SHOPPING CART

close

Kisah Pelarian Miase, Napi Yang Kabur dari Rutan Kelas IIB Praya

Lombok Tengah, SuaraLombokNews.com, – Miase alias Kace 37 Tahun  warga Dusun Sebuwuk, Desa  Bonjeruk  Kecamatan  Jonggat Lombok Tengah, melarikan diri dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Praya Lombok Tengah,  pada Jum’at, (11/11/2016)  lalu.

Dalam pelariannya, Miase bersembuyi di rumah keluarganya  di Dusun Kelambi Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah.

Kisah pelarian Miase Napi Kasus Curas itu  bermula Pada hari Jum’at, 11 November 2016, sekitar pukul 09.30  Wita.

Saat itu, Miase diberikan kepercayaan oleh Petugas Rutan Kelas IIB Praya untuk ikut membantu membersihkan halaman depan Rutan.

Namun oleh Miase yang akan bebas bersyarat sekitar Bulan April 2017 mendatang, menghianati kepercayaan yang diberikan oleh Petugas Rutan, dengan memanfaatkan kepercayaan yang diberikan kepada dirinya tersebut untuk Kabur dari Rutan Kelas IIB Praya.

Setelah berhasil keluar dari dalam lingkungan Rutan, Miase berjalan kaki kearah selatan menuju Masjid Jamik Praya, dan langsung menuju rumah keluarganya di Dusun Kelambi Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah.

Miase bersembunyi di rumah keluarganya selama 6 hari, dan akhirnya pada Rabu, (16/11/2016)  sekitar pukul 17.00 Wita, Miase  diciduk oleh Tim Buru Sergap (Buser) Sat Reskrim Polres Lombok Tengah dan sejumlah Petugas Rutan Kelas IIB Praya.

Miase pun terpaksa dilumpuhkan petugas dengan timah panas, pada betis kaki sebelah kiri,  karena pada saat akan ditangkap, Miase berusaha melawan petugas, dan berusaha melarikan diri dari sergapan petugas.” Dia (Miase) terpaksa di lumpuhkan, karena berusaha melawan petugas,” terang Kepala Rutan Kelas IIB Praya Lalu Jumaidi, Rabu, (16/11/2016).

Sebelum ditangkap Tim Gabungan, Kepala Rutan Kelas IIB Praya Lalu Jumaidi, meminta batuan kepada pacar atau kekasih Miase, yakni Bunga (bukan nama sebenarnya)  warga Desa Aik Bukak Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah.”Pacar kesayangannya kita jadian umpan,” kata Lalu Jumaidi.

Lalu Jumaidi menceritakan, alasan Miase Kabur dari Rutan,karena mendapat informasi bahwa wanita yang sangat dicintainya (Bunga) akan melangsungkan pernikahan dengan lelaki lain. Dan selama dalam pelarian, Miase sempat mengancam Bunga, bila menikah dengan laki – laki lain, Bunga akan di Mutilalsi (dibunuh).” Alasan dia kabur, karena menerima informasi Pacarnya akan melangsungkan pernikahan dengan laki – laki lain. Dia juga sempat mengancam akan Memutilasi Pacarnya, jika menikah dengan laki – laki lain,” ceritanya.

Setelah setuju dan sanggup membantu petugas, Bunga pun langsung menghubungi Miase melalui saluran Handphone, dan Miase meminta Bunga datang kerumah keluarganya di Dusun Kelambi Desa Pandan Indah.

Dibawah kendali dan pengawasan Petugas, Bunga langsung bergegas menemui Miase di rumah Keluarga di Desa Pandan Indah.

Mengetahui belahan jiwanya akan datang, Miase pun dengan setia menunggu di rumah keluarganya.

Keduanya pun bertemu dan memanfaatkan situasi pertemuan antara Miase dengan Bunga itu, Tim Gabungan langsung menyergap Miase.”Sangat disayangkan, disaat mau ditangap dengan cara baik – baik, malah dia melawan dan berusaha kabur, jadi terpaksa dia dilumpuhkan,”ujar Lalu Jumaidi.

Saat ini Miase masih menjalani perawatan intensif di RSUD Praya, akibat luka tembak di betis kaki sebelah kiri.

Dan akibat perbuatannya, seluruh hak – haknya selama menjadi Napi, seperti hak mendapatkan Remisi Umum maupun Khusus  termasuk Resmisi Bebas Bersyarat dicabut dan tidak akan diberikan Resmisi selama menjalani Hukuman Kurungan Penjara. |rul.

Tags:

0 thoughts on “Kisah Pelarian Miase, Napi Yang Kabur dari Rutan Kelas IIB Praya

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Hari Jadi Lombok Tengah 75
LOGO Hari Jadi Lombok Tengah 75

KATEGORI

STATISTIK