SHOPPING CART

close

Tak Ingin Masyarakat Lombok Tengah Jadi Penonton, Alarm Ingatkan Gubernur NTB

Alarm NTB
Ketum LSM Alarm NTB, Lalu Hizzi

LOMBOK TENGAH | Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Rakyat Menggugat Nusa Tenggara Barat (LSM ALARM-NTB) kecewa terhadap sikap Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang tidak melibatkan penuh Pemkab Lombok Tengah selaku tuan rumah event internasional yang dilaksanakan di Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. ” Yang saya ketahui, Bupati Lombok Tengah tidak pernah dilibatkan dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan di Sirkuit Mandalika, tetapi kalau ada masalah selalu yang disalahkan Pemkab Lombok Tengah, mulai dari Desa sampai Kabupaten. Untuk apa ada KEK di Lombok Tengah kalau kita sebagai daerah ketempatan hanya menjadi penonton di rumah sendiri,” kesal Ketum LSM Alarm NTB, Lalu Hizzi

Contoh kecil kata Lalu Hizzi, di Event balap motor Idemitsu Asian Talent Cup (IATC) yang akan segera digelar pada tanggal 12 – 14 November 2021, di Pertamina Mandalika International Street Circuit.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melaksanakan rapat dan koordinasi bersama Jajaran OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB saja, pada rapat koordinasi persiapan yang diadakan pada hari Jumat 22 Oktober 2021, di Pendopo Gubernur NTB tidak ada satupun pejabat daerah Lombok Tengah diundang padahal acara dimaksud akan digelar di daerah sirkuit Mandalika Lombok Tengah. “Walaupun pihak Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyerahkan pelaksanaan event IATC kepada Pemerintah Provinsi NTB, Tetapi setidaknya Gubernur harus melibatkan Pemda Lombok Tengah, apalagi berbicara soal keamanan,” katanya

Lalu Hizzi menyayangkan sikap Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri yang tidak tegas dan berani bicara lantang persoalan ini, sehingga banyak sekali keluhan dari masyarakat terkait dengan pelibatan Pemkab yang sangat minim.” Meskipun Pemkab Lombok Tengah juga mendapat manfaat PAD dari event – event di Sirkuit Mandalika, tapi Pemprov NTB  tidak boleh arogan begitu, ingat masyarakat Lombok Tengah sangat – sangat menjunjung tinggi yang namanya adat budaya, kulonuwun atau betabek elek Pengerakse Gumi paer sak taok acare ( meminta izin kepada Pemerintah Daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat Lombok Tengah yang daerahnya digunakan sebagai tempat acara),” ujarnya [slnews – rul].

Tags:

0 thoughts on “Tak Ingin Masyarakat Lombok Tengah Jadi Penonton, Alarm Ingatkan Gubernur NTB

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

November 2021
M S S R K J S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

STATISTIK