SHOPPING CART

close

Di Sosialisasi PKBN Terungkap Lombok Tengah Masuk Zona Merah, Lalu Pathul Usul ke Kemenhan RI Dirikan Kampung Bela Negara

Bupati Lombok Tengah Usul Ke Kemenhan RI Dirikan Kampung Bela Negara
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri (kanan), menerima Cinderamata dari Kepala Pusat Bela Negara Kemenhan RI, Brigadir Jenderal TNI Parluhutan Marpaung, S.l.p., M.Han, usai pembukaan acara Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) Lingkup Masyarakat tahun 2026 di Ballroom Raja Hotel The Mandalika di Desa Kute, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Selasa, (14/7/2026).

SUARALOMBOKNEWS | Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI), menggelar kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) Lingkup Masyarakat tahun 2026 yang berlangsung di Ballroom Raja Hotel The Mandalika di Desa Kute, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat  (NTB), Selasa, (14/7/2026).

Kegiatan diikuti oleh 200 peserta dari para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pimpinan Ormas, organisasi komunitas, dan organisasi profesi se – Lombok Tengah.

Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.Ip, M.Ap.

Dalam sambutannya, H. Lalu Pathul Bahri menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada Kemenhan RI, khususnya Badan Cadangan Nasional, yang telah menaruh perhatian besar dan memilih Lombok Tengah sebagai lokus pelaksanaan agenda strategis nasional ini.”Kita menyadari sepenuhnya bahwa agenda bela negara hari ini bukan sekadar seremonial. secara yuridis, kegiatan ini berakar kuat pada amanat undang-undang nomor 23 tahun 2019, yang operasionalnya dipertegas melalui Perpres nomor 115 tahun 2022, serta selaras dengan arah peraturan Presiden nomor 111 tahun 2025 tentang kebijakan Pertahanan Negara 2025-2029. bahkan di tingkat Nasional, pembinaan karakter ini telah dikunci sebagai bagian dari program prioritas “Asta Cita” pada RPJMN 2025-2029 menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya

Lombok Tengah saat ini, kata Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi NTB itu, tengah berada dalam laju transformasi ekonomi dan investasi yang sangat masif melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan pariwisata internasional di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Pertumbuhan ini menuntut kondisi lingkungan yang stabil dan kondusif, karena stabilitas keamanan adalah variabel utama yang menentukan keberhasilan investasi, produktivitas, serta kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah. Namun, dibalik peluang tersebut, perkembangan geopolitik dan geostrategi global membawa dampak sosial-budaya lokal yang melahirkan tantangan sosiologis yang tidak ringan bagi masyarakat Lombok Tengah.”Kita harus jujur mengakui bahwa Lombok Tengah masih diidentifikasi masuk dalam zona merah kerawanan konflik sosial, yang polanya kerap kali diawali dari riak kecil konflik individu lalu meluas secara cepat menjadi konflik horizontal antar kelompok. Di saat yang sama, keterbukaan wilayah pariwisata juga membuat Lombok Tengah dan wilayah NTB secara umum berada dalam bayang-bayang ancaman darurat narkoba yang secara nyata mengincar kesehatan fisik, mental, dan masa depan generasi muda kita,” kata Lalu Pathul.

Bupati Lombok Tengah dua periode itu menegaskan, Pemerintah Daerah berkomitmen penuh mendukung kebijakan pertahanan negara. Terlebih, intervensi pertahanan ini adalah katalisator utama yang akan mempercepat terwujudnya visi besar pembangunan daerah, yaitu masyarakat Lombok Tengah yang mandiri, berdaya saing, sejahtera dan harmonis (Masmirah).”Kami menegaskan dukungan penuh atas rencana penempatan serta pembangunan infrastruktur pertahanan dari TNI dan Kemenhan RI, yakni pembangunan Batalyon infanteri teritorial pembangunan atau Batalyon tempur penyangga daerah rawan yang rencananya ditempatkan di wilayah Lombok Tengah tepatnya di wilayah Kecamatan Praya Barat. Pemkab Lombok Tengah telah menyiapkan langkah koordinasi teknis, termasuk dukungan penyediaan lahan, agar kehadiran kesatuan infanteri ini dapat segera terealisasi. Kehadiran Batalyon penyangga ini memegang makna yang teramat strategis, bukan sekadar memperkuat stabilitas Kamtibmas dan pertahanan militer, melainkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam akselerasi pembangunan serta penguatan ketahanan nonmiliter masyarakat lokal,” tegas Lalu Pathul.

Dalam kesempatan tersebut, Lalu Pathul juga menyampaikan harapan dan permohonan kepada Kemenhan RI untuk pembentukan Kampung Bela Negara di Lombok Tengah.”Kami menyampaikan harapan dan permohonan besar kepada Kemenhan RI, agar kiranya dapat mengalokasikan program pembentukan Kampung Bela Negara di Lombok Tengah sebagai pilot project atau proyek percontohan di tingkat nasional. Dengan kombinasi kehadiran infrastruktur Batalyon penyangga di lapangan serta intervensi pembentukan kampung bela negara di tingkat sosial, kita dapat menyatukan doktrin nilai dasar kebangsaan dengan instrumen hukum adat serta kearifan lokal sasak. Kita hidupkan kembali nilai gotong royong, musyawarah, toleransi, dan solidaritas dari tingkat akar rumput. inilah tameng berlapis untuk mengikis status zona merah kerawanan konflik, menangkal infiltrasi narkoba, sekaligus mengamankan jalannya pembangunan nasional di daerah pariwisata kita. Kami sangat berharap usulan taktis ini dapat menjadi catatan penting untuk dibawa ke Jakarta,” harapnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Pusat Bela Negara Kemenhan RI, Brigadir Jenderal TNI Parluhutan Marpaung, S.l.p., M.Han, menyampaikan ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas antusiasme seluruh peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.”Saya menyadari bahwa penyelenggaraan sosialisasi dan diseminasi pembinaan kesadaran bela negara yang telah berlangsung ini dilaksanakan relatif singkat, Namun demikian diharapkan tidak mengurangi esensi pentingnya pembangunan sikap mental dan karakter bangsa yang cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban bagi bangsa dan negara serta memiliki kemampuan awal bela negara,” ucapnya

Dari materi yang telah disampaikan oleh para narasumber, Brigadir Jenderal TNI Parluhutan berharap dapat menjadi referensi penting bagi para peserta sosialisasi. Para peserta sekalian kader bela negara yang mempunyai peran penting dalam menyebarluaskan nilai dasar bela negara kepada lingkungannya masing-masing. “Kita semua menyadari bahwa misi yang kita emban sebagai kader bela negara ini tidaklah ringan, namun saya yakin para peserta sekalian mampu membuat kreasi dan inovasi dalam mengaktualisasikan dan menyebarluaskan nilai dasar bela negara kepada masyarakat luas. Saya berpesan, agar para peserta sosialisasi dan diseminasi pembinaan kesadaran bela negara (PKBN) dapat menjadi agen perubahan dalam mengimplementasikan bela negara di kehidupan sehari-hari. Peran para peserta sekalian sangat penting dalam membangun dan menciptakan iklim cinta tanah air yang semakin kuat dan luas, memanfaatkan status para peserta sebagai tokoh di lingkungan masing-masing, yang tentunya akan lebih didengar dan diperhatikan oleh masyarakat luas. Jadilah kader bela negara yang dapat membuat perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menuju indonesia kuat, hebat dan bermartabat,”harapnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan yakni, dari Kemenhan RI, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB, Asisten II Setda Lombok Tengah, Lalu Rinjani dan Kepala Bakesbangpol Lombok Tengah, Murdi, Ap, M.Si. [SLNews – rul].

Tags:

0 thoughts on “Di Sosialisasi PKBN Terungkap Lombok Tengah Masuk Zona Merah, Lalu Pathul Usul ke Kemenhan RI Dirikan Kampung Bela Negara

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Juli 2026
M S S R K J S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

STATISTIK