Sukses Bertugas di HUT ke-81 RI, Paskibraka Lombok Tengah Akan Jalani Learning Experience di AAL Surabaya

SUARALOMBOKNEWS | Setelah sukses menjalankan tugas mengibarkan Bendera Merah Putih di HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin, 17 Agustus 2026, sebanyak 36 anggota Paskibraka Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026 dijadwalkan mengikuti program learning experience di Akademi Angkatan Laut (AAL), Surabaya, Jawa Timur, selama lima hari, Rabu-Minggu, 19-23 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, kepemimpinan dan wawasan kebangsaan bagi anggota Paskibraka Lombok Tengah.
Kegiatan learning experience untuk Anggota Paskibraka Lombok Tengah 2026 itu dibenarkan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lombok Tengah, Murdi AP,. M.Si, Selasa, (18/8/2026).
Learning experience, kata Murdi, tidak hanya diarahkan sebagai kunjungan atau kegiatan seremonial. Para peserta akan terlibat langsung dalam aktivitas pengamatan, interaksi, wawancara, refleksi serta pencarian pengalaman nyata di lingkungan AAL.
Pemilihan AAL sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada pertimbangan bahwa lembaga pendidikan militer tersebut memiliki lingkungan pembelajaran yang erat dengan nilai disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, solidaritas dan wawasan kebangsaan.”Melalui pengalaman tersebut, peserta diharapkan mampu menghubungkan kehidupan dan pola pendidikan di AAL dengan tugas serta pengalaman mereka sebagai Paskibraka” katanya
Program tersebut mengusung visi mewujudkan kader Paskibraka yang berkarakter tangguh, memiliki jiwa kepemimpinan dan wawasan kebangsaan melalui internalisasi nilai persatuan dan kesatuan dalam mewujudkan Lombok Tengah MASMIRAH.
Adapun misi kegiatan meliputi menggali konsep Indonesia sebagai negara kepulauan, menghubungkan pengalaman Paskibraka dengan konsep persatuan dan kesatuan, menggali makna Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika melalui pengalaman langsung, serta membentuk karakter calon pemimpin masa depan yang visioner.
Dalam pelaksanaannya, 36 anggota Paskibraka akan dibagi menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok mendapatkan tugas melalui mission quiz yang harus diselesaikan berdasarkan hasil pengamatan dan interaksi dengan taruna, pelatih, pengasuh maupun personel AAL.
Kelompok pertama mengemban misi “Penjaga Nusantara” dengan fokus menggali konsep Indonesia sebagai negara kepulauan dan pentingnya laut bagi keutuhan wilayah Indonesia.
Peserta akan diajak menjawab sejumlah pertanyaan, antara lain mengenai alasan Indonesia membutuhkan kekuatan laut yang tangguh, posisi laut sebagai bagian dari kesatuan wilayah serta tantangan dalam menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia.
Kelompok kedua diberi identitas “Satu Barisan” dengan fokus persatuan dan disiplin. Peserta diminta mengamati bagaimana taruna AAL bekerja, berlatih, berbaris dan menjalankan tugas secara berkelompok.
Dari pengalaman tersebut, mereka diharapkan memahami bahwa persatuan tidak berarti menghilangkan perbedaan, melainkan menyatukan berbagai perbedaan untuk mencapai tujuan bersama.
Sementara kelompok ketiga mengusung identitas “Anak Nusantara” dengan fokus Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.
Kelompok ini akan melakukan wawancara dengan sedikitnya dua orang di lingkungan AAL, baik taruna, pelatih, pengasuh maupun personel lainnya. Wawancara diarahkan untuk menggali keberagaman daerah asal, pengalaman hidup dalam lingkungan pendidikan AAL serta pandangan mengenai arti Indonesia dan pentingnya menjaga persatuan.
Peserta kemudian diminta menghubungkan identitas mereka sebagai anak Lombok Tengah dengan NTB, Nusantara hingga NKRI.
Adapun kelompok keempat mengemban misi “Pemimpin Masa Depan” dengan fokus kedaulatan dan peran generasi muda.
Peserta akan diberikan skenario mengenai tantangan Indonesia sebagai negara kepulauan, termasuk persoalan kedaulatan, keberagaman masyarakat, pembangunan, pemerataan serta tantangan persatuan di era media sosial.
Mereka kemudian diminta merumuskan gagasan mengenai peran generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa dan nilai kepemimpinan yang ingin mereka bawa pulang ke Lombok Tengah.”Melalui empat misi tersebut, peserta tidak hanya ditargetkan memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengalami langsung proses pembelajaran yang mencakup keterlibatan aktif, observasi, refleksi, pembentukan konsep dan penerapan nilai,”ungkap Murdi.
Konsep kegiatan tersebut menempatkan Paskibraka bukan sekadar sebagai petugas pengibar bendera, tetapi sebagai generasi muda yang diharapkan memahami makna simbol negara yang mereka hormati dan kibarkan.
Rangkaian pembelajaran tersebut diarahkan pada satu kesadaran bersama, yakni laut sebagai bagian dari wilayah Indonesia, wilayah sebagai satu kesatuan, persatuan sebagai kekuatan bangsa, serta tanggung jawab generasi muda dalam menjaga keutuhan NKRI.
Dengan demikian, pengalaman di AAL diharapkan tidak berhenti sebagai kenangan selama berada di Surabaya, tetapi menjadi nilai yang dapat diterapkan para anggota Paskibraka dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi bekal dalam membangun Lombok Tengah di masa mendatang.”Program learning experience juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda Lombok Tengah yang memiliki disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, solidaritas dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Murdi. [SLNews – Rul]

Tinggalkan Balasan