SHOPPING CART

close

Pemkab Lombok Tengah Tangkap Sinyalemen Ancaman Dari Samara Hill

Samara Hill
Plt. Asisten I Setda Lombok Tengah, Murdi AP

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat ( NTB) menanggapi pernyataan dan penjelasan dari pemrakarsa Pembangunan Hotel Samara Hill, Agung Partama yang ditujukan kepada Kepala Dusun (Kadus) Pondok Dalam, Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, H. Badawi terkait dengan tenaga kerja yang bekerja di pembangunan Hotel Samara Hill. “Terkait dengan polemik tenaga kerja di Samara Hill, kami ucapkan terima kasih pada perusahaan yang informasinya mengakomodir 80% warga Lombok Tengah. Nanti kita akan check kebenaran informasi ini melalui Dinas Tenaga Kerja. Mohon kiranya manajemen Samara Hill kooperatif membuktikannya,” kata Plt Asisten I Setda Lombok Tengah, Murdi AP saat ditanya suaralomboknews.com terkait dengan permintaan Kadus Pondok Dalem, H. Badawi kepada Samara Hill untuk memprioritaskan tenaga kerja asal Desa Montong Ajan, di ruang kerjanya di lantai 4, gedung B kantor Bupati Lombok Tengah, Rabu, (7/4/2021).
Murdi juga menanggapi pernyataan Agung Partama terkait dengan warga Lombok Tengah yang perlu diajari cara kasih sayang. “Kami berharap manajemen Samara Hill membantu kami kasih sayang seperti apa yang dimaksudkan. Insya Allah warga Lombok Tengah sangat tindih dengan tata krama. dan terkait dengan pernyataan bagaimana dengan warga Lombok Tengah yang bekerja di Senggigi dan lain -lain, menurut hemat kami hukum dinegara ini berlaku universal. Saya menangkap sinyalemen pernyataan Samara Hill sebagai ancaman yang ditujukan kepada warga Lombok Tengah. Dan kami sangat menyayangkan pernyataan itu,” sebutnya
Sebelumnya, Pemrakarsa pembangunan Samara Hill, Agung Partama yang dihubungi suaralomboknews.com via WhatsApp (WA), Senin, (5/4/2021) menegaskan, Samara Hill telah memberikan porsi tenaga kerja lebih kepada masyarakat Lombok Tengah. “Kami menerapkan keadilan bagi warga Lombok. Dari Lombok Tengah sekira 80 persen, dari Lombok Barat sekira 5 persen, dari Mataram sekira 10 persen, dari Lombok Timur sekira 5 persen dan dari Lombok Utara belum ada dan sedang dicari,” tegasnya
Agung menyayangkan sikap Kadus Pondok Dalam, H. Badawi yang juga merupakan bagian dari karyawan Samara Hill melakukan protes ke Media. “Warga Lombok Tengah khususnya Haji Badawi yang terhormat, yang notabene adalah karyawan kami, tetapi protes soal perusahaan ke media, yang mana ini adalah perbuatan yang sangat tidak etis, mohon jangan ego, bagaimana seandainya warga Lombok Tengah dilarang bekerja di Kota Mataram? Atau Warga Lombok Tengah dilarang bekerja di Senggigi Lombok Barat? Banyak sekali kawan – kawan saya dari Lombok Tengah yang bekerja di hotel – hotel di Senggigi, Lombok Barat dan warga Lombok Barat menerima dengan penuh kasih,” ucapnya
“Sepertinya warga Lombok Tengah khususnya Haji Badawi perlu diberikan pelajaran tentang kasih sayang dan mau menerima saudara lain dari bagian lain pulau Lombok. Toh juga sudah 80% dari karyawan kami berasal dari Lombok Tengah. Dan saya mohon dengan sangat kepada Haji Badawi untuk introspeksi diri silahkan berbicara berdasarkan data, dihitung prosentase jumlah tenaga kerja yg ada. Dan yg lebih penting lagi, bayangkan bila seluruh warga Mataram dan Lombok Barat melarang warga Lombok Tengah bekerja, maka akan ada berapa ribu warga Lombok Tengah yang harus di PHK. Mohonlah utk membuka diri dg saudara kita di Lombok Barat, lupakan semua pertentangan demi kemajuan daerah kita,” ujar Agung. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Pemkab Lombok Tengah Tangkap Sinyalemen Ancaman Dari Samara Hill

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Hari Jadi Lombok Tengah 75
LOGO Hari Jadi Lombok Tengah 75

KATEGORI

STATISTIK