Berhasil Terobos Bandara, Warga Pemilik Lahan The Mandalika Batal Sampaikan Penderitaan ke Presiden Jokowi

LOMBOK TENGAH | Puluhan warga pemilik lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika dari Desa Kuta dan Desa Sengkol Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil masuk kedalam kawasan Bandara Internasional Lombok (BIL), Jumat, (14/1/2022) sesaat sebelum Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) tiba di BIL untuk melanjutkan kunjungan kerjanya bersama rombongan ke Pulau Sumbawa setelah meninjau persiapan Sirkuit Mandalika menjelang event MotoGP 2022.
Meskipun BIL dijaga ketat Personil TNI-Polri, namun puluhan warga yang menuntut lahan mereka diselesaikan oleh PT ITDC selaku pengelola KEK The Mandalika berhasil masuk sampai ke Bundaran kedua yang ada di dalam Kawasan BIL.
Puluhan warga itu membawa spanduk yang bertuliskan “motoGP Jangan Diatas Penderitaan Kami”. Namun warga gagal membentangkan Spanduk tersebut saat Presiden Jokowi melintas menuju ruang VIP BIL karena berhasil direbut oleh personil TNI yang bertugas melaksanakan pengamanan RI di BIL. ” Kami tidak demo, kami hanya ingin bertemu dengan pak Presiden Jokowi, kami ingin menyampaikan penderitaan yang kami alami, karena lahan kami sampai saat ini belum dibayar oleh ITDC,” ucap salah seorang pemilik lahan KEK The Mandalika di Dusun Gerupuk, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Senam, Jumat, (13/1/2022).
“Kami pakai spanduk, supaya pak Presiden Jokowi tahu penderitaan kami, tapi spanduk kami direbut pak Tentara (TNI). Kami rela ditembak asalkan pak Presiden tahu penderitaan kami dan lahan kami dibayar,” sambung Senam.
Senam mengaku dirinya bersama puluhan pemilik lahan berangkat dari rumah masing – masing selesai Sholat Subuh menuju BIL. “Setelah solat subuh, kami berangkat ke Bandara dan masuk melalui samping pintu masuk (Tol Gate Bandara),” ucapnya
Sementara itu Advokasi Masyarakat dari Lembaga Reclasseering Indonesia Provinsi NTB, Ranti Trismin Anggraini, SH mengatakan, aksi spontan warga pemilik lahan yang diAdvokasi tanpa sepengetahuan dirinya. ” Saya baru tahu setelah ada warga yang sempat diamankan TNI di Bandara, dan aksi warga itu sebagai bentuk perlawanan warga mempertahankan dan mendapatkan hak hak yang belum diselesaikan oleh PT ITDC,”ungkapnya
Wanita yang akrab disapa Lin itu menjelaskan, lebih dari 145 hektar milik warga di KEK The Mandalika dan di dalam Lintasan Sirkuit Mandalika yang belum diselesaikan atau dibayar oleh PT ITDC maupun oleh Pemerintah. ” Yang kami advokasi 145 hektar lahan milik warga yang ada di Dusun Gerupuk, Desa Sengkol, Dusun Ujung Lauk dan Dusun Ebunut Desa Kuta, bahkan ada lahan milik warga yang ada di dalam dan di lintasan Sirkuit Mandalika sampai dengan saat ini belum ada penyelesaian dari PT ITDC,” jelasnya
Untuk itu Lin meminta kepada pihak ITDC termasuk Pemerintah untuk segera menyelesaikan lahan milik warga sebelum event MotoGP digelar di Sirkuit Mandalika pada Tanggal 18-20 Maret 2022 mendatang. ” Warga mempertahankan hak – haknya yang dibuktikan dengan SIM (Surat Izin Menggarap) dan Pipil, bukan mengklaim lahan milik orang lain atau milik ITDC. Untuk itu, kami mohon keadilan, bayar dan melunasi apa yang menjadi hak warga sebelum event MotoGP,” pintanya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan