Iptu Sayum Akan Keluarkan Praya Timur Dari Zona Merah Melalui Kampung Tangguh Anti Narkoba

LOMBOK TENGAH | Kapolres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) melahirkan program kampung tangguh anti Narkoba.
Kampung tangguh anti Narkoba itu dilahirkan sebagai salah satu cara AKBP Esty memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Lombok Tengah.
Program kampung tangung anti narkoba itu pun langsung disambut Polsek jajaran Polres Lombok Tengah, salah satunya Polsek Praya Timur.
Bersama personel, Kapolsek Praya Timur, Iptu Sayum bergerak cepat melaksanakan langkah-langkah antisipasi menyelamatkan wilayah binaannya di Kecamatan Praya Timur dari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba, salah satunya dengan membentuk kampung tanggung anti Narkoba di Desa Beleka, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah.
Di Desa Beleka, Kapolsek Praya Timur, Iptu Sayum bersama personel Polsek Praya Timur memasang baliho kampung tangguh anti Narkoba yang berisikan pesan – pesan bahaya dan dampak buruk dari peredaran dan penyalahgunaan Narkoba. “Sebelum program ini dilahirkan oleh Pak Kapolres, kami juga sudah menjalin silaturahmi dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat, khususnya di Desa Beleka. Setelah itu baru kami iringi dengan pemasangan pamplet dan baliho bertuliskan kampung tangguh anti narkoba,” ucapIptu Sayum, Senin, (12/7/2021).
Memilih Desa Beleka sebagai kampung tangguh anti narkoba, kata Iptu Sayum, mengingat sejumlah kasus peredaran dan penyalahgunaan Narkoba terungkap di wilayah Desa Beleka.
Dan melalui program kampung tangguh anti Narkoba diharapkan Desa Beleka menjadi Desa percontohan Kampung Tanggung Anti Narkoba. “Saya tak pungkiri, Praya Timur sempat di cap zona merah, semoga dengan jalan ini (program kampung tangguh anti narkoba) Praya Timur aman nyaman damai dan Praya Timur tidak lagi di cap daerah zona merah, terutama masalah narkoba,” harap Iptu Sayum
Untuk itu, Iptu Sayum berharap kepada seluruh lapisan masyarakat Kecamatan Praya Timur untuk bersama – sama dan mendukung program kampung tangguh anti Narkoba. “Rasa aman dan nyaman, tentunya membutuhkan peran serta bersama. Dibawah kekurangan anggota, saya berharap peran serta masyarakat ikut membantu kepolisian dalam menjaga kondusifitas wilayah masing masing,” ujarnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan