Prakiraan Cuaca, Panas Capai 33 Hingga 35 Derajat Celcius, BMKG Pantau Cuaca Secara Real-Time Jelang dan Saat MotoGP Mandalika 2026

SUARALOMBOKNEWS | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan sistem pemantauan kondisi cuaca secara real-time di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit dan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menjelang pelaksanaan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Hal itu disampaikan Kepala BMKG Meteorologi BIZAM Tri Widiarto, dalam Rapat Koordinasi Teknis Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bersama stakeholder dan Trackside Area Pertamina Mandalika International Circuit yang berlangsung di VIP Deluxe Pertamina Mandalika International Circuit, The Mandalika, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (17/9/2026).
Rapat tersebut dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Gubernur NTB, Sekretaris Daerah Lombok Tengah H. Lalu Firman Wijaya bersama jajaran, PT ITDC dan MGPA, TNI/Polri.
Tri Widiarto menjelaskan, pemantauan cuaca di kawasan Mandalika didukung sejumlah perangkat observasi, di antaranya Automatic Weather Station (AWS), Automatic Weather Observing System (AWOS), dan radar cuaca.
Perangkat tersebut digunakan untuk memantau perkembangan kondisi atmosfer secara aktual sehingga informasi cuaca dapat diketahui secara cepat sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Di kawasan Mandalika sendiri terdapat dua unit AWS. Satu unit ditempatkan di dalam area Sirkuit, tepatnya di sekitar Tikungan 10, sedangkan satu unit lainnya berada di luar area sirkuit.
Informasi hasil pemantauan cuaca juga ditampilkan melalui sejumlah display yang dapat dipantau petugas di beberapa lokasi.“Untuk display informasi cuaca, di sini ada di lobby Race Control, gedung balai wisata, kemudian di posko gabungan,” jelas Tri Widiarto.
Selain sistem pemantauan, BMKG mengingatkan masyarakat dan penonton MotoGP untuk mewaspadai kondisi panas selama rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026.
Tri menyebut, suhu udara di kawasan Mandalika diperkirakan dapat mencapai sekitar 33 hingga 35 derajat Celcius.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi penonton yang berada di area terbuka dalam waktu cukup lama.“Untuk suhu manusia sendiri, nanti kemungkinan dehidrasi itu besar untuk penonton,” ucap Tri.
Menurut Tri, BMKG akan terus memperbarui informasi kondisi cuaca menjelang maupun selama pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026. Informasi tersebut dapat diakses masyarakat melalui kanal resmi BMKG, termasuk media sosial.
Khusus di kawasan sirkuit, informasi cuaca juga disediakan melalui sejumlah display.“Di lokasi ada di display. Display-nya itu ada di tiga lokasi, ada di gate, kemudian di area opsional, sama di pit stop-nya Pertamina. Ada di situ display cuacanya,” jelasnya.
Tri mengatakan, prediksi kondisi cuaca masih dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer. Untuk periode mendatang, BMKG juga masih memprediksi suhu panas di kisaran 32 hingga 33 derajat Celsius.
Karena itu, masyarakat yang hendak menyaksikan MotoGP diimbau mempersiapkan perlindungan diri dari paparan sinar matahari.“Himbauan pertama untuk masyarakat yang menonton motoGP menggunakan Topi, terus yang kedua menggunakan sunscreen,” katanya.
Selain risiko dehidrasi akibat cuaca panas, BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Kondisi kawasan yang panas dan kering dinilai perlu diantisipasi untuk mencegah potensi kebakaran.“Yang paling utama jangan buang puntung rokok sembarangan. Nah, itu yang paling penting,” tegas Tri.
BMKG memastikan informasi cuaca akan terus diperbarui selama rangkaian pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026. Masyarakat diminta mengikuti informasi terbaru agar dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca.“Karena kami selalu update setiap hari melalui kanal-kanal ataupun media sosial terkait dengan informasi BMKG sendiri untuk NTB,” pungkas Tri. [SLNews – rul].

Tinggalkan Balasan