SHOPPING CART

close

Akhirnya, Oknum Anggota Dewan Lombok Tengah Dari Gerindra Resmi Dilaporkan ke Polda NTB

Saleh, SH & Rekan Advokat dan Konsultan Hukum
H. Fauzan Azima, SH bersama Hamdi, SH dan Saleh, SH yang tergabung dalam Saleh, SH & Rekan Advokat dan Konsultan Hukum usai mengadukan oknum Anggota Dewan Lombok Tengah dari Partai Gerindra, Muhalip ke Polda NTB, Senin, (18/10/2021).

LOMBOK TENGAH | Kantor Hukum Saleh, SH & Rekan Advokat dan Konsultan Hukum selaku pihak yang diberikan kuasa oleh Istri dari Kamarudin tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) secara resmi melaporkan oknum Anggota DPRD Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Partai Gerindra, Muhalip ke Polda NTB pada Senin, (18/10/202).

Anggota DPRD Lombok Tengah dari daerah pemilihan (Dapil) Jonggat – Pringgarata Lombok Tengah itu dilaporkan atas dugaan tindak pidana, penipuan, penggelapan, pengancaman dan atas dugaan sebagai Markus (Makelar Kasus). “ Hari ini (Senin,18/10) kami telah mengadukan dan melaporkan oknum Anggota  Dewan Lombok Tengah dari Partai Gerindra, Muhalip atas dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan dan pengancaman terhadap klien kami yakni Istri dari tersangka Curat, Kamarudin sesuai dengan surat kuasa yang kami terima nomor : 14/Pid.Adv/X/2021 ke Dit Krimum Polda NTB,” kata Saleh, SH & Rekan Advokat dan Konsultan Hukum , H. Fauzan Azima, Senin, (18/10/2021).

Selama Kamarudin menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Curat, kata H. Fauzan, keluarga Kamarudin telah meminta maaf kepada Muhalip selaku korban Curat dan keluarga Kamarudin telah menyerahkan uang senilai Rp. 9,5 juta kepada Muhalip untuk menyelesaikan persoalan hukum yang menjerat Kamarudin.

Kamarudin ditetapkan sebagai DPO oleh Polres Lombok Tengah, karena telah mencuri Handphone milik Muhalip pada bulan Mei 2020 lalu dan beberapa waktu lalu Kamarudin berhasil ditangkap oleh personel Satreskrim Polres Lombok Tengah. Saat ini Kamarudin tengah menjalani proses penyidikan di Satreskrim Polres Lombok Tengah. ” Ada rekamannya di saya, uang itu diminta oleh Muhalip untuk membebaskan Kamarudin supaya tidak jadi tersangka dan dibebaskan, tetapi bukannya menyelesaikan masalah, malah menambah masalah, dan sekarang Kamarudin sudah ditangkap Polisi dan uang itu diantar ke Muhalip oleh Istri Kamarudin dan Amaq Mar. Atas dasar itulah kami juga menduga Muhalip (Anggota Dewan Lombok Tengah) menjadi Markus. Jadi silahkan saja Muhalip membantah, nanti kita buktikan di pengadilan,” sebut H. Fauzan

Sebelumnya, kepada suaralomboknews.com, Jum’at, (15/10/2021), Anggota DPRD Lombok Tengah dari Partai Gerindra, Muhalip dengan tegas membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya.

Muhalip menceritakan awal mula tersangka Curat Kamarudin bersama rekannya Ali mencuri dua buah Handphone miliknya. “ Kejadiannya Malam Jumat, 17 mei 2020 jam 3 pagi,  iphone saya hilang, lalu saya lapor ke Polsek. Iphone saya yang hilang itu bisa dilacak keberadaannya, kalau pelakunya orang dalam, laporan bisa kita cabut, tetapi sampai dengan 4 bulan hilang cerita. Lalu Pelaku Ali ditangkap di Belanting, setelah menjalani hukuman yang informasinya divonis 8 bulan, namun yang dijalani 4 bulan, Ali bebas dan datang kerumah bersama istri pelaku Kamarudin untuk meminta maaf dan saya memaafkannya, Istri Kamarudin juga meminta tolong kesaya bagaimana supaya Kamarudin tidak menjadi DPO dan bisa bebas. Saat itu, dia (istri Kamarudin) mengiming – imingi saya uang, dan saya sama sekali tidak pernah meminta uang, karena Amaq Mar ditahu dekat dengan saya, Istri kamarudin meminta tolong ke Amaq Mar, lalu Amaq Mar waktu itu bilang ke saya bagaimana kita atur anak – anak ini (Kamarudin), saya menjawab tetap saya akan bantu, dan saya menghadap ke Pak Kapolsek dan Kanit, dan jawabannya Kamarudin tidak bisa dibebaskan, dan saya juga tidak bisa mengintervensi proses hukum,” cerita Muhalip

Selama menjadi DPO, Kamarudin berada di Malaysia sebagai TKI, dan setelah hampir satu tahun, Kamarudin pun pulang ke kampung halamannya dan ditangkap personel Satreskrim Polres Lombok Tengah. “ Setelah bebas, Ali kembali ditangkap dalam kasus yang berbeda, dan saat Kamarudin pulang ditangkap Polisi, saya tidak tahu kalau Kamarudin sudah ditangkap. Anehnya setelah  Kamarudin ditangkap, saya dituduh minta uang Rp. 9,5 juta. Padahal uang yang disebut sebut oleh Istri Kamarudin itu diserahkan ke Amaq Mar, dan saya tegaskan, jangankan meminta melihat uang itu saja tidak pernah. Jadi kalau memang keberatan, silahkan ambil saja uangnya di Amaq Mar, masih utuh, bukan malah menuduh saya yang tidak – tidak,” ungkap Muhalip

Meskipun dituduh telah meminta uang, Muhalip menegaskan tetap memaafkan Kamarudin dan Istrinya. “ Tidak apa – apa, saya tetap memaafkannya, dan saya akan menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan,” ujarnya [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Akhirnya, Oknum Anggota Dewan Lombok Tengah Dari Gerindra Resmi Dilaporkan ke Polda NTB

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Oktober 2021
M S S R K J S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

STATISTIK