Perkuat Layanan Jantung di Lombok Tengah, RSUD Praya Gelar Proctorship Intervensi Nonbedah Kardiovaskular Perdana

SUARALOMBOKNEWS | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar Proctorship Intervensi Nonbedah Kardiovaskular perdana di Aula Auditorium RSUD Praya, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kapasitas pelayanan penyakit jantung dan pembuluh darah di daerah, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan kardiovaskular yang berkualitas tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit di kota besar.
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pengembangan pelayanan jantung di RSUD Praya merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat Lombok Tengah.“Saya sangat bersyukur karena kita bisa mengupayakan penanganan penyakit jantung bagi masyarakat Lombok Tengah. Saya sendiri pernah mengalami masalah jantung dan saat itu harus menyetir sendiri karena membutuhkan penanganan cepat,” ungkapnya.
Lalu Pathul mengatakan, keberadaan instalasi pelayanan penyakit jantung di RSUD Praya menjadi perkembangan penting bagi peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Ia berharap fasilitas dan kompetensi tenaga medis di rumah sakit tersebut terus ditingkatkan agar mampu memberikan penanganan yang semakin optimal.
Menurutnya, RSUD Praya yang telah berusia 67 tahun memiliki tanggung jawab besar untuk terus berbenah, baik dari sisi fasilitas, kualitas pelayanan, maupun kenyamanan pasien rawat inap dan rawat jalan.“Tugas kita bersama adalah bagaimana terus memajukan RSUD Praya. Pasien yang datang berobat, baik rawat inap maupun rawat jalan, harus merasa nyaman. Kita bersyukur karena setiap hari ada peningkatan kualitas pelayanan,” katanya.
Lalu Pathul juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam memberikan jaminan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Ia menyebutkan, pemerintah daerah menganggarkan sekitar Rp135 miliar untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, di luar program yang bersumber dari pemerintah pusat.
Selain itu, Pemkab Lombok Tengah juga memberikan dukungan melalui program jaminan kesehatan daerah, termasuk Kartu Sehat Maiq Meres yang melibatkan dukungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Menurut Pathul, masyarakat yang memenuhi ketentuan program dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan menunjukkan KTP. Bahkan, ia menyebut terdapat skema bantuan pembiayaan bagi pasien yang membutuhkan perawatan di ruang VIP melalui mekanisme klaim kepada BAZNAS sesuai ketentuan yang berlaku.“Tidak semua kabupaten memberikan jaminan seperti ini kepada masyarakatnya. Kalau kita berani bekerja keras, kita harus berani menganggarkan. Bahkan, masyarakat yang masih dalam kandungan pun kita upayakan mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Lalu Pathul berharap, pengembangan layanan kardiovaskular di RSUD Praya dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.“Kami sebagai pelayan masyarakat akan berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik, membangun sarana kesehatan, dan memastikan masyarakat Lombok Tengah mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Jejaring dan Kerja Sama Global RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, Nurhasanah, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun dalam memperkuat pelayanan kardiovaskular di Lombok Tengah.
Ia mengatakan, penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama. Karena itu, diperlukan kolaborasi untuk memperluas pemerataan akses terhadap pelayanan yang berkualitas, aman, dan berkesinambungan.
Menurut Nurhasanah, masyarakat di daerah harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pelayanan jantung bermutu tanpa harus selalu menempuh perjalanan jauh ke kota besar atau ke RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita di Jakarta.“Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan penguatan kapasitas rumah sakit daerah, baik dari sisi fasilitas maupun peningkatan kompetensi sumber daya manusia,” jelasnya.
Ia menerangkan, program jejaring pelayanan kardiovaskular memiliki peran strategis dalam meningkatkan kemampuan rumah sakit daerah. Melalui program tersebut, rumah sakit rujukan nasional memberikan pendampingan klinis, transfer pengetahuan dan keterampilan, serta penguatan tata kelola pelayanan.
Dalam pelaksanaan kegiatan di RSUD Praya, tim dokter dan tenaga kesehatan dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, bersama tim dari wilayah NTB, dijadwalkan melaksanakan pendampingan tindakan intervensi kardiovaskular nonbedah selama dua hari, yakni 26–27 Oktober 2026.
Nurhasanah berharap seluruh rangkaian tindakan berjalan lancar, tanpa kendala maupun komplikasi, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang optimal.“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah, tidak lagi mengalami kesulitan mengakses pelayanan jantung dan tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pertolongan medis,” katanya.
Ia juga berharap RSUD Praya ke depan mampu mengembangkan layanan tersebut secara mandiri melalui peningkatan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan, didukung fasilitas serta sistem pelayanan yang memadai.
Nurhasanah menekankan bahwa keberhasilan pengembangan layanan kardiovaskular tidak hanya bergantung pada pelaksanaan tindakan medis perdana, tetapi juga membutuhkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, manajemen rumah sakit, dan seluruh tenaga kesehatan.
Penguatan sumber daya manusia, ketersediaan sarana dan prasarana, kesinambungan pembiayaan, serta kemudahan sistem rujukan menjadi sejumlah aspek penting agar pelayanan dapat berjalan secara optimal.
Ia berharap kolaborasi antara RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RSUD Praya, dan pihak terkait tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi berkembang menjadi kerja sama yang produktif, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan serta keselamatan pasien.“Melalui momentum ini, mari kita pastikan masyarakat di Nusa Tenggara Barat memperoleh akses pelayanan kardiovaskular yang semakin dekat, semakin berkualitas, dan semakin berkeadilan,” tuturnya.
Pelaksanaan Proctorship Intervensi Nonbedah Kardiovaskular perdana ini diharapkan menjadi tonggak pengembangan layanan jantung di RSUD Praya sekaligus memperkuat upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
Dengan dukungan jejaring rumah sakit rujukan, peningkatan kompetensi tenaga medis, dan komitmen pemerintah daerah, RSUD Praya diharapkan terus berkembang dan mampu memberikan pelayanan kardiovaskular yang semakin baik bagi masyarakat Lombok Tengah dan sekitarnya. [SLNews – Rul].

Tinggalkan Balasan