SMA Negeri 1 Pringarata Bina 16 Siswa Bermasalah

SMA Negeri 1 Pringarata Bina 16 Siswa Bermasalah

Kepala SMA Negeri 1 Pringgarata Hulwani”

Lombok Tengah, SuaraLomboNews.com, –  16 dari 700 siswa SMA Negeri 1 Pringgarata Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah (Loteng) saat ini masih menjalani pembinaan.

16 orang siswa itu diberikan pembinaan karena terlibat dalam sejumlah kasus di dalam lingkungan sekolah, seperti sering bolos sekolah, malas, dan sering meninggalkan atau tidak mengikuti mata pelajaran tertentu.” Mereka (siswa) masih dibina. Mereka dibina karena sering Bolos, Malas dan sering tidak mengikuti mata pelajaran tertentu,” terang Kepala SMA Negeri 1 Pringgarata Hulwani, S.Pd  Senin, (30/1/2017).

Hulwani menceritakan, aksi para siswa yang sering Bolos sekolah itu terbilang nekad. Terbukti beberapa siswa dari 16 siswa yang diberikan pembinaan tersebut, nekad menjebol tembok pembatas sekolah, dan ada juga yang nekad memanjat dan lombat dari atas tembok pembatas sekolah.” Ada yang nekad menjebol tembok pembatas. Mereka sengaja menjebol tembok pebatas, supaya kalau mau bolos sekolah tidak susah – susah memanjat tembok. Sekarang tembok pembatas yang dijebol itu sedang kita perbaiki,” ceritanya.

Dari 16 siswa yang bermasalah tersebut, 8 orang diantaranya masih belum memperlihatkan prilaku positif,  sedangkan sisanya telah menunjukkan prilaku yang positif.” 8 orang siswa masih belum berubah, sedangkan sisanya sudah terlihat ada perubahan, seperti  tidak lagi membolos, dan mengikuti proses belajar mengajar dengan baik,” ungkap Hulwani.

Hulwani mengaku, dirinya selaku Kepala SMA Negeri 1 Pringgarata memiliki jurus dan trik atau cara khusus dalam memberikan pembinaan kepada  siswa yang bermasalah.

Selain melalui pendekatan secara khusus, dirinya juga terus membangun komunikasi dengan para siswa bermasalah tersebut.” Yang mereka butuhkan itu adalah penghargaan. Karena tidak mendapatkan penghargaan baik itu di rumah maupun di tengah –  tengah masyarakat mereka merasa risih, menjadi cuek, sering bolos dan malas. Untuk itu mereka harus kita hargai, dan melalui pembinaan  itulah saya selaku Kepala Sekolah dan teman – teman guru, terus melakukan pendekatan dan terus membangun komunikasi, sehingga mereka mau terbuka dan sadar,” ucapnya.

Hulwani menjelaskan, prosedur penanganan siswa bermasalah di SMA Negeri 1 Pringgarata, pertama dilakukan pembinaan secara langsung oleh Guru Kelas. Jika pembinaan oleh Guru kelas  menemui jalan buntu, selanjutnya pembinaan diambil alih Guru BK. Dan jika guru BK angkat tangan, barulah dilakukan pemangilan terhadap orang tua wali murid siswa bersangkutan.” Kalau semua menyerah, saya sendiri yang langsung  memberikan pembinaan, hasilnya 99 persen siswa bermasalah itu bisa berubah dan menunjukkan sikap positif. Intinya adalah mereka harus dihargai dan diberikan penghargaan, sehingga mereka merasa percaya diri dan mendapat perhatian,” ujarnya. (slnews – rul)

No Responses

Tinggalkan Balasan