SHOPPING CART

close

Bakesbangpol Lombok Tengah Hadir di Sade, Dorong Kearifan Lokal Jadi Kekuatan Pemulihan Pasca Kebakaran

Pasca Kebakaran, Bakesbangpol Lombok Tengah Gotong Royong di Rumah Adat Sade
Kepala Bakesbangpol Lombok Tengah, Murdi AP,. M.Si bersama staf / pegawai Bakesbangpol Lombok Tengah melaksanakan gotong royong membersihkan puing puing material sisa kebakaran rumah adat Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Rabu, (26/8/2026) pagi.

SUARALOMBOKNEWS | Pasca kebakaran yang melanda kawasan rumah adat Sade, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), hadir bersama masyarakat Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Rabu (26/8/2026) pagi.

Kehadiran Bakesbangpol Lombok Tengah tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak sekaligus upaya menguatkan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pemulihan pasca bencana.

Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (22/8/2026) menyebabkan sejumlah rumah adat di kawasan Sade terdampak. Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga membawa dampak sosial bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan kehidupan dan aktivitas budaya di kawasan tersebut.

Bakesbangpol Lombok Tengah menilai pemulihan masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan kembali bangunan yang rusak.

Penguatan kebersamaan dan dukungan sosial juga menjadi bagian penting agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya.

Salah satu nilai kearifan lokal yang dinilai relevan dalam kondisi tersebut adalah Besiru, tradisi gotong royong masyarakat Sasak yang mengedepankan semangat saling membantu.

Nilai Besiru dinilai dapat menjadi modal sosial masyarakat dalam menghadapi situasi sulit, termasuk dalam proses pemulihan pasca kebakaran.

Kepala Bakesbangpol Lombok Tengah, Murdi AP,. M.Si menegaskan, kearifan lokal tidak cukup hanya dibicarakan sebagai warisan budaya, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata melalui kepedulian, kebersamaan dan gotong royong.“Kami hadir bukan semata-mata untuk melihat sebuah musibah, tetapi untuk merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Mereka bukan hanya warga yang terdampak kebakaran, tetapi saudara-saudara kita yang selama ini menjaga warisan luhur masyarakat Sasak,” ungkapnya.

Menurutnya, rumah adat Sade memiliki nilai lebih dari sekadar bangunan tradisional. Kawasan tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sasak yang menyimpan sejarah, tradisi dan identitas budaya.

Karena itu, proses pemulihan diharapkan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Bakesbangpol juga mendorong sinergi antara pemerintah, masyarakat, tokoh adat dan seluruh elemen terkait dalam proses pemulihan.

Pemerintah memiliki peran dalam memberikan dukungan melalui kebijakan dan pelayanan, sementara masyarakat dengan kekuatan gotong royong dan nilai adatnya menjadi bagian penting dalam proses membangun kembali kehidupan pasca kebakaran.

Kehadiran Bakesbangpol di Sade sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebangsaan melalui kepedulian dan persaudaraan.“Yang terdampak mungkin sebagian, tetapi rasa kehilangan adalah milik kita bersama. Proses untuk bangkit kembali juga menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Murdi

Bakesbangpol Kabupaten Lombok Tengah menyatakan akan terus mendorong aktualisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus sebagai kekuatan dalam membangun ketahanan sosial di daerah. [SLNews-rul]

Tags:

0 thoughts on “Bakesbangpol Lombok Tengah Hadir di Sade, Dorong Kearifan Lokal Jadi Kekuatan Pemulihan Pasca Kebakaran

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Agustus 2026
M S S R K J S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

STATISTIK