FAKTA PDAM Lombok Tengah Racuni Ribuan Masyarakat Praya Barat

LOMBOK TENGAH | Pengolahan Air (water Treatment) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah di yang ada di wilayah Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah mengeluarkan limbah berupa lumpur berwarna coklat pekat dan bau menyengat. Limbah lumpur itu mengalir ke sungai di Kecamatan Praya Barat, khususnya sungai yang ada di wilayah Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat. ” Persoalan limbah lumpur PDAM sudah lama, disaat musim kemarau sungai Penujak dipenuhi limbah lumpur PDAM, akibatnya ribuan masyarakat di sepanjang aliran sungai tidak bisa menggunakan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari, itu sama saja meracuni masyarakat Praya Barat, masyarakat tidak bisa memanfaatkan sungai untuk menanam kangkung dan lainnya, masyarakat tidak bisa budidaya ikan, kalaupun bisa ikan yang dihasilkan mengandung zat kimia, kalau dikonsumsi secara terus menerus bisa berbahaya terhadap kesehatan,” sebut Humas Forum Analisis Kebijakan Untuk Rakyat Republik Indonesia (FAKTA RI), Lalu Damar Wulan usai pertemuan diskusi antara PDAM Lombok Tengah dengan FAKTA RI di ruang rapat Direktur Utama (Dirut) PDAM Lombok Tengah, Rabu, (6/10/2021).
FAKTA RI meminta kepada PDAM Lombok Tengah untuk membangun saluran limbah tersendiri, sehingga limbah tidak dibuang ke aliran sungai. ” Harus ada saluran pembuangan atau penampungan limbah tersendiri, sehingga limbah tidak mencemari sungai yang menjadi sumber air masyarakat. Kalau tidak ada solusi, kami bersama masyarakat Kecamatan Praya Barat akan menutup pengolahan air PDAM Lombok Tengah,” ancam pengurus FAKTA RI, Jopi Hendrayani
Sementar itu Direktur Bidang Umum yang juga Plt Dirut PDAM Lombok Tengah, Bambang Supratomo mengaku baru menerima informasi terkait dengan pencemaran aliran sungai yang bersumber dari limbah lumpur pengolahan air PDAM Lombok Tengah. ” Masalah limbah baru saya dapat informasi dan besok saya akan turun langsung ke lokasi seperti apa kondisi di lapangan karena ini penting juga kita lihat secara langsung,”janjinya.
Selain persoalan Limbah, dalam diskusi tersebut, FAKTA RI juga menyampaikan sejumlah persoalan yang ada di PDAM Lombok Tengah, yakni persoalan rusaknya sejumlah fasilitas umum seperti jalan raya, trotoar jalan akibat pipa PDAM yang bocor. Persoalan menurunnya debit air dan pelayanan PDAM Lombok Tengah yang dinilai belum maksimal.
Dalam diskusi tersebut FAKTA RI menyampaikan sejumlah saran dan kebijakan kepada PDAM Lombok Tengah untuk mengatasi persoalan menurunnya debit air dengan melaksanakan penghijauan di daerah sumber mata air. Mengganti pipa distribusi PDAM yang sudah berusia puluhan tahun sehingga tidak merusak fasilitas umum dan memperluas jaringan layanan, sehingga masyarakat bisa menikmati air bersih PDAM Lombok Tengah. [slnews – roby]

Tinggalkan Balasan