SHOPPING CART

close

Tangisan Puluhan KK Yang Masih Terisolir di Dalam Sirkuit Mandalika

Sirkuit Mandalika KEK The Mandalika di Desa Kute, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah
Anggota BPD Kute Alus Darmiah bersama Kadus Ujung, Ebunut dan perwakilan warga yang terisolir saat bertemu dengan PT ITDC di Kantor ITDC di Komplek Masjid Nurul Bilad, KEK The Mandalika di Desa Kute, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Rabu, (25/5/2022)

LOMBOK TENGAH | Dibalik kemegahan Sirkuit Mandalika masih ada puluhan kepala keluarga (KK) yang terisolir di dalam Sirkuit Mandalika di Desa Kute, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Puluhan KK yang terisolir itu berada di Wilayah Dusun Ebunut dan Dusun Ujung, Desa Kute, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. ” Ada 50 KK di Dusun Ebunut dan Ujung yang sampai dengan saat ini masih tinggal di dalam Sirkuit Mandalika dan kondisinya terisolir oleh Sirkuit Mandalika,” ungkap Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kute, Alus Darmiah G, Kamis, (26/5/2022).

Pria yang juga Ketua Forum Pemuda Peduli Pariwisata Lombok Tengah (FP3LT) itu mengatakan, 50 KK yang terisolir itu memilih tetap tinggal didalam Sirkuit Mandalika karena tanah mereka belum dibebaskan oleh Pemerintah dan PT ITDC selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika.” Tanah mereka belum dibebaskan, masih ada saling klaim lahan,” kata Alus

Puluhan KK di Dusun Ebunut dan Ujung ungkap pria yang juga menjabat Ketua Forum BPD Kecamatan Pujut itu tidak bisa beraktivitas secara normal dan harus berjuang keras untuk bisa keluar masuk dari dan menuju Dusun Ebunut dan Ujung melalui Tunnel satu dan dua Sirkuit Mandalika. ” Kami menangis dan tersiksa di kampung halaman sendiri. Kalau warga keluar masuk melalui Tunnel satu dan dua Sirkuit, ribet, harus berhadapan dan ditanya keperluannya masuk ke dalam Sirkuit Mandalika oleh Personel Brimob. Kalau melalui jalan diluar sirkuit banyak rintangan, kalau mau antar anak sekolah, ke Puskesmas dan ke Pasar lawok tumpah (Jatuh terguling),” ungkap Alus

Untuk itu kata Alus, puluhan KK yang terisolir di dalam Sirkuit Mandalika meminta perlakuan khusus kepada PT ITDC termasuk kepada MGPA selaku bagian dari PT ITDC. “Untuk keluar masuk dalam ke kampung halaman mereka sangat susah, seperti mau keluar masuk di perbatasan antar Negara. Untuk itu, warga meminta perlakuan khusus hanya sekedar untuk keluar masuk kedalam kampung halaman melalui kawasan Sirkuit, dan jangan hanya saat ada Event saja baru warga diberikan perlakuan khusus yang ditandai dengan Gelang atau stiker yang bertulisan Penduduk Inti Sirkuit,” pintanya

Alus mengaku, dirinya selaku BPD Kute bersama Kadus Ebunut dan Ujung serta sejumlah perwakilan warga yang terisolir telah bertemu dengan PT ITDC di Kantor ITDC di Komplek Masjid Nurul Bilad The Mandalika di Desa Kute pada Rabu, (25/5/2022). ” Kemarin (Rabu) Kami bersama warga yang terisolir sudah bertemu dengan PT ITDC, dan jawaban dari PT ITDC akan melakukan pendataan terhadap warga untuk disampaikan dalam Rapat Internal ITDC. Kami juga meminta kepada PT ITDC untuk segera memperbaiki jalan yang ada di luar Sirkuit sehingga warga tidak kesulitan lagi keluar masuk kedalam kampung halaman mereka,” ujarnya. [slnews – rul].

Tags:

0 thoughts on “Tangisan Puluhan KK Yang Masih Terisolir di Dalam Sirkuit Mandalika

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Mei 2022
M S S R K J S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

STATISTIK