Diperkosa Waria, Siswa SMP Lapor Polisi

Diperkosa Waria, Siswa SMP Lapor Polisi

kapolsek-jonggat-iptu-komang-ronakaLombok Tengah, SuaraLombokNews, Kasus kekerasan, dan pelecehan seksual  terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Bumi Tatas Tuhu Trasna.

Kali ini 4 orang Siswa  SMP/Mts di Kecamatan Jonggat Lombok Tengah (Loteng) menjadi korban kekerasan dan pelecehan Seksual yang di duga dilakukan SD yang diketahui bersatus Waria warga Dusun Bun Rejeng Desa Perina Kecamatan Jonggat Loteng.

4 orang Siswa SMP/Mts yang menjadi korban perbuatan SD yang juga merupakan pemilik salon atau tata rias pengantin di Desa Prine itu yakni DR 13 Tahun, NV 14 Tahun, IA 13 Tahun, dan ZH 13 Tahun.

Tidak terima perbuatan Asusila SD terhadap 4 orang Siswa SMP itu, didampingi Angota Bhabinkamtibmas, Kadus Bun Rejeng Desa Prina  H.Budiman melaporkan  SD atas dugaan perbuatan tindak pidana pencabulan anak di bawah umur yang terjadi sekitar 2 minggu yang lalu ke Polsek Jonggat Loteng, Rabu,(5/10/2016).

Aparat Kepolisian Polsek Jonggat yang menerima laporan tersebut, langsung mengamankan SD.” Yang bersangkutan (SD) langsung kita amankan ke Polsek,” terang Kapolsek Jonggat Loteng Iptu. Komang Ronaka, Kamis,(6/10/2016).

Dari keterangan Pelapor dan saksi, kejadian pencbulan anak dibawah umur itu terjadi di Rumah dan Toko (Ruko) tempat usaha tata rias pengantin milik terduga Pelaku yang ada di Desa Prina Kecamatan Jonggat Loteng.” Dari keterangan Pelapor dan saksi, pencabulan anak dibawah umur itu terjadi 2 minggu yang lalu di Ruko Tata Rias Pengantin milik terduga Pelaku,” kata Iptu. Komang.

Iptu. Komang menceritakan, kejadian pencabulan yang menimpa DR 13 Tahun, berawal dari ajakan temannya yakni NV 13 Tahun  ke rumah neneknya yang ada di Dusun Repok Dokar Desa Prine Kecamatan Jonggat Loteng. ditengah perjalanan NV mengajak DR mampir ke Ruko Tata Rias Pengantin milik SD, dan DR dipaksa masuk NV ke dalam Ruko Tata Rias Pengantin milik SD. Setelah masuk kedalam Ruko, NV memperkenalkan DR kepada terduga Pelaku, sembari  berkata kepada terduga pelaku ” ini satu ini ” kemudian terduga pelaku  menjawab dengan cara tersenyum sambil menyuruh NV menutup pintu roling door Ruko Tata Rias Pengantin miliknya. Setelah di dalam dan duduk di kursi salon, terduga  pelaku mencoba memegang paha korban,tetapi korban berusaha melawan dengan cara menepis tangan pelaku,namun Pelaku  terus memaksa dan mencoba mengajak korban masuk ke dalam kamar nya. Merasa terancam dan pintu roling door dalam keadaan terkonci,korban pun tidak bisa melarikan diri sehingga korban dapat di cabuli dengan cara kemaluan korban di emut dan di kocok sampai keluar air sperma.” Ada Tiga korban yang sudah melapor, dan dari keterangan saksi, korbannya ada empat orang, semuanya masih dibawah umur. Dari keterangan korban, pelaku mengiming – imingi korbannya dengan imbalan uang, dan setelah di cabuli, pelaku memberikan uang imbalan kepada korbannya,” ungkap Iptu. Komang.

Saat ini  SD terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur masih menjalani pemeriksaan dan di amankan di Mapolres Loteng.” Karena korbannya  anak dibawah umu, penanganan kasus tindak pidana pencabulan anak dibawah umur itu ditangani penyidik PPA Polres Loteng. dan tidak menutup kemungkinan korban bisa bertambah,” ujar Iptu. Komang Ronaka. |rul.

No Responses

Tinggalkan Balasan