ITDC Matangkan Prosedur Mitigasi Bencana di The Mandalika

ITDC Matangkan Prosedur Mitigasi Bencana di The Mandalika
Para pekerja tengah mengerjakan saluran pengendali banjir di Kawasan The Mandalika di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Dokumentasi : PT. ITDC

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua Bali dan The Mandalika Lombok di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mematangkan sistem dan prosedur Mitigasi bencana di Kawasan Pariwisata The Mandalika, sebagai bagian dari pengelolaan kawasan yang termasuk ke dalam 5 Destinasi Super Prioritas di Indonesia, dan khususnya menyambut Fase New Normal Pariwisata, salah satunya yakni dengan memaksimalkan pembangunan Proyek Saluran Pengendali Banjir Barat The Mandalika.
Pelaksanaan proyek ini merupakan kerjasama ITDC, sebagai pengelola kawasan The Mandalika, dengan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I dan bekerjasama dengan kontraktor PT Mari Bangun Nusantara dan PT Bagun Mitra Anugerah Lestari dalam rangka menyalurkan aliran air Sungai Ngolang dan Balak di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah yang selama ini menjadi penyebab banjir di beberapa ruas jalan Provinsi di area desa penyangga The Mandalika,
yakni Desa Kuta menuju Desa Mertak Kecamatan Pujut.
Saluran pengendali banjir ini memiliki panjang 5 Km dan bermuara di Lagoon The Mandalika.
Melalui Siaran Pers tertulis Nomor : 24 /PR-ITDC/VI/2020, Managing Director The Mandalika I Wayan Karioka mengatakan, Proyek pembangunan saluran tersebut merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan ITDC dalam mengantisipasi Bencana Banjir di kawasan The Mandalika dan sekitarnya yang sering terjadi di musim penghujan, sekaligus menyambut Fase New Normal pembukaan kembali kawasan pariwisata The Mandalika ditengah Wabah Virus Corona atau Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.”Pembangunan saluran ini juga merupakan upaya kami sebagai pengelola kawasan, dalam mengembangkan kawasan pariwisata Terintegrasi dengan Infrastruktur yang lengkap,”katanya
Disamping melaksanakan proyek pembangunan Saluran Pengendali Banjir, dan pasca pemasangan WRS New Generation oleh BMKG baru-baru ini, ITDC juga bersinergi dengan Badan Nasional Pencarian Pertolongan (BASARNAS), melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, memberikan layanan Search And Rescue bagi pengunjung/wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara di sepanjang pantai Kuta Mandalika, bertempat di Kantor Unit SAR Kuta Mandalika di Gedung Balawista di area Kuta Beach Park, The Mandalika. Layanan ini diberikan untuk melengkapi spot-spot pariwisata di dalam kawasan The Mandalika dengan kesiagaan pertolongan bencana yang profesional.
Sebanyak 6 (enam) orang personil SAR terlatih akan bertugas dalam 2 shift selama 24 jam untuk memberikan layanan Search And Rescue di pantai Kuta Mandalika. Keenam personil tersebut dilengkapi dengan peralatan SAR Laut antara lain: 1 unit Rubber Boat, 1 unit sepeda motor KLX, 2 buah Ring Buoy, 6 buah Life Jacket, 1 buah Torpedo Buoy, 1 buah Dolphin Spinal board,
4 buah Palbed dan dalam waktu dekat akan dilengkapi dengan perlengkapan canggih lainnya
seperti Rigit Inflatable Boat (RIB) sepanjang 12 Meter, Jet Ski, alat selam, peralatan SAR Darat dan mobil khusus rescue.
ITDC berharap sinergi ini dapat memperlancar Sistem dan Prosedur Mitigasi Bencana yang disiapkan di kawasan The Mandalika oleh ITDC.“Melalui pekerjaan proyek dan kerjasama ini, kami harap dapat memfasilitasi kawasan pariwisata ini dengan kelengkapan Mitigasi Terpadu, sehingga wisatawan, pengunjung dan seluruh Stakeholder semakin merasa aman dan nyaman beraktifitas di dalam Kawasan The Mandalika,”harap I Wayan Karioka
Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I, Hendra Ahyadi, ST., MT menjelaskan saat ini proyek pembangunan telah menunjukkan progres sebesar 19 persen dari target 12 persen sampai akhir bulan Juni.”Tercapainya progres yang melebihi target ini disebabkan penerapan program padat karya sebagai upaya Pemerintah untuk menanggulangi meningkatnya pengangguran akibat PHK yang disebabkan
dampak dari penyebaran Covid -19. Proyek pembangunan saluran pengendali banjir ini berlangsung selama 2 bulan, dimulai bulan Juni hingga bulan Juli, dengan menyerap tenaga kerja sebesar 34 orang,”ujarnya. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan