Presiden RI Jokowi Resmikan Pengoperasian KEK Mandalika Kuta

Presiden RI Jokowi Resmikan Pengoperasian KEK  Mandalika Kuta

Presiden RI Joko Widodo (tengah) didampingi jajaran Menteri Kabinet Kerja dan Gubernur NTB membuka rahasia untuk menyelesaikan persoalan pembebasan tanah di KEK Mandalika Kuta, pada Peresmian Pengoperasian KEK Mandalika Kuta, Jumat (20/10/2017)

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Tengah | Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi Beroperasi.

Beroperasinya KEK Mandalika Kuta itu diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, Jumat (20/10/2017) siang.”Dengan mengucapkan Bismilahhirohmanirohim, saya resmikan operasional Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika,” kata Presiden RI Joko Widodo atau yang akrab di sapa Jokowi.

Peresmian itu sekaligus menandai dimulainya fase pembangunan kawasan mencakup lahan seluas 1.035, 67 hektare yang telah direncanakan selama 29 tahun lalu, yang sebelumnya telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 52 Tahun 2014. Pengembangan KEK Mandalika difokuskan untuk kegiatan pariwisata dan memajukan perekonomian di Provinsi  NTB.

Pembangunan KEK itu kata Presiden RI Jokowi,  tidak berjalan mulus dan mendapat sejumlah kendala.  Salah satu kendala yang dihadapi yakni proses pembangunan yang pembangunannya  memakan waktu hampir 30 tahun, tetapi  tidak kunjung selesai dikerjakan. “Bicara Mandalika, ini sudah hampir 29 tahun kita kerjakan. Urusannya tidak selesai-selesai. Karena apa? Pembebasan lahan, yang berdampak berkurangnya kepercayaan investasi untuk masuk ke sini (KEK Mandalika),” kata.

Presiden RI Jokowi mengungkapkan, saat berkunjung ke KEK Mandalika  pada  bulan April 2015 lalu, Presiden RI  bertanya langsung kepada Gubernur NTB dan Bupati Lombok Tengah terkait  dengan  permasalahan yang terjadi, yang menyebabkan pembangunan di KEK Mandalika  tidak berjalan lancar.

Saat itupun Presiden RI Jokowi menegaskan  bahwa akan selalu mengejar terus segala permasalahan hingga ditemukan jawaban dan solusinya.”Apakah tanahnya terlalu mahal? Atau apakah masyarakat tidak mendukung? Ternyata masyarakat mendukung dan harga tanahnya juga wajar. Lalu Apa? Kalau ada masalah pasti saya kejar terus. Ternyata hanya selembar kertas, payung hukum, yang namanya Inpres untuk pembebasan lahan,” ungkapnya.

Karena tidak ada payung hukum yang dimaksud, mengakibatkan jajaran pemerintahan di daerah tidak berani untuk mengambil keputusan. Presiden RI Jokowi pun tidak tinggal diam dan bergerak cepat dengan mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) yang mengatur tentang pembebasan lahan. “Kita rapat sekali, keluar Inpres, setelah itu tidak ada dua bulan Alhamdulillah pembebasan lahan lancar semuanya. Kalau Bapak/Ibu dan saudara semua bekerja tidak detail dan tidak menyampaikan masalahnya kepada pimpinan-pimpinan yang ada, ya tidak akan selesai. Saya kalau tidak ke sini, ya tidak mengerti,” tegasnya.

Menurut Presiden RI Jokowi, setelah hambatan pembangunan KEK Mandalika itu berhasil dicarikan solusu dan jalan keluar, maka tidak ada alasan lagi untuk tidak mengembangkan kawasan khusus ini. KEK Mandalika yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional ini nantinya diharapkan dapat berdampak langsung kepada masyarakat sekitar dan memajukan perekonomian daerah. “Ada yang bisa berjualan cendera mata, buka restoran, buka homestay, dan kita hitung nanti bisa ada rekrutmen karyawan kurang lebih 58 ribu. Investasi yang sekarang berjalan ada 8 investor hotel senilai Rp13 triliun dan kita harapkan nanti bisa berlipat tiga kali sehingga kawasan ini akan berkembang dan masyarakat akan mendapatkan manfaatnya,” ujarnya.

Turut hadir mendampingi Presiden RI Jokowi, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri BUMN Rini Soemarno,  Gubenur NTB Muhammad Zainul Majdi, dan Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT, SH serta jajaran PT. ITDC.

Selain itu  peresmian pengoperasian KEK Mandalika Kuta juga di hadiri ratusan tamu undangan dari kalangan tokoh Agama, Masyarakat dan tokoh adat di Provinsi NTB.

Diakhir acara peresemian pengoperasian KEK Mandalika Kuta, Presiden RI Jokowi didampingi  jajaran Menteri Kabinet Kerja dan Gubernur NTB,  membuka rahasia untuk menyelesaikan persoalan pembebasan tanah di KEK Mandalika Kuta. (slNews.com – rul).

No Responses

Tinggalkan Balasan