SHOPPING CART

close

Peresean Festival Pesona Bau Nyale 2020 di KEK The Mandalika Berlangsung Sengit

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Puluhan Petarung atau dalam bahasa sasak Lombok disebut Pepadu dari 12 Kecamatan di Lombok Tengah ikut ambil bagian dihari pertama pagelaran budaya dan seni Peresean yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) dan Pemkab Lombok Tengah dalam rangka menyambut dan memeriahkan Festival Pesona Bau Nyale 2020, Minggu (09/02/2020).
Kegiatan Peresean itu dipusatkan di Pantai Senek, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Peresean akan digelar selama 5 hari yakni dari tanggal 9 – 13 Februari 2020.
Selain dipadati oleh ratusan masyarakat setempat, Arena Peresean juga dipadati oleh ratusan wisatawan dalam dan luar negeri.
Peresean dibuka oleh pertaruangan kelas Junior antara Pemadu Kecamatan Pujut melawan Pepadu Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah.
Pertaruangan yang berlangsung selama 3 ronde dengan waktu 5 menit itu berlangsung sengit. Kedua Pepadu saling serang menggunakan tongkat rotan (penjalin) dan sembari berlindung dibalik Perisai yang terbuat dari Kulit Kerbau yang tebal dan keras (Ende).
Peresean rutin giler menjelang pelaksanaan Festival Pesona Bau Nyale atau menangkap cacing laut.
Malam puncak perayaan Festival Pesona Bau Nyale 2020 akan dilaksanakan pada tanggal 14 – 15 Februari 2020 di kawasan Pantai Tanjung Aan, KEK The Mandalika.
Selain sebagai rangkaian kegiatan Festival Pesona Bau Nyale 2020, pagelaran budaya dan  seni pertunjukan Peresean bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya yang hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi dewasa ini.
Hari pertama pelaksanaan Peresean itu dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Lalu Pauzal, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok  Tengah, H. Lendek Jayadi, dan tokoh adat dan budaya Lombok Tengah.
Peresean merupakan tradisi dan budaya masyarakat sasak, Lombok. Peresean adalah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan penjalin dan dilengkapi dengan perisai yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau yang disebut Ende.
Penjalin terbuat dari rotan sepanjang satu setengah meter yang masing-masing ujungnya diikat dengan benang dan dilumuri aspal atau pecahan beling yang telah dihaluskan. Sabetan penjalin yang mengenai anggota badan akan meninggalkan garis-garis sayatan yang perihnya bisa membuat tidak tidur semalaman.
Peresean dipimpin oleh tiga orang Pekembar yang terdiri dari satu orang Pekembar tengah dan dua orang Pekembar pinggir. Pekembar tengah bertugas memandu dan memastikan aturan main ditaati oleh para petarung selama pertandingan berlangsung. Sementara pekembar pinggir bertugas mencari para petarung dari kalangan para penonton.
Pekembar pinggir juga bertanggung jawab memegang ende dan penjalin pada saat istirahat di akhir setiap ronde dan memberikan poin terhadap setiap pukulan yang dilayangkan para petarung. Pekembar pinggir juga bertugas mencari petarung selanjutnya. Selama Peresean berlangsung diiringi dengan alunan musik tradisional Lombok. [slNEWS – rul]

Tags:

0 thoughts on “Peresean Festival Pesona Bau Nyale 2020 di KEK The Mandalika Berlangsung Sengit

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Hari Jadi Lombok Tengah 75
LOGO Hari Jadi Lombok Tengah 75

KATEGORI

STATISTIK