Tak Benar Ada Varian Delta di Lombok Tengah

LOMBOK TENGAH | Koordinator surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Edi Sahroji mengaku kaget setelah membaca berita disalah satu media cetak di NTB yang menyebutkan 13 pasien yang terpapar Covid-19 varian Delta di NTB. Sebanyak 5 orang di Kota Mataram, Lombok Barat 2 orang, Lombok Tengah 2 orang, Sumbawa 1 orang, Bima 1 orang, Jawa Tengah 2 orang, Jawa Timur1 orang dan Jawa Barat 1 orang. ” Kita kaget ketika membaca media ada varian delta di Lombok Tengah, sedangkan kami belum mendapatkan informasi terkait varin delta itu dari Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB. Jadi untuk diketahui sampai dengan saat ini belum ada varian delta di Lombok Tengah,” tegas Edi Sahroji, Sabtu, (10/7/2021).
Dari hasil koordinasi dengan Tim Surveilans Provinsi NTB, kata Edi, sampai dengan saat ini Lombok Tengah bebas dari varian Delta. “Ternyata dari tim surveilans Provinsi menyatakan di Lombok Tengah masih Zero untuk varian delta,” katanya
Edi berhrap kepada Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB menyampaikan informasi lebih awal dan menyampaikan informasi langsung kepada tim surveilans sebagai bentuk kewaspadaan dini menghadapai kasus – kasus baru Virus Corona atau Covid-19. ” Harapan kita mendapatkan informasi lebih dini dan memberikan informasi langsung kepada tim surveilans sebagai bentuk kewaspadaan dini menghadapi kasus-kasus baru, contoh misalnya varian Delta ini yang ternyata kan memang bukan di Lombok Tengah, makanya kita kaget ketika membaca media ada varian baru di Lombok Tengah sedangkan kami belum mendapatkan informasi. Jadi kalau kami mendapat informasi pertama nanti bisa sebagai bentuk investigasi, penyelidikan epidemiologi awal sehingga bisa dilakukan persiapan persiapan menghadapi jika ada varian Delta,”harapnya
Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Tengah sebut Edi, sangat intensif berkoodinasi dengan semua pihak terkait dengan kesiapsiagaan menghadapi varian Delta, salah satunya akan disiapkan ruang karantina khusus untuk warga yang terpapar varian Delta. “Jadi tempatnya ini masih belum final, tapi itu bentuk kewaspadaan, jadi nantinya kalau ada ditemukan varian baru di Lombok Tengah, dari kontak eratnya kita sudah harus karantina dan melakukan pemantauan ketat terhadap kontak eratnya, jadi bukan saja yang positif varian baru, tapi terhadap kontrak eratnya juga mau tidak mau harus dikarantina dan tidak diberikan ruang untuk melakukan isolasi,” pungkasnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan