SHOPPING CART

close

Kajian Jalan Diponegoro dan Sukarno Hatta Kota Praya Jadi Sistem Dua Arah Ngaco

Dinas Perhubungan Lombok Tengah
Kadishub Lombok Tengah, Drs H. Supardan

LOMBOK TENGAH | Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai tanggal 17 Januari 2022 mendatang akan memberlakukan sistem dua arah jalan Diponegoro dan Sukarno Hatta  atau dari simpang empat Pendopo Bupati Lombok Tengah ke barat sampai dengan simpang empat Samsat Lombok Tengah.

Dibukanya kembali jalan Diponegoro dan Sukarno Hatta menjadi sistem dua arah seperti semula dibenarkan oleh Kadishub Lombok Tengah, H. Supardan, Senin, (10/1/2020).

Supardan menjelaskan, dibukanya jalan Diponegoro dan Sukarno Hatta menjadi sistem dua arah berdasarkan permohonan dari masyarakat Kota Praya, karena padatnya jalan raya Batuson – Tengari atau dari simpang empat selatan eks Kantor Kejaksaan Negeri Lombok Tengah ke barat sampai dengan simpang empat Bermis. ” Melihat permohonan masyarakat Praya karena sering macet jalan batuson tengari dan sepinya jalan diponegoro dan sukarno hatta maka di buka jalan tersebut menjadi sistem dua arah,” jelasnya

Supardan berharap dengan dibukanya jalan Diponegoro dan Sukarno Hatta kepadatan arus lalu lintas di jalan Tengari – Batuson bisa terurai. “Diharapkan nanti jalan batuson dan jalan di tengari akan berkurang kemacetannya,” harapnya

Kajian diberlakukannya kembali sistem dua arah jalan Diponegoro dan Sukarno Hatta menuai kritikan dari salah seorang pengemudi kendaraan roda empat, Nazri.

Menurut Nazri, kajian yang dilakukan Dishub Lombok Tengah yang kembali memberlakukan sistem dua arah jalan Diponegoro dan Sukarno Hatta Kota Praya tidak mendalam, melainkan kajian yang dilakukan diatas kertas dengan teori – teori tanpa melihat fakta di lapangan. ” Kajian ngaco, ngawur. Jangan cuman pakai teori diatas meja saja, lihat dulu dong fakta di lapangan seperti apa, jangan hanya melihat setengah  setengah. Contohnya sebelum pemberlakukan sistem dua arah saja, khusus dari simpang empat Samsat sampai simpang empat Dinas Pendidikan, arus lalu lintas terganggu, karena jalan yang sudah menyempit ditambah lagi kendaraan roda empat yang parkir di sisi kiri – kanan jalan,” sebut Nazri

Semestinya lanjut Nazri, pemberlakukan sistem dua arah jalan Diponegoro dan Sukarno Hatta hanya sampai di simpang empat masjid Agung sebelah selatan. ” Semestinya jangan sampai simpang empat Samsat, mengingat sempitnya ruas jalan dari simpang empat Dinas Pendidikan ke barat. Untuk itu mohon Dishub mengkaji ulang kajiannya, jangan asal melakukan kajian sapu jagad,” ucapnya

“Supaya tau dan merasakan hasil kajiannya, setelah pemberlakuan sistem dua arah, Kadis hingga staf Dishub Lombok Tengah, pulang – pergi ke Kantor melalui simpang empat Dinas Pendidikan ke barat sampai simpang empat Samsat,” ujar Nazri. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Kajian Jalan Diponegoro dan Sukarno Hatta Kota Praya Jadi Sistem Dua Arah Ngaco

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Januari 2022
M S S R K J S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

STATISTIK