Tak Mau Event MotoGP Mandalika 2022 Diganggu dan Nama Ketum Dicatut, SWIM Akan Lawan Masa SPN

LOMBOK TENGAH | Solidaritas Warga Inter Mandalika (SWIM) tidak terima terhadap sikap dari Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional (DPC SPN) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jeny MY yang akan melakukan aksi akbar ke Kantor PT ITDC selaku pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah pada tanggal, 17 Maret 2022. “ Kami selaku warga lingkar KEK Mandalika, selaku masyarakat Pujut, selaku masyarakat Lombok Tengah yang tergabung dalam SWIM tidak terima atas sikap SPN yang mau Demo ke ITDC. Bukan hannya SPN, siapapun yang mau demo dan mau mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketertiban menjelang dan setelah event MotoGP Mandalika 2022, berapapun jumlah masanya akan kami lawan, akan kami bubarkan, karena kami cinta keamanan, kenyamanan, ketertiban dan bangga menjaga Mandalika,” ucap Wakil Ketua SWIM, Lalu Kedim Marzuki, Jumat, (11/3/2022).
Untuk itu Lalu Kedim meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengamankan dan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku dan sesuai dengan Maklumat Kapolda NTB terhadap pihak – pihak yang mau mengganggu dan kenyamanan pra dan pasca motoGP Mandalika 2022 yang akan berlangsung pada 18 -20 Maret 2022 di Sirkuit Mandalika, KEK The Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. “ Jangan coba – coba mengganggu Event motoGP Mandalika ini, karena ini event Internasional, mari kita sama – sama menjaga nama baik Negara dan Daerah kita. Kami meminta kepada Polri untuk bertindak tegas, jangan berikan izin aksi, sehingga tidak terjadi benturan fisik. Proses hukum dan berikan sanksi tegas kepada mereka yang mau mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketertiban selama event dan pasca event MotoGP,” pintanya
Lalu Kedim juga menyayangkan sikap SPN Lombok Tengah yang mencatut nama Ketua Umum (Ketum) SWIM, Lalu Alamin dalam aksi demo ke Kantor ITDC tersebut. “ Kami tidak terima nama Ketum SWIM dibawa – bawa. Saya bersama pengurus SWIM sudah bertanya langsung ke Pak Ketum, dan surat pemberitahuan aksi SPN yang mencantumkan nama Ketum SWIM itu sepihak, tidak benar dan bohong besar. Untuk itu kami minta kepada SPN meminta maaf secara terbuka, kepada kami dan seluruh masyarakat Lombok Tengah, karena masyarakat sudah merasa aman dan nyaman, tetapi dibuat gaduh dengan surat pemberitahuan aksi SPN,” ucapnya
“Banyak aspirasi masyarakat yang tidak diakomodir oleh ITDC, tetapi penyelesaiannya bukan dengan cara demo dan buat gadung, terlebih lagi akan ada event MotoGP. Untuk itu, jangan coba – coba mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketertiban event MotoGP. Ini Event Internasional yang ada di Negara dan Daerah kita yang manfaatnya dirasakan langsung oleh Masyarakat, kalaupun ada hal – hal yang dirasa kurang tepat dan salah, bisa diselesaikan, dikomunikasikan dan didiskusikan dengan cara baik – baik, bukan dengan aksi demo,” tutur Lalu Kedim
Sementara itu, Ketum SWIM, Lalu Alamin menyayangkan sikap SPN yang mencantumkan namanya dalam surat pemberitahuan aksi tanpa berkoordinasi dengan dirinya selaku Sekretaris DPC SPN Lombok Tengah. “ Di SPN, saya selaku sekretaris, tetapi sangat saya sangkan kok nama saya dibawa – bawa dalam surat pemberitahuan aksi. Sebelum surat pemberitahuan aksi dibuat, saya minta terkait dengan persoalan serapan tenaga kerja saat event MotoGP hearing ke Pemerintah Daerah, bukan hearing apalagi demo ke ITDC, tetapi tiba – tiba begitu surat pemberitahuan aksi nyebar, nama saya dicantumkan dan tujuan Demo ke ITDC. Atas nama Ketum SWIM, Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya bagian selatan Lombok Tengah dan masyarakat NTB pada umumnya, mari kita jaga keamanan, kenyamanan dan ketertiban, kami cinta keamanan, kenyamanan dan ketertiban dan kami bangga menjaga Mandalika. Jadilah tuan rumah yang baik dan ramah,” ujarnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan