Tolak Nama BIZAM, Lalu Hizzi Ancam Tutup Tollgate BIL

Tolak Nama BIZAM, Lalu Hizzi Ancam Tutup Tollgate BIL
Ketua LSM Alarm NTB, Lalu Hizzi

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkeflimansyah melayangkan surat kepada Ketua DPRD Provinsi NTB, Perihal Pelaksanaan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor 1421 Tahun 2018.
Dalam Surat Nomor : 550/375/Dishub/2019, Tanggal 5 November 2019 tersebut, Gubernur NTB meminta dukungan DPRD Provinsi NTB dapat mendukung Pergantian Nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Intemasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) di Kabupaten Lombok Tengah dan memberi rekomendasi dukungan kepada Menteri Perhubungan untuk memerintahkan pihak Maskapai agar melakukan announcement dengan menyebut nama Bandara Zainuddin Abdul Madjid sesuai Keputusan Menteri Perhubungan RI dan  memerintahkan pihak PT. Angkasa Pura I untuk memasang papan nama Bandar Udara Zainuddin Abdul Madjid di lingkungan Bandara.
Surat Gubernur NTB itu mendapat penolakan dari Masyarakat Lombok Tengah. Salah satunya datang dari Tokoh Muda Lombok Tengah, Lalu Hizzi.
Pria yang juga Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat  Aliansi Rakyat Menggugat (LSM Alarm) NTB mengancam akan menutup paksa Pintu Masuk Tollgate BIL bersama Masyarakat Lombok Tengah, khususnya yang berada di Lingkar BIL jika DPRD Provinsi NTB memberikan rekomendasi dukungan kepada Menteri Perhubungan  RI yang diusulkan oleh Gubernur NTB untuk merubah nama BIL menjadi BIZAM.”Usulan itu tidak prosedural dan melanggar etika kehidupan berbangsa dan bernegara. Seluruh lapisan masyarakat Lombok Tengah dan NTB pada umumnya akan meggelar aksi penolakan dan mendesak Gubernur mencabut surat perintah pelaksanaan pergantian nama BIL menjadi BIZAM, jika tidak diindahkan Saya akan mengajak masyarakat desa lingkar bandara dan seluruh lembaga, ormas yang tergabung dalam aksi nanti untuk menutup pintu masuk Tollgate BIL,”ancama Lalu Hizzi, Jumat (15/11/2019).
Menurut Lalu Hizzi, perubahan nama BIL menjadi BIZAM yang kembali diungkit – ungkit oleh Gubernur NTB itu bisa menimbulan komplik ditengah  – tengah masyarakat Lombok Tengah, umumnya Masyarakat NTB. Terlebih lagi Lombok Tengah saat ini tengah fokus mengawal dan mensukseskan program pembangunan pemerintah pusat, salah satunya dibidang Pariwisata yakni pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah dan pembangunan Sirkuit motoGP di KEK The Mandalika.”Nama BIL itu sudah tepat, jangan dirubah – rubah lagi. Dengan nama BIL tidak ada pihak-pihak, Golongan maupun kelompok yang merasa berjasa terhadap keberadaan BIL. Sudah jangan lagi membuat komplik dan jangan ada komplik lagi. Lebih baik bekerja dan berpikir bagaimana cara mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan Masyarakat NTB,”ujarnya. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan