Sukses Bawa Lombok Tengah ODF, Lalu Pathul Terima Piagam Penghargaan Dari Umi Rohmi

LOMBOK TENGAH | Deklarasi Open Defecation Free (ODF) di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digelar di Ballroom Lantai 5 Gedung B Kantor Bupati Lombok Tengah dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Rabu, (17/11/2021).
Dalam sambutannya, Wagub NTB yang akrab disapa Umi Rohmi memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah Lombok Tengah yang telah berupaya maksimal dalam pencapaian ODF/Stop Buang Air Besar Sembarangan, Tuntas Pilar 1 STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).
Umi Rohmi mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong untuk meningkatkan pembangunan fasilitas Sanitasi sehingga diharapkan kesehatan masyarakat terus meningkat di Kabupaten Lombok Tengah.
Suksesnya pencapaian STBM yang luar biasa ini menunjukkan komitmen dari Pemerintah Daerah dalam Visi “LOMBOK TENGAH BERSATU JAYA” untuk mencapai peningkatan kesehatan masyarakat dan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Lombok Tengah.
Ditempat yang sama, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, SIP menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap para pihak yang telah berupaya maksimal untuk pencapaian pilar 1 STBM ini.
Tentunya ke depan kata Lalu Pathul, tidak hanya sampai di sini saja namun harus ditingkatkan untuk tuntas 4 pilar lainnya yaitu pilar 2 cuci tangan pakai sabun (CTPS), pilar 3 pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pilar 4 pengelolaan sampah, pilar 5 pengelolaan limbah cair rumah tangga (IPAL). “ Proses pencapaian STBM Pilar 1 telah dilakukan melalui kolaborasi para pihak. Pembangunan berbagai fasilitas Sanitasi, Pendampingan serta Penyadaran masyarakat oleh Bappeda, PUPR, Dinas Kesehatan, Sanitarian Puskesmas dan Instansi lainnya terus dilakukan dalam percepatan pencapaian Tuntas Pilar 1 STBM,” katanya
Upaya mendorong pencapaian STBM, pada tahun 2020-2021, Lembaga Transform bekerjasama dengan Yayasan Plan International Indonesia melaksanakan kegiatan WINNER Project (Women and Disability Inklusif wash and nutrition). Tujuannya adalah meningkatkan akses terhadap layanan air, sanitasi dan hygiene. Upaya ini merupakan bentuk realisasi untuk tercapainya target layanan universal akses air dan sanitasi tahun 2030 target SDGs (Sustainable Development Goals)
Dalam mendukung peningkatan akses STBM, Winner Project telah melakukan pelatihan dan monitoring STBM GESI (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang berkesetaraan Gender dan Inklusi). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sanitarian dan kader dalam pemicuan STBM GESI di masyarakat yang dilakukan di 40 desa. Selain itu juga dilakukan, monitoring kesetaraan Gender dan inklusi dalam sanitasi, Pelatihan pembuatan pembalut ramah lingkungan, Pendampingan sekolah terkait manajemen kesehatan menstruasi serta verifikasi Desa STBM.
Pelatihan STBM GESI dilakukan di 24 desa Pilot Proyek winner yang dibagi dalam 3 zona, zona Selatan (pesisir pantai), Zona tengah (Urban), zona Utara (pegunungan/bukit). Masing-masing kecamatan diambil 2 desa yang menjadi pilot Project.Meningkatnya kemampuan fasilitator (Sanitarian, kader kesehatan, pemerintah kecamatan dan Desa). Monitoring kesetaraan Gender dan inklusi dalam sanitasi dilakukan pada 5 Desa Pilot yaitu Desa Kopang, Marong, Menemeng, Darek dan Kuta. Meningkatnya pengetahuan komunitas melalui pelatihan pembuatan pembalut ramah lingkungan sehingga pelatihan ini mendorong terbentuknya wirausaha pembalut ramah lingkungan di Lombok Tengah.
Proses menuju pencapaian Pilar 1 STBM terus dilakukan melalui berbagai upaya diantaranya pembangunan WC Inklusi, Pelatihan Guru dan Sanitarian tentang Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) GESI dan MKM (Manajemen kebersihan Menstruasi) untuk Guru dan sanitarian. Hasilnya guru dan sanitarian yang telah dilatih di sekolah masing-masing dapat menjadi campion bagi komunitas di Sekolah. Selain itu juga adanya pendidik sebaya yang diharapkan dapat menjadi pioner bagi peningkatan Manajemen kebersihan Menstruasi (MKM) di sekolah.
Proses Verifikasi Desa STBM terus dilakukan dengan target 139 Desa di Kabupaten Lombok Tengah. Pada Senin, 15 November 2021, dilakukan Verifikasi Kabupaten Lombok Tengah Dinyatakan Tuntas Pilar 1 STBM Stop Buang Air Besar Sembarangan/ODF (Open Defecation Free). 4 Desa dinyatakan Lulus 5 Pilar STBM yaitu Desa Kopang Rembiga, Semparu, Bilebante dan Sisik. Penyerahan berita acara dilakukan oleh Tim Verifikasi Provinsi kepada Wakil Bupati Lombok Tengah. “Kolaborasi para pihak yang sangat baik selama ini telah berhasil dalam mendorong upaya pencapaian Lombok Tengah sebagai Kabupaten ODF ke-3 di NTB. Deklarasi ODF Kabupaten Lombok Tengah pada hari ini menjadi motivasi untuk pencapaian 4 pilar STBM Lainnya sehingga Pada Tahun 2023, Kabupaten Lombok Tengah Tuntas 5 Pilar STBM,” ujar H. Lalu Pathul Bahri
Dalam acara Deklarasi , Wakil Gubernur NTB penyerahan piagam penghargaan kepada Bupati Lombok Tengah yang telah sukses membawa Lombok Tengah ODF.
Selain itu juga, penyerahan penghargaan dilakukan oleh Bupati Lombok Tengah kepada 12 Camat dan 4 Kepala Desa yang telah tuntas 5 pilar STBM. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan