SHOPPING CART

close

Curi Meter Air, PDAM Lombok Tengah Akan Digugat Perdata

Pelanggan PDAM Lombok Tengah
H. Fauzan Azima (kiri)

LOMBOK TENGAH | Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kecamatan Batukliang mengeluhkan sikap oknum petugas Upt PDAM Batukliang yang menyita meter air milik warga tanpa ada teguran dan pemberitahuan sebelumnya. ” Meter saya dicuri, dan yang saya curigai petugas PDAM yang mencuri, karena hanya petugas PDAM yang bisa membuka meter air. Kenapa saya katakan meter air dicuri, karena tidak pernah ada pemberitahuan dan saat meter air dicabut saya tidak sedang dirumah,” kesal salah seorang pelanggan PDAM Lombok Tengah dibawah pelayanan UPT PDAM Batukliang, Lombok Tengah, H. Fauzan Azima, Rabu, (6/10/2021).

Akibat perbuatan petugas UPT PDAM Kecamatan Batukliang tersebut, pelanggan PDAM Lombok Tengah merasa dirugikan.” Saya selaku pelanggan PDAM dirugikan, dan saya akan mengajukan gugatan secara Perdata akibat kerugian saya yang ditimbulkan oleh perbuatan oknum petugas UPT PDAM Lombok Tengah,” tegas H. Fauzan

Tidak hanya terkait dengan pencabutan meter air sepihak, H. Fauzan juga mengeluhkan kurangnya pasokan air untuk pelanggan PDAM Lombok Tengah yang ada di Kecamatan Batukliang. ” Wilayah Batukliang termasuk wilayah sumber mata air, tetapi kok aneh, malah kekurangan air bersih, jadi wilayah Batukliang hanya dijadikan perlintasan distribusi air bersih saja,” sebutnya

Tidak itu saja, H. Fauzan juga mengeluhkan program pemasangan meter air gratis oleh PDAM Lombok Tengah yang sampai dengan saat ini tidak kunjung dilaksanakan. ” Dulu ada program pemasangan meter air gratis dan masyarakat diminta mengeluarkan uang Rp. 50 ribu oleh oknum Petugas PDAM, tetapi sampai dengan saat ini program meter gratis itu hilang cerita,” ungkapnya

Sementar itu Direktur Bidang Umum yang juga Plt Dirut PDAM Lombok Tengah, Bambang Supratomo mengaku saat ini terjadi penurunan debit air di sumber mata air aik bone di Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang Utara, dari 70 liter per detik turun menjadi 55 liter per detik. ” Penurunan debit air secara umum diakibatkan oleh kebijakan pemerintah 15 – 20 tahun yang lalu. banyaknya Ilegal logging, berubahnya musim dan pola tanam masyarakat, contohnya kawasan sumber mata air yang seharusnya ditanami pohon, sekarang sudah berubah menjadi hutan Pisang. Kita mau merebut air, tetapi kita akan berbenturan dengan masyarakat, karena masyarakat juga butuh air untuk lahan pertanian,” ungkap Bambang

“Masalah kurangnya pasokan air bersih di Batukliang juga disebabkan oleh bertambahnya jumlah pelanggan PDAM tanpa disertai dengan penambahan debit air,” sambung Bambang

Terkait dengan pencabutan meter air pelanggan, Bambang menegaskan, akan berkoordinasi dengan Kepala¬† UPT PDAM Kecamatan Batukliang. ” Nanti saya akan tanyakan ke Kepala UPT,” janjinya. [slnews – roby]

Tags:

0 thoughts on “Curi Meter Air, PDAM Lombok Tengah Akan Digugat Perdata

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Oktober 2021
M S S R K J S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

STATISTIK