Dana PEN Tak Kunjung Cair, Ratusan Anggota KSU Rinjani Ngamuk di BRI Praya

LOMBOK TENGAH | Ratusan masyarakat Lombok Tengah yang tergabung dalam Koperasi Serba Usaha (KSU) Rinjani menggelar aksi demo di depan Kantor Cabang Bank BRI Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin, (11/4/2022).
Aksi demo yang berlangsung tegang dan memanas itu sebagai bentuk protes masyarakat kepada Bank BRI yang tidak kunjung mencairkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berupa dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp 100 juta tanpa jaminan. “ Kami sudah melengkapi berkas persyaratan dan semuanya sudah lengkap, tetapi sudah dua bulan kami dijanjikan dan sampai sekarang dana PEN KUR Rp 100 juta tanpa jaminan tidak kunjung dicairkan oleh Bank BRI. Kami tidak akan pulang, kami akan menginap di Bank BRI sampai dengan dana PEN dicairkan. Karena dana PEN itu akan kami gunakan sebagai modal beternak Sapi,” ungkap Maskur, anggota KSU Rinjani asal Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah.
Melihat aksi demo masyarakat yang semakin tidak terkendali, Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono, turun langsung mengamankan jalannya aksi demo dan membujuk serta memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Dihadapan Kapolres Lombok Tengah, masyarakat memohon agar difasilitasi dengan pihak Bank BRI sehingga dana PEN KUR Rp 100 juta tanpa jaminan bisa terealisasi.
Dihadapan Kapolres Lombok Tengah, Masyarakat juga dengan tegas menyatakan siap diborgol bila dana PEN yang diusulkan tidak dicairkan oleh Bank BRI. “ Sudah dua bulan kami menunggu pencairan, tapi sampai sekarang tidak ada respon apapun dari Bank BRI. Kalau kedatangan kami kesini (Kantor Bank BRI Praya) salah silakan borgol kami, BRI yang menjanjikan kami, kami diminta melengkapi berkas persyaratan dan semuanya sudah kami lengkapi, tetapi tidak ada pelayanan apapun yang diberikan oleh Bank BRI, lalu apakah kami yang salah atau Bank BRI. Untuk itu kami memohon kepada pak Kapolres untuk memfasilitasi kami dengan Bank BRI,” pinta Sukardi, anggota KSU Rinjani asal Desa Kopang Rembige, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah.
Karena tidak ada titik temu, massa aksi demo menyodorkan surat pernyataan yang harus ditandatangani oleh Bank BRI yang isinya Bank BRI menjelaskan bahwa dana PEN KUR Rp 100 juta tanpa jaminan tidak ada di Bank BRI.
Namun, pihak Bank BRI yang diwakili oleh Legal Office Bank BRI Agung Yogi menolak untuk menandatangani surat pernyataan yang disodorkan massa aksi tersebut. “ Kami tidak akan menandatangani surat ini, karena sudah ada surat pernyataan yang kami buat yang ada Kop Surat Bank BRI,” tegas Agung Yogi.
Ditempat yang sama, Kapolres Lombok Tengah, AKBP Hery menegaskan, pihaknya tidak bisa menekan pihak Bank untuk melakukan pencairan dana, karena bukan wewenang dan tanggung jawab Polisi. “ Itu tidak bisa kami lakukan, karena itu bukan wewenang kami. Dan kalau Bank BRI salah, kami akan bertindak, sebaliknya kalau masyarakat salah, maka berhadapan dengan kami, untuk itu masyarakat harus paham jangan sampai melanggar hukum dan menjadi pesakitan. Karena tidak semua PEN dananya ada, apabila program itu ada tetapi tidak disalurkan, maka kami akan melakukan tindakan,” ujarnya
Aksi Demo masyarakat yang tergabung dalam KSU Rinjani di Kantor Cabang Bank BRI Praya itu mendapat penjagaan dari personel Polres Lombok Tengah. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan