Jelang motoGP 2025, Bersama Alarm NTB, LSM di Lombok Tengah Satukan Barisan Demi Pariwisata Aman, Nyaman dan Ramah

SUARALOMBOKNEWS | Menjelang event motoGP yang akan berlangsung pada awal bulan Oktober 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Rakyat Menggugat (LSM Alarm) NTB menggelar Diskusi Publik dengan mengusung tema Melestarikan Budaya Ramah Melalui Event MotoGP Serta Meningkatkan Citra Pariwisata Yang Aman dan Nyaman.
Diskusi Publik yang berlangsung di Talk Coffee Praya, Lombok Tengah, pada Rabu, (6/8/2025) itu dihadiri oleh para pentolan Lembaga, Aktivis, penggiat pariwisata dan Organisasi Pemuda yang berasal dari sejumlah daerah di Pulau Lombok.
Diskusi Publik yang menghadirkan sejumlah Narasumber dari kalangan aktivis, penggiat pariwisata dan dari Dinas Pariwisata Lombok Tengah itu dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Lombok Tengah, H. Lalu Firman Wijaya, ST,.MT.
Dalam sambutannya, Lalu Firman menyampaikan, Pariwisata mampu menggerakan semua sektor. Namun, Pariwisata itu sangat sensitif terhadap persoalan, khususnya persoalan yang berkaitan dengan Keamanan dan Kenyamanan.” Pariwisata mampu menggerakkan semua sektor, kebutuhan pariwisata itu juga Komplek, akan tetapi pariwisata itu sangat sensitif, satu saja persoalan yang terjadi Negara bisa mengeluarkan Travel Warning. Ibaratnya menjaga Pariwisata, seperti menjaga Telur Muda. Untuk itu, melalui kesempatan ini mari kita sama – sama menjaga Pariwisata, menjaga Keamanan dan Kenyamanan,”ucapnya.
Di bidang Pariwisata, kata Lalu Firman, keamanan dan kenyamanan itu menjadi syarat utama yang harus diciptakan dan dijaga, sehingga wisatawan dari dalam maupun luar negeri yang datang berkunjung atau berwisata merasa nyaman. “ Saat ini, berwisata merupakan kebutuhan tersier, artinya setelah kebutuhan dasar terpenuhi waktunya berwisata, sehingga tuntutan keamanan dan kenyamanan itu tinggi, wisatawan datang untuk bersenang senang, untuk itu aman dan nyama itu menjadi kata mutlak yang harus diciptakan,”katanya
Selain persoalan keamanan dan kenyamanan, Lalu Firman juga menegaskan pentingnya sikap ramah tamah dan masyarakat harus bisa menjadi tuan rumah yang bisa menerima dan menyambut dengan baik sesuai dengan adat, istiadat dan budaya masyarakat Sasak Lombok.” Sumber Daya Alam (SDA) kita jauh lebih baik dari daerah lain, tapi Investasi di daerah kita agak lambat, hal itu dikarenakan penerimaan yang masih kurang di masyarakat. Pengalaman Pemda saat ikut mensupport Event WSBK dan MotoGP pertama, ketika permintaan akomodasi tinggi, justru ada oknum – oknum tertentu yang bermain. Saat itu, ada wisatawan satu keluarga jauh hari sebelum event WSBK dan MotoGP, mereka sudah memesan Kamar Hotel melalui Aplikasi, Namun saat wisatawan itu datang, kamar hotel yang sudah di pesannya sudah dijual ke wisatawan lain, dan terjadi keributan, dan hal itu tidak kita inginkan lagi. Atas dasar itulah Pemda membentuk Satgas untuk menyelesaikan persoalan akomodasi dan transportasi. Jangan sampai kita mengedepankan bisnis, tetapi kita belum mengedepankan cara humanis dan hanya melihat kepentingan jangka pendek,” tuturnya
Semua pihak, lanjut Lalu Firman memiliki tanggung jawab untuk bersama – sama menyiapkan masyarakat untuk berkompetisi, sehingga celah celah monopoli bisa ditutup.”Kita harus terbuka dengan menyiapkan masyarakat untuk bisa berkompetisi, sehingga tidak ada ruang terjadinya monopoli, misalnya di bidang akomodasi maupun transportasi,”pesannya
Lalu Firman juga mengungkapkan, Pemerintah Daerah sering menerima keluhan dari Investor, dan yang terbanyak yang dikeluhkan Investor yakni persoalan lahan.” Pak Bupati dan Pak Wabup sering terima keluhan dari investor, salah satunya masalah lahan, ada salah bayar, salah luas. Kemudian persoalan premanisme, contoh ada yang meributkan masalah material, tenaga kerja. Dan Kepastian Berusaha Harus kita berikan, termasuk disitu ada keamanan kenyamanan. Dan kegiatan ini memiliki makna dan maksud yang luas untuk kita bersama – sama bersatu membangun daerah kita, membangun Pariwisata dan menjaga Keamanan serta mewujudkan kenyamanan,” ujarnya.
Setelah Pembukaan, Diskusi Publik yang dipandu langsung oleh Ketua LSM Alarm NTB, Lalu Muhammad Hizzi, dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi terkait dengan Melestarikan Budaya Ramah Melalui Event MotoGP Serta Meningkatkan Citra Pariwisata Yang Aman dan Nyaman, dengan Narasumber Direktur Lembaga Studi Advokasi Demarkasi ( Le-SA Demarkasi) NTB, Hasan Masat dan Kabid SDA dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Imam Mahardika. [SLNews – rul]

Tinggalkan Balasan