Soal Rehab Ruang Kelas SDN Satap Bangket Bolo, Azhar Ancam Lapor ke Polda

Soal Rehab Ruang Kelas SDN Satap Bangket Bolo, Azhar Ancam Lapor ke Polda

SuaraLombokNews.com – Lombok Tengah | Kepala Desa (Kades) Mekar Sari Azhar mengancam akan melaporkan kasus dugaan Korupsi Rehab dua lokal kelas SD Negeri Satu Atap (Satap) Bangket Bolo, Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah ke Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) jika aparat penegak hukum di Bumi Tatas Tuhu Trasna tidak serius menangani Dugaan Korupsi Rehab dua lokal ruang kelas  SDN Satap Bangket Bolo yang dana pembangunannya senilai Rp. 200 juta tersebut.” Kalau prosesnya mentok di Polres atau di Jaksa, kami akan lapor ke Polda, kalau di Polda mentok lagi, kami lapor ke Mabes Polri, bila perlu juga ke Jaksa Agung,” ancam Azhar, Kamis (28/12/2017).

Untuk itu kata Azhar, atas nama masyarakat Desa Mekar Sari mendesak aparat Penegak hukum untuk segera mengusut tuntas dugaan Korupsi rehab dua lokal ruang kelas SDN Satap Banket Bolo tersebut. Sehingga penggunaan anggaran rehab dua lokal ruang kelas senilai Rp. 200 juta itu menjadi terang benerang dan tidak menjadi tanda tanya di tengah – tengah masyarakat.” Harus diusut tuntas, suapaya persoalan ini jadi terang benerang, dan tidak menjadi tanda tanya di tengah – tengah masyarakat,” pintanya.

Ditemui SuaraLombokNews.com  pada acara pembukaan Program Inovasi Desa melalui Bursa Inovasi Desa di salah satu Hotel di depan Lombok Internasional Airport (LIA) Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut Lombok Tengah, Kamis (28/12/2017), Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah H. Sumum mengaku tidak ada persoalan dugaan korupsi pada kegiatan Rehab dua lokal ruang kelas SDN Satap Bangket Bolo.” Tidak ada masalah, cuman masyarakat yang maunya sendiri – sendiri  saja,”ucapnya.

Menurut H. Sumum, tidak ada persoalan dugaan Korupsi rehab dua lokal ruang kelas SDN Bangket Bolo, melainkan persoalan ada Guru Honorer di SDN Satap Bangket Bolo yang merasa tidak diberdayakan atau di fungsikan, setelah sejumlah Guru Garis depan ditugaskan mengajar di SDN Satap Bangket Bolo.” Yang Honor sudah mulai mengajar  kembali, ya sama – sama pegang satu kelas. Inilah persoalan yang kita hadapi, pemerintah pusat mendrop Guru Garis depan untuk kemajuan sekolah itu sendiri, di sisi lain kita tidak bisa mengangkat Guru PNS karena Moratorium, jadi posisi kita ada di tengah – tengah,” ujarnya.

Informasi yang berhasil di himpun SuaraLombokNews.com, saat ini kasus dugaan Korupsi rehab dua lokal ruang kelas SDN Satap Bangket Bolo senilai Rp. 200 juta itu ditangani Unit Tipikor Satreskrim Polres Lombok Tengah. (SLNews.com – rul).

No Responses

Tinggalkan Balasan