SHOPPING CART

close

Kasus Dugaan Pengancaman di Dapur MBG Kopang Lombok Tengah, Sejumlah Warga Dilaporkan ke Polisi

Warga Tolak SPPG Kajangan Kopang
Kondisi SPPG Kajangan Kopang Rembiga yang berada di Dusun Kopang I, Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang disegel warga, Senin, (28/9/2026).

SUARALOMBOKNEWS | Penyidik Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tengah melakukan penyelidikan atas laporan dugaan tindak pidana pengancaman yang dilaporkan oleh Sukarni pada 14 September 2026.

Peristiwa yang dilaporkan tersebut disebut terjadi pada 24 Agustus 2026 sekitar pukul 21.00 WITA di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di bawah naungan Yayasan Depot Rintan Catering, Kajanan, Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam penanganan laporan tersebut, empat orang warga dilaporkan ke Polresta Lombok Tengah. Keempatnya disebut telah dilayangkan surat panggilan untuk dimintai klarifikasi oleh penyidik Pidum Satreskrim Polresta Lombok Tengah.

Kasat Reskrim Polresta Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahean, membenarkan bahwa tiga orang telah dimintai keterangan.

Hal itu disampaikan saat dikonfirmasi suaralomboknews.com melalui pesan WhatsApp (WA), Selasa (20/10/2026), terkait perkembangan penanganan laporan pemilik dapur MBG di Kajangan, Desa Kopang Rembige, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah.

Saat ditanya mengenai jumlah terlapor yang telah dimintai keterangan, AKP Punguan Hutahean menjawab, “3 pak.”

Namun, ketika ditanya mengenai tanggapan kepolisian atas penolakan warga terhadap keberadaan dapur MBG tersebut, hingga berita ini diterbitkan, AKP Punguan Hutahean belum memberikan jawaban.

Penolakan warga itu sebelumnya mencuat setelah masyarakat menyegel Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kajangan, Kopang Rembiga, yang berlokasi di Dusun Kopang I, Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, pada Minggu malam (27/9/2026).

Penyegelan dilakukan menggunakan kayu dan bambu sebagai bentuk protes terhadap aktivitas operasional dapur MBG yang dinilai mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Warga mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari limbah pengolahan makanan. Limbah tersebut disebut mengalir melalui selokan di depan rumah warga.

Selain persoalan limbah, masyarakat juga mempersoalkan suara bising dari aktivitas operasional SPPG yang menurut warga berlangsung hingga 24 jam sehingga mengganggu ketenangan dan waktu istirahat.

Warga bahkan menyumbat saluran air yang menjadi jalur aliran limbah. Langkah tersebut dilakukan agar limbah yang disebut berbau menyengat tidak mengalir ke pekarangan rumah warga maupun mencemari lingkungan dan sungai.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan lebih lanjut dari pihak kepolisian mengenai perkembangan penyelidikan dugaan pengancaman maupun tanggapan resmi terkait keluhan warga atas operasional dapur MBG tersebut. [SLNews – rul].

Tags:

0 thoughts on “Kasus Dugaan Pengancaman di Dapur MBG Kopang Lombok Tengah, Sejumlah Warga Dilaporkan ke Polisi”

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Oktober 2026
M S S R K J S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

STATISTIK