SHOPPING CART

close

Satu Warga Menolak Rumahnya Digusur ITDC, Puluhan Warga Lain Bangun Kampung Rohingya di Pantai Kute

Warga Kute Tolak Penggusuran Lahan oleh ITDC
Amaq Talip (kiri), didampingi Geni (kanan), menunjukkan bukti dokumen tanah miliknya yang ada di Kampung Baru, Dusun Kute I, Desa Kute, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Senin, (19/2/2024).

LOMBOK TENGAH | Salah satu dari puluhan warga Kampung Baru, Dusun Kute I, Desa Kute, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni  Amaq Talip menentang penggusuran kampung baru yang letaknya di depan atau sebelah barat Masjid Nurul Bilad yang dilakukan oleh PT ITDC selaku pengembang dan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika Kute Lombok pada awal tahun 2024.

Meskipun puluhan warga lainya rumahnya telah digusur PT ITDC. Namun sampai dengan saat ini Amaq Talip masih tetap bertahan di rumahnya yang berdiri di atas tanahnya seluas 3 are yang ditempati sejak tahun 1975.” Sudah puluhan tahun saya tinggal di sini. Saya tidak pernah menjual tanah ke pihak manapun, tapi tiba – tiba tanah saya diklaim secara sepihak oleh PT ITDC dengan alasan tanah saya masuk kedalam kawasan lahan ITDC, dan saya juga tiba – tiba terima surat dari ITDC yang meminta saya untuk mengosongkan rumah untuk digusur,” ungkap Amaq Talip didampingi menantunya, Geni, Senin, (19/2/2024).

Amaq Talip menceritakan, tanah seluas 3 are miliknya tersebut didapat dengan cara dibeli dari Mainip sekitar tahun 1975.” Awalnya seluas 25 are, lalu dibagi menjadi 5 dan untuk pembangunan Mushola. Dan saya mendapatkan 3 are. Pada tahun 1997 ITDC membeli tanah seluas 6 are dari Amaq Ketik yang lokasinya berdekatan dengan tanah saya. Tetapi kenapa tanah saya juga ikut diklaim oleh PT ITDC dengan alasan sudah membeli dari Amaq Ketik,” ucapnya

Ditempat yang sama, Geni menambahkan, saat PT ITDC melakukan pengukuran tanah milik mertuanya yang ada di Kampung Baru Kute, tidak pernah melibatkan pemilik tanah maupun pemilik tanah yang menjadi sandingan dari tanah milik mertuanya.” Petugas Ukur PT ITDC Haji Saban turun ngukur secara diam – diam dan dari atas bangunan Hotel yang ada di samping rumah mertua saya. Saat melakukan pengukuran juga tidak melibatkan pemilik tanah dan milik tanah yang menjadi sandingan. Tiba-tiba sudah ada hasil ukur dan tanah mertua saya diklaim secar sepihak milik ITDC. Mertua saya mendapatkan tanah dengan cara dibeli dan ada surat – suratnya dari Pemerintah Desa saat itu, setiap tahun juga bayar pajak,” kesalnya

Geni mengaku sudah berulang kali murtuanya disuruh datang ke Kantor ITDC di Komplek Masjid Nurul Bilad untuk menyelesaikan persoalan lahan. Namun, kata Geni, mertunya menolak untuk datang ke Kantor ITDC karena khawatir dipaksa untuk menerima uang pindah.”Anehnya lagi yang minta orang tua saya datang ke ITDC orang lain yang tidak menjadi Kadus di Dusun Kute I. Orang tua saya tetap menolak datang ke ITDC dan menolak untuk diberikan ganti rugi atau apapun namanya. Dan saya juga pernah bilang langsung ke orang ITDC, apakah ITDC beli tanah atau Beli data, tapi tidak ada satupun yang mau menjawab. Dan saya menduga ITDC tidak membeli tanah, melainkan hanya membeli data,” sebutnya

Untuk itu, Geni meminta kepada PT ITDC untuk tidak melakukan upaya – upaya paksa dan adu domba untuk mengambil tanah mertuanya.” Jangan karena kami tidak mau melepas tanah lalu kami diadu domba dan jangan lakukan upaya – upaya pemaksaan dengan bertameng Hukum untuk mengambil tanah yang bukan menjadi hak ITDC,” pintanya

Warga Kampung Baru Kute Digusur ITDC
Puluhan Bangunan rumah yang dibangun warga eks Kampung Baru Kute di Pinggir Pantai Kute yang kini dinamakan Kampung Rohingya di KEK The Mandalika, Desa Kute, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Senin, (19/2/2024).

Terhadap puluhan warga Kampung Baru yang rumahnya telah digusur kata Geni, saat ini sudah pindah dan membangun rumah di pinggir pantai Kute.” Ada puluhan warga sudah pindah dan membangun rumah di pinggir Pantai, yang kini dinamakan Kampung Rohingya, karena berdekatan langsung dengan pantai dan bangunnya berada atas pasir Pantai Kute. Bisa dilihat langsung, Pantai Kute sudah jadi perkampungan padat, perkampungan kumuh. Sampai – sampai sudah tidak ada jalan lagi menuju Pantai,” ujarnya. [slnews – rul]. 

Tags:

0 thoughts on “Satu Warga Menolak Rumahnya Digusur ITDC, Puluhan Warga Lain Bangun Kampung Rohingya di Pantai Kute

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Februari 2024
M S S R K J S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

STATISTIK