Alasan Warga Dua Dusun di Dalam Lintasan Sirkuit Mandalika Apresiasi Kinerja Gubernur NTB

LOMBOK TENGAH | Puluhan kepala keluarga (KK) di dua dusun yakni Dusun Ebunut dan Ujung Lauk, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah yang saat ini masih bertahan dan tinggal di dalam Lintasan Sirkuit Pertamina Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengapresiasi langkah cepat Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dalam menyelesaikan persoalan tanah warga di dua dusun yang sudah bertahun – tahun tidak kunjung ada solusi penyelesaiannya. “Kami mengapresiasi kinerja pak Gubernur yang telah menemukan solusi penyelesaian tanah warga didalam Lintas Sirkuit Mandalika. Persoalan tanah warga di Dua Dusun sudah berlangsung lama, tetapi baru sekarang ada solusi penyelesaiannya, untuk itu kami ucapkan terimakasih kepada Pak Gubernur,” ucap Kepala Dusun (Kadus) Ujung Lauk, Desa Kuta, Abdul Muthalib, Minggu, (30/10/2021).
Wakil Ketua Satu Solidaritas Warga Inter Mandalika (SWIM) itu mengungkapkan, tanah warga di dua dusun yang belum diselesaikan baik oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) / Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengembang KEK The Mandalika maupun oleh Pemerintah akan diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi NTB. “ Saat kami bertemu dengan Pak Gubernur dan kepala Bakesbangoldagri NTB, penyelesaian tanah warga melalui Bank NTB dan warga nantinya yang dibukakan Rekening Bank. Masalah kapan dibayar, kami masih menunggu informasi, yang terpenting adalah penyelesaian tanah warga sudah ada solusi dan jalan keluarnya,” ungkap Abdul Muthalib
Prioritas utama lahan yang akan diselesaikan lanjut Abdul Muthalib yakni 8 bidang lahan warga yang ada di dalam Lintasan Sirkuit Mandalika dan dua bidang Lahan enclave yang belum dibebaskan.” Yang jadi prioritas utama saat ini, lahan warga yang ada di 8 bidang dan dua bidang lahan Enclave sisa dari Penlok 1 yang belum dibebaskan. Untuk itu kami berharap kepada Pak Gubernur segera merealisasikan pembayaran lahan warga, kalau bisa sebelum pergelaran event FIM MOTUL Superbike World Championship (WSBK),” harapnya
Untuk mendukung event WSBK pada tanggal 19 – 21 November mendatang, kata Abdul Muthalib, khusus untuk warga yang ada di dua Dusun ikut dilibatkan selama event WSBK berlangsung di Sirkuit Mandalika. “ Alhamdulillah lebih dari 50 orang warga di dua dusun dilibatkan dalam event WSBK, ada yang menjadi tim kebersihan dan komunikasi,” ujarnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan