Jelang MotoGP 2022, Pejabat ITDC Nyaris Ditebas Pemilik Lahan KEK The Mandalika

LOMBOK TENGAH | Menjelang event MotoGP Mandalika 2022 yang akan berlangsung pada 18 – 20 Maret 2022 di Sirkuit Mandalika, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), persoalan dan sengketa lahan KEK The Mandalika termasuk lahan Sirkuit Mandalika yang berada di dalam KEK The Mandalika antara warga pemilik lahan dengan PT ITDC selaku pengembang KEK The Mandalika tidak kunjung berakhir.
Demikian diungkapkan Juru Bicara Aliani Pejuang Lahan The Mandalika, M. Samsul Qomar, Jumat, (11/3/2022).
Pria yang akrab disapa MSQ itu menceritakan situasi dan kondisi saat sejumlah perwakilan warga pemilik lahan bertemu di JM Hotel Kuta dengan PT ITDC yang diwakili oleh Operations Head The Mandalika Pari Wijaya pada Jumat, (11/3/2022).
MSQ menyebutkan, Operations Head The Mandalika Pari Wijaya nyaris menjadi bulan bulanan warga pemilik lahan. “ Operations Head The Mandalika Pari Wijaya nyaris menjadi bulan bulanan seorang pemilik lahan KEK Mandalika tadi siang (Jumat, 11/3) di JM Hotel Kuta,” sebutnya
Menurut pria yang juga Ketua KONI Lombok Tengah itu, emosi warga tidak bisa terbendung dan warga berani main tangan terhadap pihak ITDC, karena merasa dipermainkan oleh pihak ITDC terkait dengan penyelesaian lahan KEK The Mandalika termasuk lahan Sirkuit Mandalika. “Pemilik lahan merasa dipermainkan oleh ITDC yang selama ini berjanji akan menyelesaikan pembayaran tanah Sirkuit,” kata MSQ
Mantan Anggota DPRD Lombok Tengah dua periode itu berharap Satgas Percepatan Penyelesaian Lahan The Mandalika yang dibentuk Gubernur NTB bekerja dengan serius dan tidak melakukan propaganda serta tidak mencari cara untuk mengelabui warga pemilik lahan. “Kita berharap Satgas yang sudah dibentuk Gubernur bisa bekerja dengans serius jangan melakukan propaganda dan mencari cara mengelabui masyarakat pemilik lahan,” harap MSQ
Menurut MSQ, reaksi warga pemilik lahan yang berusaha menghakimi, mengejar dan nyaris menebas Operations Head The Mandalika Pari Wijaya, karena warga sudah bosan dengan tingkah para pemangku kebijakan di PT ITDC yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Tadi siang itu Operations Head The Mandalika Pari Wijaya dikejar dan nyaris ditebas oleh salah seorang pemilik lahan. Reaksi yang dilakukan pemilik tentu sangat dipahami secara psikologis warga sudah bosan dengan tingkah para pemangku BUMN tersebut (ITDC). Untung masih bisa dikendalikan kalau lama lama bisa bentrok beneran ini. Untuk itu kita minta Pemprov NTB segera ambil alih apa sih bedanya dengan yang sudah dibayar kemarin, kan semua sama – sama HPL, jangan dong ada diskriminasi,” kesalnya
Aliansi Pejuang lahan The Mandalika akan tetap berjuang sampai kapanpun dan dengan cara-cara yang bermartabat. Aliansi Pejuang Lahan The Mandalika juga dengan tegas menyatakan mendukung motoGP Mandalika. “Namun hak – hak warga pemilik juga harus diselesaikan . Ini soal hak dan kewajiban tidak ada urusan soal aksi demo dan lainnya, kita sedang menuntut hak dan pemerintah wajib memenuhinya tidak ada jalan lain,” ujar MSQ. [slnews -rul]

Tinggalkan Balasan