Tak Ada Penantang di Muskab, LPB Kembali Pimpin PMI Lombok Tengah

LOMBOK TENGAH | Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke – VIII Tahun 2021 disalah satu Hotel berbintang di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Rabu, (29/12/2021).
Melalui Muskab ke – VIII PMI Tahun 2021 itu, Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri (LPB) kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PMI Lombok Tengah dengan memperoleh 13 suara dari 15 suara yang diperebutkan.
Proses pemilihan Ketua PMI Lombok Tengah berjalan landai. Tidak ada penantang dari LPB untuk merebut organisasi kemanusiaan itu.
Pada pemilihan kali ini sebanyak 15 suara diperebutkan. 12 suara berasal dari masing-masing Kecamatan, sedangkan 3 suara berasal dari Forum Relawan, Pengurus PMI NTB dan satu suara lagi dari Ketua lama.
Hasilnya, LPB mendapat dukungan 13 suara sementara 2 suara yang berasal dari suara Kecamatan justru tidak diusulkan menjadi calon yakni Kecamatan Praya Barat dan Kecamatan Batukliang Utara. Dengan 13 voter tersebut maka LPB berhak menjadi Ketua PMI Kabupaten Lombok Tengah untuk kedua kalinya.
Selanjutnya nanti komposisi kepengurusan akan ditentukan oleh 7 orang anggota formatur yang dipimpin Ketua terpilih.
Ketua PMI Provinsi NTB H.Ridwan Hidayat yang membuka kegiatan Muskab ke – VIII PMI Lombok Tengah Tahun 2021 mengatakan, dalam berbagai kegiatan PMI komitmen terhadap kemanusiaan seperti tahun 2010 berisi tentang memperbaiki hajat hidup masyarakat rentan melalui promosi prinsip nilai kemanusiaan, penanggulangan bencana, kesiapsiagaan penanggulangan bencana, kesehatan dan perawatan di masyarakat, Deklarasi Hanoi (United for Action) berisi penanganan program pada isu-isu penanggulangan bencana, penanggulangan wabah penyakit, remaja dan manula, kemitraan dengan pemerintah, organisasi dan manajemen kapasitas sumber daya serta humas dan promosi, maupun Plan of Action merupakan keputusan dari Konferensi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah ke-27 di Jenewa Swiss tahun 1999.
Dalam konferensi tersebut Pemerintah Indonesia dan PMI sebagai peserta menyatakan ikrar di bidang kemanusiaan. “Hal ini sangat sejalan dengan tugas pokok PMI adalah membantu pemerintah Indonesia di bidang sosial kemanusiaan terutama tugas-tugas kepalangmerahan yang meliputi, Kesiapsiagaan Bantuan dan Penanggulangan Bencana, Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Sukarelawan, Pelayanan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat, Pelayanan Transfusi Darah. Kinerja PMI di bidang kemanusiaan dan kerelawanan mulai dari tahun 1945 sampai dengan saat ini. Untuk itu saya berharap agar ketua terpilih nanti bisa mengembangkan lagi organisasi ini untuk kepentingan kemanusiaan,” harap Ridwan
Sementara itu Ketua PMI Kabupaten Lombok Tengah H.Lalu Pathul Bahri (LPB) sebelum pemilihan mengatakan proses pergantian dalam organisasi merupakan hal yang biasa terjadi yang terpenting bagaimana organisasi itu berjalan dengan baik sesuai harapan masyarakat.
Bagi LPB siapapun terpilih nanti organisasi ini harus tetap berkomitmen tinggi untuk kemanusiaan.
Diakuinya PMI telah banyak berkorban untuk masyarakat secara sukarela melalui kegiatan sosial, kegiatan tanggap darurat maupun kegiatan sosialisasi ke masyarakat terkait kesehatan dan kebencanaan.
Kondisi iklim yang kerap berubah ubah mengharuskan kepada PMI untuk siap menghadapi segala kemungkinan itu. Bencana kebakaran, tanah longsor, angin puting beliung dan banjir bisa terjadi setiap saat oleh karenanya relawan yang sudah dibentuk untuk selalu waspada mengantisipasi kemungkinan terburuk.
LPB berharap agar unit transfusi darah (UTD) yang selama ini dibawah naungan Dinas Kesehatan Lombok Tengah bisa dikelola oleh PMI tentunya dengan mengacu kepada aturan yang berlaku. “Saya minta Dinas Kesehatan dan RSUD dapat memanfaatkan keberadaan PMI dalam misi kemanusiaan serta meminta agar UTD Darah bisa dikelola oleh PMI, silahkan cari aturan mainnya agar tak menyalahi aturan,” ujarnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan