SHOPPING CART

close

Sikap Arogan PT Rezka, Bikin Warga Pengawisan Sekotong Sakit dan Trauma

Lahan Warga Dusun Pengawisan, Desa Persiapan Pesisir Emas, Lombok Barat
Ibu – ibu Dusun Pengawisan menyita dan memikul plang milik PT Rezka Nayatama sebelum dipasang diatas lahan milik warga Dusun Pengawisan, Desa Persiapan Pesisir Emas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, NTB, Senin, (20/6/2022)

LOMBOK TENGAH | Pasca PT Rezka Nayatama memasang plang yang bertuliskan area proyek pembangunan pabrik pengolahan umbi Porang No Registrasi : PBG-520107-13042022-01 PT Rezka Nayatama Kontraktor ACE PT Ace Engineering & Construction di atas lahan milik warga Dusun Pengawisan, Desa Persiapan Pesisir Emas pada Senin, 20 Juni 2022 lalu dengan cara penyuruh dan memanfaatkan sejumlah oknum warga Dusun Gili Genting yang kini menjadi wilayah Dusun Tanah Genter, Desa Persiapan Pesisir Emas, salah seorang warga Dusun Pengawisan, Desa Persiapan Pesisir Emas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Sahnim, 38 tahun sampai dengan saat ini masih sakit dan trauma. ” Keponakan perempuan (Sahnim) saya pasca pemasangan plang PT Rezka bulan Juni lalu, sampai saat ini masih sakit, tensi darahnya 80, karena tidak bisa tidur dan masih trauma melihat warga suruhan PT Rezka yang datang mau pasang plang dengan membawa senjata tajam (Sajam) dan keributan yang terjadi saat PT Rezka mau pasang plang di atas tanah milik masyarakat,” cerita Mahmud warga Dusun Pengawisan, Sabtu, (9/7/2022).

Saat sejumlah oknum warga Dusun Gili Genting suruhan PT Rezka datang memasang plang, kata Mahmud, keponakannya sedang di rumahnya. ” Saat kejadian dia (Sahnim) sedang dirumah dan melihat langsung keributan dan kedatangan oknum warga suruhan PT Rezka yang membawa Sajam. Sampai saat ini dia masih sakit, trauma, takut keluar rumah dan takut melihat orang banyak. Malam tidak bisa tidur, karena takut kalau oknum warga suruhan PT Rezka datang tiba – tiba,” ujarnya

Pemasangan Plang yang dinilai Ilegal oleh Masyarakat Dusun Pengawisan itu berlangsung pada saat para laki laki Dusun Pengawisan tengah menggelar aksi demo di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat.

Pemasangan Plang milik PT Rezka Nayatama oleh sejumlah oknum masyarakat Dusun Tanah Genter, Desa Persiapan Pesisir Emas yang disuruh oleh PT Reska Nayatama berhasil di gagalkan oleh ibu – ibu Dusun Pengawisan bersama sejumlah laki – laki Dusun Pengawisan yang tidak ikut Demo ke Kantor BPN Lombok Barat.

Masyarakat Dusun Pengawisan dan Ketum Alarm NTB, Lalu Hizi yang mendapat informasi ada pemasangan plang oleh PT Reska Nayatama di Dusun Pengawisan yang saat itu tengah orasi di depan Kantor BPN Lombok Barat langsung bergegas kembali ke Dusun Pengawisan.

Pemasangan plang milik PT Rezka Nayatama pun berhasil di gagalkan oleh warga Dusun Pengawisan. 

Situasi di Dusun Pengawisan saat pemasangan plang berlangsung mencekam, setiap kendaraan yang melintas di jalan raya Dusun Pengawisan di sweeping oleh warga Dusun Pengawisan.

Selain menyita plang yang belum sempat ditancapkan di atas lahan milik warga , warga Dusun Pengawisan juga mencari sejumlah oknum warga dari Dusun Gili Genting yang kini menjadi wilayah Dusun Tanah Genter ke rumah mereka masing – masing yang lokasinya bersebelahan dengan wilayah Dusun Pengawisan.

Bentrok berdarah antar warga dua Dusun dan aksi main hakim sendiri berhasil dilerai dan dicegah oleh sejumlah personel kepolisian dari Polres Lombok Barat dan Pj Kades Persiapan Pesisir Emas, Rusdin yang saat itu tengah berada di tengah – tengah masyarakat Dusun Pengawisan dan Tanah Genter. “Saat PT Rezka mau pasang plang, sebagian warga sedang demo di Kantor BPN Lombok Barat, dan warga dari Dusun Tanah Gentar disuruh pasang plang oleh PT Rezka. Kami sangat menyayangkan sikap PT Rezka yang mau membenturkan dan mengadu domba masyarakat Dusun Pengawisan dengan Dusun Tanah Gentar, dengan cara memanfaatkan warga Dusun Tanah Gentar memasang plang,” kesal Kepala Dusun (Kadus) Pengawisan, Desa Persiapan Pesisir Emas, Sohbi

Ditempat sayang sama, Pj Kades Persiapan Pesisir Emas, Rusdi juga menyayangkan sikap PT Reska Nayatama yang mau memasang plang dengan cara – cara yang tidak sesuai dengan prosedur dengan memanfaatkan warga Dusun Tanah Genter yang merupakan satu kesatuan atau satu rumpun dengan warga Dusun Pengawisan. “Pemasangan plang tidak benar, kalau betul-betul memiliki lahan kenapa tidak berkomunikasi dengan Kades malah warga yang disuruh memasang plang. Sikap PT Rezka yang memanfaatkan masyarakat untuk memasang Plang kurang pas, semestinya ada pemberitahuan melalui pemerintah desa dan kecamatan,” sesalnya

Rusdi mengaku, dirinya menerima informasi dari masyarakat, bahwa akan ada pemasangan Plang PT Rezka Nayatama di Dusun Pengawisan.

Setelah mendapat informasi dari warganya, Rusdi pun langsung turun ke Dusun Pengawisan dan Dusun Tanah Genter. “Saya kaget dapat laporan dari warga ada pemasangan plang, saya langsung turun untuk mencegah supaya tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya

Saat ditanya apakah PT Rezka Nayatama telah memiliki dokumen perizinan mendirikan Pabrik Pengolahan Umbi Porang, dan apakah PT Rezka Nayatama telah meminta surat persetujuan dari warga, Kadus dan Kades sebagai dasar penerbitan izin Pabrik Pengolahan Umbi Porang, Rusdi dengan tegas mengatakan tidak tahu terkait dengan dokumen perizinan dan tidak pernah menandatangani surat atau dokumen apapun terkait dengan pembangunan pabrik pengolahan umbi Porang PT Rezka Nayatama. “ Saya tidak pernah tahu terkait dengan izin dan tidak pernah ada usulan persetujuan mulai dari warga, kadus kades, tanpa ada tanda tangan persetujuan dari warga dan Kadus, saya tidak akan berani menandatangani apapun,” sebutnya

Ketum Alarm NTB, Lalu Hizi menyebutkan, sikap PT Rezka Nayatama yang memanfaatkan dan memperalat warga Dusun Tanah Genter untuk memasang plang di Dusun Pengawisan merupakan cara untuk mengadu domba masyarakat.” Setelah melakukan dugaan pembohongan publik dengan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pabrik Porang yang lokasinya di luar Dusun Pengawisan, sekarang PT Rezka mau mengadu domba dengan menyuruh masyarakat memasang plang. Apa iya sekelas PT tidak memiliki karyawan, kok yang disuruh pasang plang masyarakat diluar Dusun Pengawisan, dan itu menandakan bahwa PT Rezka tidak memiliki lahan di Dusun Pengawisan,” sebutnya

Pria berambut gondrong dan berpenampilan Rocker itu meminta kepada Polres Lombok Barat untuk segera memproses kasus pembohongan publik yang diduga dilakukan PT Rezka Nayatama. “ Kami mohon kepada Pak Kapolres Lombok Barat untuk segera memproses kasus pembohongan publik yang diduga dilakukan PT Rezka, dan Alarm bersama warga juga akan melaporkan perbuatan PT Rezka yang memasang plang dengan memperalat warga, karena pemasangan plang itu nyaris terjadi pertumpahan darah antara warga dua Dusun dan telah menciptakan situasi yang tidak kondusif di tengah –  tengah masyarakat Dusun Pengawisan,” ujar Lalu Hizi. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Sikap Arogan PT Rezka, Bikin Warga Pengawisan Sekotong Sakit dan Trauma

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Juli 2022
M S S R K J S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

STATISTIK