SHOPPING CART

close

Ini Isi Percakapan Kajari, dan Kasi Pidsus Asli Dengan Kajari Palsu

Kasi Pidsus Kejari Praya Hasan Basri, saat berbicara dengan Kajari Praya Palsu via Handphone, Kamis, (24/8/2017).

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Tengah | Berbagai macam cara dan modus para pelaku kriminal untuk menjerat mangsanya, salah satunya dengan  mengaku sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus).

Seperti yang dialami Kajari Praya, Lombok Tengah (Loteng) Fery Mupahir dan Kasi Pidsus Kejari Praya Hasan Basri.

Nama Kajari Praya, dan Kasi Pidsus Kejari Praya, Loteng itu dicatut oleh dua orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai Kajari dan Kasi Pidsus Kejari Praya, Loteng.

Kasus pencatutan nama Kajari dan Kasi Pidsus Kejari Praya, Loteng itu berawal dari telephone yang diterima dua orang jajaran Direksi Perusahaan Daerah (Prusda) Loteng, dari dua orang yang mengaku sebagai Kajari dan Kasi Pidsus Kejari Praya, Loteng.

Karena curiga, terhadap suara dan logat bahasa kedua orang itu, jajaran Direksi Prusda Loteng pun langsung menginformasikan hal tersebut dan memberikan nomer Hanphone (HP) dua orang itu  ke Kasi Pidsus Kejari Praya yang asli.

Kamis, (24/8/2017), Kasi Pidsus Kejari Praya Hasan Basri, pun langsung mengontak nomer Hp yang mengatasnamakan dirinya sebagai Kasi Pidsus Kejari Praya.

Setelah tersambung, Hasan Basri pun langsung bicara dengan orang yang mengaku sebagai dirinya itu, dengan posisi Hasan Basri sebagai salah satu keluarga dari jajaran Direksi Prusda Loteng.

Dalam percakapan via Hp itu, Hasan Basri meminta kepada Kasi Pidsus Palsu, dibantu untuk menghentikan kasus dugaan Korupsi yang dituduhkan kepada Direksi Prusda Loteng.

Dengan suara dan kalimat penuh makna, Kasi Pidsus Palsu itu pun langsung memberikan harapan kepada Hasan Basri.” Saya hannya membantu saja, keputusannya ada di Pak Kajari,” Kata Kasi Pidsus Palsu.

Dalam percakapan dengan Kasi Pidsus Palsu, Hasan Basri meminta untuk bertemu langsung dengan Kajari Praya Palsu, dan meminta petunjuk apa saja yang akan disampaikan kepada Kajari Praya palsu, namun oleh Kasi Pidsu palsu, tidak mengizinkan, dan hannya memberikan nomer Hp Kajari Praya Palsu.” Ndak bisa pak, nanti saya kasih nomer Hp beliau (Kajari palsu) saja,” ucap Kasi Pidsus Palsu.

Tidak lama kemudian, Hasan Basri menerima nomor Hp Kajari Palsu yang dikirim oleh Kasi Pidsus Palsu. Hasan Basri pun langsung menghubungi nomor Hp Kajari Praya Palsu.

Dalam percakapan dengan Kajari Praya palsu, Hasan Basri langsung memperkenalkan dirinya dan menyampaikan maksud dan tujuannya, yakni meminta kasus dugaan Korupsi Prusda Loteng untuk tidak diteruskan dan dihentikan.” Mohon bantuan pak, bagaimana baiknya,” pinta Hasan Basri kepada Kajari Praya Palsu.

Dengan kalimat yang santun, Kajari Praya Palsu pun langsung menyebutkan identitasnya dan mengaku bernama Fery Mupahir.” Saya Pak Fery Mupahir, apa yang bisa saya bantu,” kata Kajari Praya palsu.

Dalam percakapan itu, Hasan Basri bersedia memberikan imbalan sesuai dengan permintaan Kajari Praya palsu.

Tawaran Hasan Basri itupun langsung diterima Kajari Palsu, dan meminta Hasan Basri untuk mentransper uang sebesar Rp. 25 juta sebagai uang muka penghentian kasus dugaan Korupsi Prusda Loteng ke nomor rekening bank Bendahara Kejari Praya Palsu atas nama Indah Setiawati.” Saya akan bantu, cuman saya minta partisipasi untuk acara di Kejati seperti teman – teman yang lain. Pak Sekda Nursiah saja sudah berpartisipasi mentransper uang. Tenang saja nomer rekening bendahara saya ini sudah aman, tidak bisa dilacak PPATK, nanti nomer rekeningnya saya sms,” ucap Kajari Praya palsu.

Tak lama kemudian, Kasi Pidsus Kejari Praya Hasan Basri menerima SMS nomor Rekening Bank BRI  094601043824530 atas nama Indah Setiawati.

Setelah mengirim nomer Rekening Bank, Kajari Palsu berkali – kali menelpon, Kasi Pidsus Kejari Praya Hasan Basri, dan meminta jumlah uang yang diminta itu untuk segera di Transper via Bank atau ATM.

Terhadap persoalan itu, Kasi Pidsus Kejari Praya Hasan Basri, menghimbau kepada para Pejabat Pemerintahan, TNI/Polri dan masyarakat untuk tidak mudah percaya bila menerima telephone dari orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai Kajari, maupun jajaran Kejari Praya Loteng.” Jangan mudah percaya, masyarakat harus waspada  untuk menangkal upaya oknum yang mengatasnamakan kejaksaan. Pemanggilan masyarakat atau saksi sebuah perkara, ada prosedurnya, tidak melalui Telephone, melainkan dengan melayangkan surat panggilan secara langsung kepada yang bersangkutan. Kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, pejabat pemerintah untuk tidak melayani permintaan dengan dalih apapun yang mengatasnamakan Kejari Praya, kalau ada silakan datang langsung ke Kantor nanti kita tindak lanjuti, ” himbau Hasan Basri.

Inilah  Nomor Hp Kajari Praya Palsu : 081318949456, dan Kasi Pidsus Kejari Praya Palsu 082197239222. (slNews.com – rul).

Tags:

0 thoughts on “Ini Isi Percakapan Kajari, dan Kasi Pidsus Asli Dengan Kajari Palsu

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Hari Jadi Lombok Tengah 75
LOGO Hari Jadi Lombok Tengah 75

KATEGORI

STATISTIK