SHOPPING CART

close

Gubernur NTB Hadir, Hakim PN Praya Kabulkan Penangguhan Penahanan 4 IRT dan Balita

Sidang 4 IRT di PN Praya
Sidang kasus pengerusakan gudang pabrik tembakau dengan terdakwa 4 IRT di PN Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin ( 22/2/2021 ).

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Majelis Hakim Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat ( NTB ) mengabulkan penangguhan penahanan terhadap 4 orang Ibu rumah tangga ( IRT ) terdakwa kasus pelemparan Gudang Tembakau di Desa Wajegeseng, Kecamatan Kopang Lombok Tengah yakni, Nurul Hidayah (38), Martini (22), Fatimah (38) dan Hultiah (40) warga Eyat Nyiur, Desa Wajegeseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah mengabulkan penangguhan penahanan . ” Berdasarkan pertimbagan majelis hakim,¬† mengabulkan penangguhan penahanan terdakwa dengan syarat terdakwa tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti dan harus hadir dalam persidangan, memeperintahkan JPU ( Jaksa Penuntut Umum ) mengeluarkan para terdakwa dari tahanan,” kata Ketua Majelis Hakim PN Praya, Asri, SH dalam persidangan pertama kasus pengerusakan gudang pabrik tembakau di PN Praya Lombok Tengah, dengan menghadirkan 4 IRT, Senin ( 22/2/2021).
Jika selama menjalani penangguhan penahanan, ke empat IRT yang sempat ditahan bersama dua balita di Rutan Praya Lombok Tengah mengulangi perbuatannya maka, Majelis Hakim akan mencabut penangguhan penahanan. ” syaratnya harus melapor, kalau ada yang dilanggar maka hakim akan mencabut penangguhan penanahan,” tegas Asri
Sidang akan dilanjutkan kembali pada hari Kamis, 25 Februari 2021 dengan agenda Esepsi dari para terdakwa, ” Sidang dilanjutkan pada hari Kamis, dengan agenda Esepsi,” ujar Asri
Sidang itu dihadiri JPU pada Kejaksaan Negeri Praya, Lombok Tengah, Catur Hiday Putra.
Diluar persidangan, dihadiri langsung oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersama Anggota Komisi III DPR RI, Sari Yuliati serta puluhan Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM )
Keempat IRT terdakwa kasus pengerusakan Gudang Tembakau itu didampingi 50 Pengacara yang dipimpin Koordinator Tim Keadilan untuk IRT, Ali Usman Ahim.
Sebelumnya empat ibu rumah tangga (IRT) ditahan Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat ( NTB ) lantaran melempar gudang rokok di UD MAWAR, Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah.
Ironisnya, dua dari empat IRT membawa balita dan menyusui di balik jeruji penjara.
Mereka ditangkap dan ditahan atas tuduhan pengerusakan. Padahal mereka melakukan protes karena pemilik pabrik tidak pernah mendengar aspirasi mereka. Banyak anak-anak yang sakit akibat polusi dari pabrik. Bahkan, warga sekitar sama sekali tidak dipekerjakan di pabrik.
Usai persidangan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menegaskan, kejadiran dirinya bersama Anggota Komisi III DPR RI, Sari Yuliati bukan untuk mengintervensi wewenang hakim dan proses dan penegakan hukum terhadap 4 IRT tersebut. “Saya menemani beliau ( Sari ) untuk memastikan InsyaAllah akan ada penangguhan penahanan hari ini, dan ini bukan masalah Pemprov NTB, hannya rasa kemanusiaan saja dan yang mengajukan penangguhan penahanan juga banyak ada dari keluarganya, ada dari Dinas Pemberdayaan Perempuan perlindungan anak pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi NTB, ada dari Pemda Lombok Tengah, dari teman – teman pengacara juga banyak, dan saya tidak tidak bisa mengintervensi majelis hakim,” tegas Zulkieflimansyah. [ slnews – rul ]

Tags:

0 thoughts on “Gubernur NTB Hadir, Hakim PN Praya Kabulkan Penangguhan Penahanan 4 IRT dan Balita

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Hari Jadi Lombok Tengah 75
LOGO Hari Jadi Lombok Tengah 75

KATEGORI

STATISTIK