SHOPPING CART

close

Penentuan Tanggal Bau Nyale Tidak Meleset

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Camat Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Sungkul menjawab tudingan sejumlah pihak yang beranggapan penentuan tanggal dan bulan Bau Nyale atau menangkap Cacing Laut oleh mangku dari 4 penjuru mata angin dalam Sangkep Warige (Rapat Penentuan Bau Nyale) meleset atau tidak tepat.
Hasil Sangkep Warige para tokoh dari 4 penjuru mata angin memutuskan dan menetapkan Bau Nyale Tahun 2020  yang menjadi tradisi turun – temurun masyarakat Suku Sasak Lombok jatuh  pada Tanggal 14 – 15 Februari 2020, dan hasil dari Sangkep Warige itu dijadikan sebagai tanggal perayaan malam puncak Festival Pesona Bau Nyale 2020 oleh Pemkab Lombok Tengah dan Pemprov NTB yang perayaan malam puncaknya di laksanakan di Pantai Tanjung Aan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.”Pada penentuan Urige itu ada pendapat Kamis – jumat, (13 – 14 Februari) dan yang kita ambil Jum’at – Sabtu (14-15 Februari). Kalau kita Ambil Kamis – Jumat, maka malam puncaknya hari Jum’at dan itu biasa kita hindari. Untuk diketahui, Bau Nyale itu selal dua hari, jadi tidak  ada yang salah , kalau  di runut dari  Legenda, sesuguhnya Nyale (Jelmaan dari Putri Mandalika)  itu nyebur  ke Laut Tanggal 19,  dan ada juga  yang berpendapat tanggal 20 Bulan 10,  maka selalu jadi dua hari. Jadi tidak pernah meleset dari tahun ketahun, pasti nyale itu keluar, yang patal itu salah Bulan,”tegas Lalu Sungkul, Minggu (16/02/2020).
Pria yang juga tokoh masyarakat dari Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah itu mengungkapkan, Nyale yang keluar pada tanggal 14 – 15 Februari 2020 di sepanjang pantai Selatan Lombok Tengah sangat banyak. Namun hasil tangkapan Nyale sedikit, karena yang menangkap Nyale pada Tanggal 14 – 15 Februari 2020 itu, tidak hannya dari masyarakat sekitar Pantai Selatan Lombok Tengah, melainkan juga dari Masyarakat Internasional.”Nyale keluar sangat bayak. Kok salahkan orang. Kalau dulu yang Nangkap Nyale adalah masyarakat lingkar Nyale, tetapi sekarang masyarakat seluruh dunia,”ungkap Lalu Sungkul
Untuk diketahui kata, Lalu Sungkul, Roh dari pembangunan di sektor Pariwisata adalah mendatangkan wisatawan dalam maupun luar Negeri berkunjung ke Lombok Tengah khususnya dan NTB pada Umumnya. Dan Perayaan Festival Pesona Bau Nyale 2020 merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan jumlah wisatawan datang berkunjung ke Lombok Tengah.”Perlu di ketahui bahwa roh dari pariwisata adalah memdatangkan wisatawan. Jadi kita tidak janjikan nyale harus ada. Karana kita bukan jual nyale tapi event – event pada Bau Nyale itu. Sama dengan Surfing gak ada yang berani janjikan ombak yang bagus, karan cuaca tahun ke tahun berbeda dan sama ddengan Nyale tahun ini ada yg berpendapat bahwa warna Nyale pada hari Jumat (14 Februari) itu masih belum lengkap, sehinga yang berpendapat Sabtu tanggal 15 Februari yakin ada Nyale dan terbukti banyak Nyale, tapi kita harus akui juga bahwa jumalah masyarakat yang menangkap Nyale  pada hari Saptu 5 kali lebih bayak dari pada hari Jumat,”katanya
Lalu Sungkul juga menceritakan, Masyarakat dari dalam dan luar Negeri yang datang berkunjung ke Lombok pada tanggal 14 – 15 Februari 2020 bisa menangkap dan melihat Nyale, bahkan mengkonsumsi Nyale yang dalam Legenda Masyarakat Sasak Lombok sebagai Jelmaan dari Putri Mandalika yang menceburkan diri keluat untuk menghindari perperangan dari para Pangeran yang ingin meminangnya.”Meski tidak kelura seperti  cerita yang di pentaskan pada acara Festival Pesona Bau Nyale, tetapi Masyarakat  datang kesini  sudah bisa lihat cacing laut walupun satu biji. Dan bahwa Nyale adalah jelmaan dari Putri Mandalike, jadi  mereka (wisatawan) datang untuk mengkonfirmasi keyakinan masyarakat sasak Lombok yang Nyale adalah jelmaan dari Puteri yang bernama Mandalika. Apakah pengunjungg yang datang itu harus percaya, ya  gak mesti. Sedangkan masyarakat yang punya kepercayaan mau tangkap Nyale di luar yang di agedakan pemerintah, gak ada yang larang. Dan Pembangunan di sektor  Pariwisata melihat acara Bau Nyale ini bisa di jual untuk mendatagkan tamu – tamu. Sehinga Pemerintah membuat beberapa acara guna membuat tamu – tamu itu betah,”ujarnya
Perayaan malam Puncak Festival Pesona Bau Nyale 2020 yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Pemprov NTB di Pantai Aan pada Jumat malam (14/02) berlangsung meriah.
Kesenian, adat dan budaya masyarakat suku sasak Lombok dipentaskan di malam puncak Perayaan Festival Pesona Bau Nyale 2020, termasuk pementasan Drama kolosal Putri Mandalika dan hiburan dari Charly Setia Band. Dan pada Sabtu pagi (15/02) dengan membawa Sorok (Jaringan untuk menangkap Nyale), senter (lampu penerang) ribuan masyarakat dan wisatawan turun ke Pantai Selatan Lombok Tengah, mulai dari Pantai Aan, Pantai Seger, Awang, Pantai Kuta, Mawun, Kecamatan Pujut. Pantai Mawi, Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat hingga di Pantai Torok Aik Belek di Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya, untuk menangkap Nyale. [slNEWS – rul]

Tags:

0 thoughts on “Penentuan Tanggal Bau Nyale Tidak Meleset

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Hari Jadi Lombok Tengah 75
LOGO Hari Jadi Lombok Tengah 75

KATEGORI

STATISTIK