya
Usai membuka acara Rakor, Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri bersama Dandim 1620/Lombok Tengah, Letkol Czi Prastiwanto, SE, M.I. Pol didampingi Kadis Pertanian dan Perkebunan Lombok Tengah, Lalu Iskandar dan Kadis Ketahanan Pangan Lombok Tengah, Lalu Wardihan Supriadi menyerahkan Bantuan peralatan pasca panen berupa 64 unit alat Panen Paadi kepada perwakilan Petani penerima bantuan. Dan dilanjutkan dengan Rakor Pendampingan Tanaman Pangan Tahun 2019. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan