Perjalanan Hidup Mustakim Sebelum Menggorok Anaknya Hingga Tewas

Perjalanan Hidup Mustakim Sebelum Menggorok Anaknya Hingga Tewas

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Tengah | Mustakim, 25 Tahun, Warga Dusun Sintung Tengah, Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah (Loteng) membunuh anak kandungya sendiri yang masih berusia 4 bulan Novan Khamiza, Selasa (3/10/2017).

Pelaku menggorok leher anak kandungnya sendiri hingga nyaris putus menggunakan sebilah parang, sekitar Pukul 12.00 Wita di rumahnya di Dusun Sintung Tengah, Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Loteng.

Pelaku ditangkap Tim Opsnal Polres Loteng, satu  jam setelah menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri dengan cara digorok.

Saat ini pelaku masih mendekam di balik jeruji besi Tahanan Mapolres Loteng untuk menjalani proses penyidikan.

Menurut pengakuan masyarakat, Pelaku mengalami gangguan jiwa atau Gila sejak 6 tahun yang lalu, sepulangnya merantau dari Kalimantan.

Sepulang  dari daerah rantauan, penyakit kejiwaan Pelaku sering kambuh. Namun warga tidak pernah menyangka dan tidak memiliki pirasat sedikit pun, saat penyakit penyakit kejiwaannya kambuh Pelaku tega menghabisi nyawa anak kandunya sendiri dengan cara di gorok.” Dia (pelaku) mengalami gangguan jiwa. Penyakitnya itu bukan dari kecil, melainkan sesudah berkeluarga dan telah memiliki anak. Dia mulai gila, sepulang dari Kalimantan 6 tahun lalu. Setelah pulang dari Kalimantan itu dia sering kambuh. Dia Gila mungkin karena  berguru Ilmu Dayak,” cerita Kepala Desa (kades) Karang Sidemen Sanah, Rabu (4/10/2017).

Aktivitas sehari – hari Pelaku, yakni sebagai buruh tani, begitu pula dengan Istri pelaku juga ikut menjadi Buruh Tani untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Karena keterbatasan biaya, Pelaku tidak mampu mengobati penyakit jiwa yang dialaminya. Dan hannya mampu melakukan pengobatan tradisional dan dengan cara Ruqyah.

Untuk itu masyarakat berharap ada perhatian dari Pemerintah Daerah, khususnya untuk penanganan dan membantu pengobatan masyarakat yang mengalami gangguan jiwa, karena selama ini menurut masyarakat, tidak ada perhatian serius maupun bantuan pengobatan kepada masyarakat tidak mampu yang mengalami gangguan jiwa.” Mudah mudahan pemerintah mau membantu  pengobatannya, karena selama ini penyakit gila yang dialami masyarakat tidak mampu,  biasanya tidak pernah diperhatikan pemerintah. Dia tidak pernah mendapatkan perawatan, hannya mendapatkan perawatan tradisional saja dan Ruqyiah,” tutur Sanah.

Masyarakat dan keluarga korban mengucapkan terimakasih kepada aparat Kepolisian Polres Loteng yang langsung mengamankan Pelaku sesaat setelah menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri dengan cara digorok. Dan masyarakat menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada Polisi.” Masyarakat sangat bersyukur,  Polisi telah mengamankan pelaku, sehingga musibah serupa  tidak terulang kembali. Untuk proses hukum kami serahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian,” tutur Sanah.

Sebagai bentuk perhatian dan turut berbela sungkawa atas kematian korban yang dibunuh secara sadis oleh ayah kandungnya sendiri. Jajaran Muspika Batukliang Utara, mendatangi rumah duka dan memberikan bantuan kepada keluarga korban.” Pak Kapolsek, Pak Camat  bersama jajaran pemerintah Kecamatan, datang kerumah korban,  memberikan bantuan sebagai bentuk turut berbela sungkawa,”  ujar Sanah. (slNews.com – rul)

No Responses

Tinggalkan Balasan