Pasca Rumah Adat Sade Dilalap Si Jago Merah, Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker

SUARALOMBOKNEWS | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), bergerak cepat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak kebakaran Rumah Adat Sade di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Pada Selasa (25/8/2026), petugas kesehatan dari Dinkes Lombok Tengah membagikan sebanyak 1.000 masker kepada warga, petugas, serta pengunjung yang masih beraktivitas di kawasan tersebut.
Pembagian masker dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap paparan debu dan asap sisa kebakaran yang masih terdapat di sekitar lokasi. Paparan tersebut dikhawatirkan dapat memicu keluhan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.
Selain masker, petugas kesehatan juga memberikan pemeriksaan kesehatan dan vitamin secara gratis kepada masyarakat terdampak.
Untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan, dua pos kesehatan disiapkan di sekitar kawasan Rumah Adat Sade.
Pos pertama berada di kawasan parkir utara dan dikoordinasikan oleh Dokkes Polda NTB. Sedangkan pos kedua ditempatkan di kawasan permukiman warga terdampak, tepatnya di Posyandu Dusun Sade.
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes Lombok Tengah, Johan Effendy mengatakan, keberadaan pos kesehatan tersebut untuk memastikan masyarakat terdampak dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan mudah.“Setiap hari, kegiatan utama di posko kesehatan meliputi pembagian masker, pemberian vitamin gratis, serta pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Johan.
Menurutnya, berdasarkan evaluasi di lapangan, pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat berjalan dengan baik. Sejumlah kebutuhan pelayanan juga mendapat dukungan dari berbagai pihak dan donatur.
Dinkes Lombok Tengah berencana mempertahankan pelayanan kesehatan di kawasan terdampak selama dua minggu kedepan.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat dalam masa pemulihan sekaligus memantau kondisi kesehatan warga hingga situasi di kawasan Kampung Adat Sade kembali normal.
Masyarakat yang masih beraktivitas di sekitar lokasi kebakaran juga diimbau tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan debu ataupun asap sisa kebakaran.
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (22/8/2026) menyebabkan sejumlah rumah adat di kawasan Sade terdampak. Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga membawa dampak sosial bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan kehidupan dan aktivitas budaya di kawasan tersebut. [SLNews – rul].

Tinggalkan Balasan