SHOPPING CART

close

BM Bekerja Senyap, Masyarakat Lombok Tengah Jangan Sedikit – Dikit Lapor ke APH

Balai Mediasi Lombok Tengah
Sekretaris Daerah Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya menyerahkan santunan kepada anak yatim pada acara Tasyakuran, Zikir dan Doa Bersama di Sekretariat Balai Mediasi Lombok Tengah, NTB, Jumat, (31/12/2021)

LOMBOK TENGAH | Balai Mediasi (BM) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan Tasyakuran, Zikir dan Doa Bersama di Sekretariat BM Lombok Tengah, pada Jumat, (31/12/2021).

 Tasyakuran, Zikir dan Doa Bersama itu dihadiri oleh Sekretaris Daerah Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, Ketua MUI Lombok Tengah Drs H Minggre Hamy, Kepala Baksebangpoldagri Lombok Tengah Murdi AP, Ketua Harian BM Lombok Tengah Lalu Suhardi BE, perwakilan Forkompinda Lombok Tengah, para pengurus BM Lombok Tengah dan puluhan anak yatim dan para Camat.
Dalam laporannya, Ketua Harian BM Lombok Tengah, Lalu Suhardi menyampaikan, pembentukan Balai Mediasi berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Lombok Tengah Nomor 35 Tahun 2019 tentang Balai Mediasi yang ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Lombok Tengah Nomor 125 tahun 2021 tentang pembentukan pengurus Balai Mediasi Kabupaten Lombok Tengah Periode 2021 – 2026. “Setelah Balai Mediasi dibentuk kerja – kerja mediasi terus kami laksanakan, sampai dengan akhir tahun ini ada 12 pengaduan masyarakat yang kami terima. Pengaduan yang kami terima mulai dari pengaduan perdata, pidana ringan dan pernikahan dibawah umur, adat budaya, pidana oleh anak dibawah umur  dan tindak pidana penelantaran. Dan ada satu persoalan sengketa mantan Anggota DPRD yang alhamdulillah dapat kami selesaikan diluar pengadilan dengan cara yang sangat indah, sampai dengan saat ini ada dua sengketa yang sedang kami tangani dan sangat penting dilakukan perdamaian dengan cara yang indah,” ucapnya

Ditempat yang sama, Kepala Bakesbangpoldagri Lombok Tengah, Murdi AP memaparkan,  dasar hukum kelembagaan, penyiapan gedung sekretariat BM, sarana dan prasarana serta pengaduan Balai Mediasi telah dituntaskan pada tahun 2021. Selanjutnya pada tahun 2022, akan dilakukan sosialisasi terkait dengan ruang lingkup tugas dan fungsi BM ke tingkat Desa/Kelurahan. “ Selain sosialisasi, di tahun 2022 akan dilakukan pembentukan satuan tugas balai mediasi tingkat Desa / Kelurahan, termasuk melaksanakan bimbingan teknis perencanaan dan penetapan awiq – awiq tingkat Desa/Kelurahan dan penanganan aduan. Sehingga jika ada persoalan di bisa diselesaikan di tingkat Desa/Kelurahan, tidak semuanya naik ke tingkat Kabupaten dan bisa diselesaikan diluar pengadilan,” paparnya

Sementara itu, mewakili Bupati Lombok Tengah, Sekretaris Daerah Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya meminta kepada masyarakat Lombok Tengah untuk menyampaikan pengaduan kepada BM Lombok Tengah jika ada persoalan dan gejolak di tengah –  tengah masyarakat. “ Persoalan yang terjadi ditengah – tengah masyarakat dapat diselesaikan dengan baik, tanpa semuanya harus diselesaikan melalui jalur pengadilan. Untuk itu masyarakat juga jangan sedikit – dikit lapor ke aparat penegak hukum (APH), salah bicara, salah cara lapor ke APH. Kami yakin dengan tugas dan fungsi Balai Mediasi persoalan yang terjadi ditengah – tengah masyarakat bisa diselesaikan di Balai Mediasi. Dan kehadiran balai mediasi sangat tepat dan pas waktunya, mengingat dinamika yang terjadi ditengah – tengah masyarakat Lombok Tengah saat ini terus meningkat. Dan Pemda pasti mendukung Balai Mediasi,” ucapnya

Keberadaan BM kata mantan Kepala Dinas PUPR Lombok Tengah itu sangat penting disosialisasikan kepada masyarakat. Sehingga ketika terjadi persoalan masyarakat tahu kemana harus mengadu. “ Sosialisasi sangat penting, sering saya membaca di media sosial, ketika ada persoalan, banyak masyarakat yang bertanya kemana pengurus Balai Mediasi yang telah dibentuk. Dan setelah saya mendengar laporan dari Ketua Harian Balai Mediasi, ternyata pengurus Balai Mediasi telah bekerja dengan diam, dan tidak di publish. Untuk itu keberadaan Balai Mediasi penting disosialisasikan, bahwa Balai Mediasi tidak kosong dan tidak diam, melainkan bekerja dengan senyap,” ungkap Lalu Firman

“Kerja Balai Mediasi sudah memiliki hasil. Balai Mediasi harus tetap semangat, bekerja dan menyelesaikan sengketa dan persoalan ditengah tengah masyarakat diluar pengadilan,” ujar Lalu Firman Wijaya.

Kegiatan Tasyakuran, Zikir dan Doa Bersama di Sekretariat Balai Mediasi Lombok Tengah diakhiri dengan penyerahan santunan kepada anak yatim oleh Sekretaris Daerah Lombok Tengah. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “BM Bekerja Senyap, Masyarakat Lombok Tengah Jangan Sedikit – Dikit Lapor ke APH

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Desember 2021
M S S R K J S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

STATISTIK