Tolak Nama BIZAM, 5 Ribu Masa GERAM Akan Gempur Gubernur dan Dewan NTB

Tolak Nama BIZAM, 5 Ribu Masa GERAM Akan Gempur Gubernur dan Dewan NTB
Kordum GERAM, Lalu Hizzi bersama sejumlah tokoh muda Lombok Tengah saat bertemu di salah satu rumah makan di Kota Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (16/11/2019)

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Sekitar 5 ribu masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak (GERAM) Perubahan Nama Bandara Internasional Lombok (BIL) di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi Bandara Intemasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) akan menggelar aksi demo ke Kantor Gubernur NTB dan ke DPRD Provinsi NTB pada Senin (18/11/2019).
Aksi demo tersebut sebagai salah satu bentuk protes masyarakat terhadap sikap Gubernur NTB, Dr. H. Zulkeflimansyah yang bersurat ke Ketua DPRD Provinsi NTB, Perihal Pelaksanaan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor 1421 Tahun 2018.
Dalam Surat Nomor : 550/375/Dishub/2019, Tanggal 5 November 2019 tersebut, Gubernur NTB meminta dukungan DPRD Provinsi NTB dapat mendukung Pergantian Nama BIL menjadi BIZAM dan memberi rekomendasi dukungan kepada Menteri Perhubungan untuk memerintahkan pihak Maskapai agar melakukan announcement dengan menyebut nama Bandara Zainuddin Abdul Madjid sesuai Keputusan Menteri Perhubungan RI dan  memerintahkan pihak PT. Angkasa Pura I untuk memasang papan nama Bandar Udara Zainuddin Abdul Madjid di lingkungan Bandara.
Ditemui suaralomboknews.com, Sabtu malam (16/11/2019) disalah satu rumah makan di Kota Praya, Lombok Tengah, Koordinator Umum (Kordum) GERAM, Lalu Hizzi mengatakan, aksi demo yang akan digelar tersebut merupakan salah satu bentuk kekecewaan, perlawanan dan protes masyarakat terhadap sikap Gubernur NTB yang meminta dukungan ke Dewan Provinsi NTB untuk merubah nama BIL menjadi BIZAM.”Besok (Minggu, 17/11) surat pemberitahuan Aksi Demo akan kami kirim ke Polda NTB termasuk ke DPRD dan Gubernur NTB. Masyarakat yang sudah siap ikut aksi demo lebih dari 5 ribu orang, termasuk Masyarakat dari lingkar BIL dan para Tokoh Agama, Masyarakat dan Pemuda,”ungkapnya
Menurut Lalu Hizzi, perubahan nama BIL menjadi BIZAM yang kembali diungkit – ungkit oleh Gubernur NTB itu bisa menimbulan komplik ditengah  – tengah masyarakat Lombok Tengah, umumnya Masyarakat NTB. Terlebih lagi Lombok Tengah saat ini tengah fokus mengawal dan mensukseskan program pembangunan pemerintah pusat, salah satunya dibidang Pariwisata yakni pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah dan pembangunan Sirkuit motoGP di KEK The Mandalika.”Nama BIL itu sudah tepat, jangan dirubah – rubah lagi. Dengan nama BIL tidak ada pihak-pihak, Golongan maupun  kelompok  yang merasa berjasa terhadap keberadaan BIL. Sudah jangan lagi membuat komplik dan jangan ada komplik lagi. Lebih baik bekerja dan berpikir bagaimana cara mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan Masyarakat NTB,”ucapnya
Untuk itu Lalu Hizzi meminta kepada Anggota DPRD Provinsi NTB untuk menolak usulan dari Gubernur NTB terkait dengan rekomendasi perubahan nama BIL menjadi BIZAM tersebut. Dan meminta kepada Pemerintah Pusat untuk menetapkan nama Bandara terbesar di NTB tersebut menjadi BIL atau LIA.” Nama BIL harga mati,”tegasnya.
Dalam surat pemberitahuan aksi Demo yang akan dilayangkan ke Polda NTB, Gubernur NTB dan ke DPRD Provinsi NTB, Koordinator Lapangan dan Orator yang akan turun menggelar aksi demo bersama ribuan masyarakat diantara, Selamat Riadi alias Rebe, Saidi Alfajri, Zam Harir, Hamzanwadi dan Abdi Negara. [slNEWS — rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan