Mujur Jadi Juara 3 Desa Cantik Nasional, BPS Dapat Piagam Dari LPB

LOMBOK TENGAH | Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) merilis data tahun 2021, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lombok Tengah tahun 2021 sebesar 66,72 persen. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 0,44 persen dibandingkan angka tahun 2020.
Hal itu menjadikan posisi IPM Kabupaten Lombok Tengah berada di peringkat ke-7 di antara Kabupaten/Kota se-NTB.
Demikian disampaikan Kepala BPS Lombok Tengah, Anas, saat menerima piagam penghargaan dari Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri (LPB) di ruang kerja Bupati Lombok Tengah di Gedung B, Lantai 5 Kantor Bupati Lombok Tengah, Selasa (21/12/2021).
Bupati Lombok Tengah memberikan piagam penghargaan kepada BPS, karena BPS telah berhasil dalam membina Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur sebagai juara 3 nasional Desa Cantik (Cinta Statistik). “Untuk diketahui bahwa nilai komponen IPM tahun 2021 yakni Umur Harapan Hidup (UHH) sebesar 66,38, Harapan Lama Sekolah (HLS) 13,85, Rata-rata Lama Sekolah 6,29, dan Pengeluaran per Kapita 9,96 juta rupiah,” jelas Anas usai menerima Piagam Penghargaan dari Bupati Lombok Tengah.
Selain itu yang cukup menggembirakan juga adalah persentase penduduk miskin Kabupaten Lombok Tengah tahun 2021 sebesar 13,44 persen. Persentase penduduk miskin tahun 2021 dan 2020 sama. Walaupun begitu, jika dibandingkan dengan seluruh kabupaten/kota di Provinsi NTB, Kabupaten Lombok Tengah merupakan satu-satunya kabupaten yang persentase penduduk miskinnya tidak meningkat di tahun 2021. Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Lombok Tengah tahun 2021 sebesar 2,33. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 3,74. “Alhamdulillah angka kemiskinan kita tidak meningkat meskipun kita dilanda pandemi. ini kata BPS ya, bukan kata saya, dan capaian ini sudah cukup baik jika mengingat pandemi covid yang masih melanda,” ungkap H. Lalu Pathul Bahri
H. Lalu Pathul menekankan agar upaya-upaya menekan angka kemiskinan dilakukan bersama-sama oleh seluruh pihak. “Kita akan segera melakukan pertemuan dengan seluruh stakeholder termasuk BPS dan lembaga-lembaga pemerhati sosial dalam merumuskan agenda yang lebih tajam untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah,” ujarnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan