SHOPPING CART

close

Prof. Dr. Atik Bersedia Ajarkan Santri NU di Lombok Tengah Buat dan Merakit Pesawat

Kepala Pusat Penelitian Teknologi Pesawat Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Prof. Dr. Atik Bintoro
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri (kanan) saat bertemu dan menerima buku perintis pesawat N219 dengan perancang pesawat perintis N.219 buatan PT. Dirgantara Indonesia, Prof.Dr. Atik Bintoro (kiri) di Ponpes Lanser, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Minggu, (5/12/2021)

LOMBOK TENGAH | Kepala Pusat Penelitian Teknologi Pesawat Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Prof. Dr. Atik Bintoro menegaskan, bersedia untuk mengajarkan santri / santriwati Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama (Ponpes NU) yang ada di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) cara pembuatan ataupun perakitan pesawat terbang. “Berapa bulan mau belajar, saya siap ajarkan, gratis bahkan makan minum selama belajar kami siapkan,” tegas Prof.Dr. Atik Bintoro saat bertemu dengan Bupati Lombok Tengah yang juga Ketua PCNU Kabupaten Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri di Ponpes  Lengser, Desa Kuta Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Minggu, (5/12/2021).

Menurut pria yang merupakan salah satu perancang pesawat perintis N.219 buatan PT. Dirgantara Indonesia, saat ini dirinya dan tim sudah menyelesaikan pembuatan pesawat yang diberi nama N.219 dan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021 lalu, kader Nahdlatul Ulama melakukan nota kesepahaman pembelian lima pesawat N219 yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia.

Menariknya, salah seorang perancang pesawat N.219 yaitu Prof Atik Bintoro adalah instruktur Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang menjadi ahli peneliti utama di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). “Alhamdulillah, bisa ikut berkontribusi dalam merancang pesawat N.219, setelah tujuh tahun penantian,” kata Prof Atik yang juga Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Rumpin, Bogor, Jawa Barat.

Prof. Dr. Atik mengungkapkan bahwa pesawat N.219 merupakan hasil karya anak bangsa yang dipasarkan untuk pasar nasional dan global dengan harga per unit USD 6,8 juta atau setara Rp 80 miliar.

Sementara itu, Instruktur Nasional PKPNU, Kyai Adnan Anwar mengatakan pembelian pesawat N. 219 akan memperkuat sinergi antar kader NU dan memperluas jejaring NU dalam rangka konsolidasi nasional menuju satu abad Nahdlatul Ulama 2026 dan sekaligus menginspirasi kebangkitan Indonesia 2045. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Prof. Dr. Atik Bersedia Ajarkan Santri NU di Lombok Tengah Buat dan Merakit Pesawat

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Desember 2021
M S S R K J S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

STATISTIK